stripe
Psikologi

Lapar Mata Belum Tentu Benar-benar Lapar

Penulis : Indira Soewarno
Lapar Mata Belum Tentu Benar-benar Lapar
Foto : Ilustrasi. Sumber : Istimewa

 

 

SATUHARAPAN.COM/LIFE – Makanan manis seperti cokelat atau cake pastilah sangat menggugah selera. Namun efeknya ternyata juga “menggugah” tubuh menjadi semakin lebar dan melar. Selain itu ada efek lainnya yaitu membuat sedih. Kok bisa?

Seperti sebuah penelitian yang dipublikasikan di Journal of Personality dimana riset dilakukan terhadap 400 orang responden menunjukkan bahwa mereka yang mampu menahan diri untuk tidak menyantap makanan manis ternyata berkorelasi terhadap kemampuannya dalam pengendalian diri.

Menurut Kathleen Vohs, profesor pada University of Minnesota, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa  orang yang mengontrol nafsu makannya memiliki pengendalian diri yang baik. Dan ini berefek pada timbulnya perasaan bahagia. Seperti dikutip dari Daily Mail, penelitian ini ternyata membuktikan bahwa keinginan terhadap makanan manis biasanya bukan karena lapar sesungguhnya , tapi hanya sebuah “lapar mata” dimana keinginan itu hanya karena melihat bentuk makanan yang menerbitkan selera. Padahal ketika keinginan untuk makan tersebut dipenuhi, mereka malah akan merasa sedih dan menyesal. Hal ini terutama dialami oleh kaum perempuan. Mengganggu program diet yang sedang dijalani adalah alasannya.

Karena hanya keinginan sesaat karena “lapar mata”, sebaiknya tahan diri anda untuk mengunyah makanan manis. Kecuali anda benar-benar lapar. Jikapun sangat lapar tetap batasi konsumsinya. Gula yang tinggi dalam makanan manis sangatlah berbahaya untuk kesehatan tubuh. Ditambah perasaan sedih dan menyesal setelah mengkonsumsinya, lengkap penderitaan akibat konsumsi makanan manis.

 

 

Share
Article
Share to Twitter
Share to Facebook
Share to Google Plus
READ THIS
x

Warning: Invalid argument supplied for foreach() in /home/satuhara/public_html/life/template/article.tpl on line 232
Thank you for subscribing our newsletter