stripe
Psikologi

Jangan Paksa Anak untuk Minta Maaf Saat Salah

Penulis : Indira Soewarno
Jangan Paksa Anak untuk Minta Maaf Saat Salah
Ilustrasi. Sumber : today.com

SATUHARAPAN.COM/LIFE – Meminta maaf adalah perbuatan yang luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh orang berjiwa tegar dan berani. Meminta maaf menunjukkan bahwa dirinya mengakui kesalahan. Dan mengakui kesalahan adalah perbuatan yang sangat sulit dilakukan jika anda tidak punya jiwa yang kuat.

Itu sebabnya budaya meminta maaf (selain mengucapkan terima kasih) harus ditanamkan pada anak sejak mereka masih kecil. Orangtua harus terus mengajarkannya tanpa kenal lelah. Karena anak yang tidak terbiasa dengan hal tersebut niscaya akan menjadi orang yang tidak menyenangkan.

Namun perlu disadari orangtua adalah jangan terlalu memaksa anak untuk meminta maaf saat mereka bersalah. Terlalu memaksa justru mengajarkan mereka sesuatu yang tidak benar yaitu kondisi memaksa itu sendiri,”kata Dr.Laura Markham, clinical psychologist dari Columbia University, New York, Amerika Serikat yang juga founder dari Aha! Parenting.

Memaksa anak pada dasarnya tidak akan merubah perilaku anak-anak (dan juga orang dewasa). Memaksa sendiri pada dasarnya adalah perbuatan yang kurang baik. Bagaimana bisa anda melakukan hal kurang baik tersebut agar anak berbuat baik?,”tambah Dr.Markham.

Harus disadari bahwa anak memfotokopi apa yang dilakukan orangtuanya. Jika anda memaksa maka bukan tidak mungkin hal itu mereka lakukan di kemudian hari. Langkah terbaik adalah dengan terus mengajarkan dan menanamkan pada diri anak anda untuk selalu berbuat baik, minta maaf jika salah dan mengucapkan terima kasih saat diberi hal apapun. [Today]

Share
Article
Share to Twitter
Share to Facebook
Share to Google Plus
Thank you for subscribing our newsletter