stripe
Keluarga

Mitos vs Logika Kehamilan dalam Tradisi Jawa

Penulis : Nuke Ernawati
Mitos vs Logika Kehamilan dalam Tradisi Jawa
Ibu hamil tidak boleh keluar malam, karena banyak roh jahat yang akan mengganggu janin. Logikanya, angin atau udara malam memang tidak baik bagi kesehatan karena banyak mengandung zat karbondioksida yang bisa terhirup ibu dan masuk ke janin. Selain itu, perempuan hamil disarankan banyak beristirahat, bukan keluyuran keluar malam. (Foto : goldcoastchiropractic.com)

SATUHARAPAN.COM/LIFE - Ibu hamil biasanya menginginkan sesuatu yang disebut sebagai ngidam. Ngidam harus dipenuhi.  Dalam budaya Jawa, ngidam ini identik dengan sejumlah mitos. Namanya mitos, sebetulnya tidak berdasar atas logika manapun. Namun, percaya atau tidak, mitos-mitos berikut sudah berlangsung puluhan bahkan mungkin ratusan tahun.  Mitos-mitos apa saja itu? Yuk simak berikut ini beserta logika yang menyertainya:

1.Ibu hamil yang ngidam, harus dipenuhi keinginannya. Bila tidak, maka si bayi akan ngiler. Ini sebetulnya tidak ada dasar logikanya. Sebab, yang ada adalah ibu ngidam itu akan ngiler atas sesuatu makanan yang diinginkannya karena produksi air liur yang banyak dikarenakan mulut rasanya terus berubah, antara ingin makan makanan asam, merasa pahit dan sebagainya. Bila bayi lahir ngiler, namanya juga bayi, dia akan meliur kapan pun!

2.Ibu hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang. Sebab, jika itu dilakukan, bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu. Logikanya, membunuh memang bukan perbuatan yang baik.

3.Membawa gunting kecil, pisau,peniti,  atau benda tajam lainnya di kantong baju si Ibu agar janin terhindar dari marabahaya. Logikanya, benda-benda itu bisa digunakan untuk berjaga-jaga bila menghadapi serangan copet dan sebagainya. Namun, bila tak hati-hati, benda-benda ini justru bisa melukai si ibu dan bayinya.

4.Ibu hamil tidak boleh keluar malam, karena banyak roh jahat yang akan mengganggu janin. Logikanya, angin atau udara malam memang tidak baik bagi kesehatan karena banyak mengandung zat karbondioksida yang bisa terhirup ibu dan masuk ke janin. Selain itu, perempuan hamil disarankan banyak beristirahat, bukan keluyuran keluar malam.

5.Ibu hamil tidak boleh benci terhadap seseorang secara berlebihan, nanti anaknya jadi mirip seperti orang yang dibenci tersebut. Logikanya adalah, perempuan hamil harus merasa nyaman dan batinnya jernih. Membenci hanya akan menaikkan tekanan darah dan ini berbahaya bagi janin.

6.Ibu hamil tidak boleh makan pisang yang dempet, nanti anaknya jadi kembar siam. Logikanya adalah, pisang dempet bila dimakan sendirian, akan membuat perut terasa kenyang. Apalagi, di dalam ada janin. Keadaan kenyang begah ini akan membuat tak nyaman.

7.Ibu hamil dilarang melayat orang meninggal atau ke pemakaman bila usia kandungan belum ada 7 bulan. Bila melayat, maka janin akan meninggal. Logikanya adalah, usia kehamilan aman memang setelah 7 bulan. Melayat membutuhkan waktu berjam-jam. Apalagi ke pemakaman yang biasanya harus berjalan kaki cukup lama. Tentunya akan menguras tenaga ibu hamil.

8.Ibu hamil tidak boleh makan di depan pintu supaya persalinan lancar. Logikanya adalah, makan di depan pintu pastinya akan menghalangi orang keluar masuk. Makanlah di meja makan.

Itulah sebagian mitos yang berkembang di budaya Jawa. Masih banyak mitos-mitos lainnya yang beredar. Sebetulnya yang ingin dituju adalah kondisi ibu hamil yang nyaman dan bayinya aman sehingga ibu hamil dan suaminya, menjadi dikerumuni oleh berbagai mitos.[berbagai sumber]

Share
Article
Share to Twitter
Share to Facebook
Share to Google Plus
Thank you for subscribing our newsletter