Google+
Loading...
EKONOMI
Penulis: Reporter Satuharapan 17:00 WIB | Kamis, 01 Maret 2018

261.000 Ton Beras Impor Masuk RI Akhir Februari 2018

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) melihat beras impor asal Vietnam dan Thailand di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, hari Selasa (27/2). (Foto: Melki Pangaribuan)

CIREBON, SATUHARAPAN.COM - Menteri Perdaganggan, Enggartiasto Lukita mengatakan impor beras dipastikan tidak merugikan petani, karena nantinya bulog akan menyerap gabah mereka ketika memang dianggap perlu.

"Petani tidak akan pernah dirugikan (adanya impor beras)," kata Enggar saat melakukan kunjungan di Pasar Pagi Kota Cirebon, hari Selasa (27/2).  

Menurut Enggar, adanya kebijakan impor merupakan salah satu cara untuk memperkuat stok Pemerintah, karena memang sangat dibutuhkan.

Untuk itu katanya, kepada semua pihak untuk tidak mempertentangkan adanya kebijakan impor beras dengan para petani, karena ini untuk memperkuat stok nasioanal.

"Makanya impor jangan dipertentangkan dengan petani, karena impor itu untuk memperkuat stok," tuturnya.

Enggar menambahkan nantinya ketika ada stok gabah dari petani, Bulog akan mmenyerapnya sesuai dengan ketentuan yang ada.

Sementara itu Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, Bulog sudah diminta untuk menyerap berapa pun gabah yang dihasilkan petani, kalau harga jatuh.

"Bulog akan siap menjaga dan kalau harga jatuh insaallah Bulog akan menjadi penyangganya berapapun akan diambil, supaya harga tidak jatuh," katanya.

"Intinya jangan pernah ditentangkan bahwa impor itu menciderai petani," kata Djarot lagi.

Djarot menyatakan hingga akhir Februari 2018 stok beras di gudang Bulog 261.000 ton.

"Masih ada yang proses bongkar. Ada kapal yang masuk perairan dan belum bongkar. Stok eks impor harus update terus, sampai akhir bulan ini tercatat nanti 261.000 ton yang masuk gudang," kata Djarot. (Antara)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home