Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 18:41 WIB | Sabtu, 08 Maret 2014

Peringati Hari Perempuan Dunia, Serikat Pekerja Perempuan Turun ke Jalan

Peringati Hari Perempuan Dunia, Serikat Pekerja Perempuan Turun ke Jalan
Komite Perempuan yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di bundaran Tugu Selamat Datang Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3) (Foto-foto : Dedy Istanto).
Peringati Hari Perempuan Dunia, Serikat Pekerja Perempuan Turun ke Jalan
Salah satu atribut berupa spanduk yang berisi tentang tuntutan dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dalam aksi peringatan Hari Perempuan Dunia di Jakarta.
Peringati Hari Perempuan Dunia, Serikat Pekerja Perempuan Turun ke Jalan
Salah satu pekerja membawa anaknya ikut serta dalam aksi peringatan Hari Perempuan Internasional di bundaran Tugu Selamat Datang, Jakarta Pusat.
Peringati Hari Perempuan Dunia, Serikat Pekerja Perempuan Turun ke Jalan
Salah satu pekerja saat menunjukkan sejumlah tuntutan dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dalam aksi peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Komite Perempuan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women Day) di bundaran Tugu Selamat Datang, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3).

Puluhan buruh perempuan membawa sejumlah atribut seperti spanduk dan poster yang berisi tentang tuntutan hak-hak perempuan. Penghargaan terhadap hak kaum perempuan tersebut di antaranya menghapuskan bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap pekerja perempuan dan anak.

Tuntutan lainnya meminta untuk menaikkan upah minimum tahun 2015 sebesar 30 persen serta menghapuskan diskriminasi pembayaran pajak penghasilan bagi pekerja perempuan serta segera mensahkan Rancangan Undang Undang (RUU) perlindungan pekerja rumah tangga (PRT) dan buruh migran menjadi Undang Undang (UU) ratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 189 tentang kerja layak bagi PRT.

Selain itu para pekerja perempuan juga mengecam keras pelaku tindak kekerasan kepada pekerja rumah tangga (PRT) dan menjalankan jaminan kesehatan seluruh rakyat Indonesia agar tidak ada lagi rakyat yang ditolok berobat di Rumah Sakit.

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja

HUT BPK Penabur