stripe
Keluarga

Ini yang Dihadapi Anak Saat Masuk SD

Penulis : Rewindinar, MSi
Ini yang Dihadapi Anak Saat Masuk SD
Foto : Ilustrasi. Sumber : Istimewa

SATUHARAPAN.COM/LIFE – Masa anak di Taman Kanak-kanak (TK) adalah masa yang membanggakan untuk orang tua, ketika tiba-tiba mereka bisa menyanyikan lagu baru, pulang sekolah membawa hasil mewarnai, membuat karya melipat kertas warna. Sangat menyenangkan melihat mereka bermain bersama teman seusianya di sekolah.

Namun tidak demikian ketika anak memasuki tingkat sekolah dasar (SD). Banyak orangtua mengalami berbagai kekhawatiran dan kekecewaan. Mengharapkan kondisi saat anak seperti di TK rasanya sulit. Apa yang menyebabkan anak mengalami kesulitan saat berada di bangku SD? Berikut beberapa hal diantaranya :

1.Berkurangnya waktu bermain, bertambahnya waktu belajar. Saat di TK, hampir seluruh hal yang dilakukan anak adalah bermain.  Belajarpun dilakukan metode bermain. Sementara di SD mereka harus duduk berjam-jam, mendengarkan guru dan harus mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Bahkan sesampainya di rumah pun,  mereka harus kembali mengulang pelajaran dengan orangtua, di tempat les. Secara alami, anak usia 6-7 tahun memiliki

 2. Adanya senioritas. Di TK, anak-anak tidak pusing dengan kelas yang lebih senior karena setiap aktivitas mereka selalu diarahkan, dituntun bahkan diawasi penuh oleh guru. Begitu masuk SD, mereka langsung berhadapan dengan banyaknya senior, sejak senior kelas 2 sampai kelas 6. Bagi anak yang baru masuk SD, hal ini membuat mereka tidak nyaman bahkan merasa terancam. Namun tenang saja, perasaan seperti ini akan berkurang seiring mereka naik ke kelas lebih tinggi.

 3.Berkompetisi. Dalam satu kelas banyak anak, mereka harus duduk teratur dan secara tidak langsung mereka merasakan adanya kompetisi dengan hasil nilai-nilai yang mereka terima. Belum lagi jika ada orangtua yang begitu mengharapkan anaknya memiliki hasil yang terbaik. Kompetisi pun semakin tinggi.

4. Memenuhi harapan orang lain. Setiap orangtua pasti mengharapkan anak-anak mereka menghasilkan nilai yang terbaik. Namun hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi kenyamanan anak.  

5. Punya target. Target adalah stimulus  agar anak menyelesaikan sesuatu. Namun target juga membawa mereka untuk bergerak cepat, dan berusaha mengikuti aturan. Seperti mesin di pabrik yang memproduksi sesuatu, seperti itulah kira-kira mereka anak memasuki jenjang SD.

Sebenarnya, adalah hal wajar anak mengalami hal-hal di atas saat memasuki jenjang SD. Tidak bisa anak terus menerus dimanja tanpa diberi target. Jika anak dimanja dan dijauhkan dari kompetisi, tentu akan mempengaruhi fighting spirit nya kelak saat remaja dan dewasa. 

Yang paling penting adalah anda para orangtua perlu mengatur kembali mindset dan pola asuh sebagai orangtua. Bagaimana dapat mendampingi kehidupan pribadi anak di tengah-tengah kehidupan sosial mereka, menyeimbangkan antara bermain dan belajar sesuai usia, mengkomunikasikan harapan Anda dengan efektif, serta memahami anak-anak dengan baik.

Rewindinar, MSi

Communication Specialist dan Pengamat Parenting

rewindinar@gmail.com

Share
Article
Share to Twitter
Share to Facebook
Share to Google Plus
READ THIS
x

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/satuhara/public_html/life/template/article.tpl on line 232
Thank you for subscribing our newsletter