Loading...
DUNIA
Penulis: Eben E. Siadari 11:02 WIB | Selasa, 08 Maret 2016

31.000 Perempuan ISIS Hamil

Anak-anak ISIS dilatih dan beejar tentang bagaimana menjadi jihadis. (Foto:wydailynews.com)

LONDON, SATUHARAPAN.COM - Lebih dari 31.000 perempuan yang tinggal di wilayah kekuasaan ISIS saat ini sedang hamil, menurut sebuah laporan baru tentang kehidupan anak-anak di daerah yang diduduki oleh kelompok ekstremis yang sudah dikutuk di seluruh dunia itu.

Lembaga tangki pemikir yang berkantor pusat di Inggris, Quilliam Foundation, mengungkapkan angka tersebut dalam sebuah laporan yang berjudul Children of Islamic State, yang dilansir pada hari Senin (7/4). Perkiraan jumlah ibu hamil di bawah pemerintahan ISIS diberikan oleh seorang pejabat intelijen kepada Presiden Quilliam, Noman Benotman.

"Bahwa ada 31.000 perempuan hamil di 'khilafah' ISIS memang sangat mengkhawatirkan," kata Nikita Malik, peneliti senior di Quilliam, seperti dilaporkan oleh newsweek.com

"Sangat penting bahwa masyarakat internasional mengambil langkah proaktif daripada pendekatan reaktif terkait anak-anak ini," lanjut dia.

Temuan lain dalam laporan ini termasuk adanya lebih dari 50 anak-anak dari Inggris yang akan tumbuh menjadi jihadis dalam  'khilafah.' Mereka diajarkan kurikulum ISIS yang kaku, di mana gambar dan filsafat dilarang. Para remaja itu dipaksa untuk membaca ayat-ayat Alquran sebelum mengikuti pelatihan jihadis.

Para perempuan, yang disebut sebagai mutiara kekhalifahan, tidak diizinkan masuk ke dalam sekolah ISIS. Mereka dipaksa untuk tinggal di rumah dan diajarkan dari usia dini untuk mengabdi kepada suami mereka. 

Banyak anak-anak yang hidup di bawah kekuasaan ISIS diculik untuk bergabung dengan kelompok itu dan ditekan dengan   menggunakan taktik ketakutan. Mereka kemudian diajarkan untuk menyebarkan keyakinan kelompok ISIS dan disuntik dengan nilai-nilai ekstrim sejak lahir.

Laporan itu menyatakan bahwa generasi  pejuang ISIS sekarang memandang anak-anak sebagai "pejuang yang lebih mematikan daripada diri mereka sendiri," memiliki pendidikan yang lebih baik untuk menjadi jihadis. Mereka juga mencoba untuk meniru lembaga negara dan berusaha untuk membentuk "hati dan pikiran  generasi muda itu untuk menjadi mujahidin".

Anak-anak tersebut dididik untuk tahan terhadap kekerasan ekstrem, yang mempengaruhi mereka secara fisik maupun psikis.

"Ini adalah salah satu situasi paling parah di bumi," kata Benotman. "Anak-anak adalah kunci untuk masa depan. Indoktrinasi di ISIS dimulai saat lahir, dan meningkat di sekolah-sekolah dan kamp-kamp pelatihan. Anak-anak diperintahkan dalam interpretasi tertentu syariah, tidak sensitif terhadap kekerasan, dan belajar ketrampilan khusus untuk membawa bendera jihad."

Pekan lalu, rekaman muncul dari sebuah panti asuhan ISIS di kota terbesar kedua Irak, Mosul, yang digunakan sebagai tempat pelatihan bagi generasi berikutnya dari jihadis. Video tiga menit itu, dirilis oleh ISIS cabang Niniwe, menunjukkan anak-anak yang terlihat sedang bermain, sebelum kemudian rekaman video menunjukkan anak-anak sedang menjalani pelatihan militer.

ISIS telah menggunakan anak-anak di banyak video propaganda yang mengerikan yang ditujukan kepada audiens Barat. 

Editor : Eben E. Siadari

BPK Penabur-Start Up
Zuri Hotel
Back to Home