Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 11:25 WIB | Jumat, 02 Desember 2016

3,7 Juta Pengidap HIV di Afsel Berobat dengan ARV

Penelitian untuk menemukan vaksi anti HIV. (Foto: Ist)

JOHANESBURG, SATUHARAPAN.COM – Afrika Selatan memiliki program pengobatan HIV (human immunodeviciency virus) terbesar di dunia, dengan 3,7 juta orang yang mengakses obat anti-retroviral (ARV) untuk menyelamatkan jiwa dari virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh itu, Wakil Presiden Afsel, Cyril Ramaphosa, hari Kamis (1/12).

Ramaphosa mengatakan Afrika Selatan merayakan penurunan dramatis penularan HIV dari ibu ke anak, dan ditandai peningkatan harapan hidup rata-rata. ‘’Namun kita harus khawatir bahwa tingkat infeksi HIV baru tetap bertahan tinggi," katanya dalam pidato pada peringatan hari AIDS Dunia di Johannesburg.

Dia mengatakan bahwa setiap minggu diperkirakan 2.000 kasus infeksi HIV pada anak perempuan remaja dan wanita muda berusia 15-24 tahun.

"Kita tahu bahwa tahun lalu, diperkirakan 266.000 orang Afrika Selatan terinfeksi HIV. Itu bukan masalah statistik belaka. Itu adalah tragedi yang terjadi," kata dia.

Dia mendesak Afrika Selatan bertindak untuk mengurangi infeksi HIV baru, atau kemajuan yang telah dicapi dalam melawan penyakit ini akan terkikis. Saat ini ada 7 juta orang yang hidup dengan virus HIV di Afrika Selatan, menurut UNAIDS, seperti dikutip AFP.

Program Baru

Michel Sidibé, Wakil Direktur Jenderal UNAIDS, memperingatkan bahwa gadis-gadis muda di sub Sahara Afrika berada pada risiko tinggi tertular virus.

"Kita tahu bahwa untuk anak perempuan di sub Sahara Afrika, transisi menuju dewasa adalah waktu yang sangat berbahaya. Perempuan muda menghadapi ancaman tiga: risiko tinggi infeksi HIV, rendahnya tingkat tes HIV, dan ketidakpatuhan terhadap pengobatan HIV," katanya.

Sebagian besar negara di Afrika sekarang mengadopsi pengujian dan pengobatan dalam program universal yang mensyaratkan semua orang yang positif setelah dites virus HIV yang menyebabkan AIDS (Aquired Immune Deviciency Symdrome), kemudian diberikan obat ARV.

Sebelumnya, obat hanya diberikan kepada mereka yang penyakitnya telah berkembang atau yang jumlah CD4 (indikator kesehatan sistem kekebalan tubuh) kurang dari 500.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, mengatakan negaranya mengadopsi program itu penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjalani pengobatan telah menurunkan penularan  kepada orang lain.

Pada hari Rabu, Afrika Selatan meluncurkan uji klinis vaksin eksperimental terhadap HIV. Para ilmuwan berharap vaksin ini pada akhirnya membawa penemuan obat untuk virus yang menewaskan lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia sejak penemuannya.

Kondisi Sub Sahara Afrika

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sekitar 12,5 juta orang yang terinfeksi HIV di Sub Sahara Afrika, dan tidak menyadari status mereka.

Dalam pesan menandai Hari AIDS Dunia, Dr. Matshidiso Moeti, Direktur Regional WHO untuk Afrika, mengatakan 12,5 juta orang yang terinfeksi adalah di antara total 26 juta orang yang hidup dengan HIV di wilayah ini, yang paling parah di dunia.

Dia mengatakan bahwa statistik menunjukkan lain 13,4 juta pengidap HIV tidak memiliki akses ke obat anti-retroviral untuk menyelamatkan jiwa mereka.

‘’Meskipun ada kemajuan sejak 2000, dengan penurunan hingga 40 persen angka nfeksi baru dan kematian pada 2015, Sub Sahara Afrika tetap merupakan wilayah paling terdampak di dunia, dengan hampir 26 juta orang yang hidup dengan infeksi HIV pada 2015," katanya.

"Lebih dari dua juta penderita adalah anak-anak di bawah usia 15, yang merupakan 90 persen dari beban global HIV / AIDS di kalangan anak-anak. Di wilayah ini, tiga perempat kematian karena HIV, dan sekitar 800.000 orang meninggal pada tahun 2015 saja."

Sub Sahara Afrika memiliki epidemi HIV dan AIDS yang paling serius di dunia. Menurut UNAIDS, ada sekitar 36,7 juta orang yang hidup dengan virus ini di seluruh dunia, dengan pengobatan ARV 18,2 juta yang mengakses.

Prevalesi Tinggi

Swaziland, sebuah, negara daratan kecil di Afrika bagian selatan memiliki tingkat prevalensi HIV  lebih dari 26 persen. Dengan populasi 1,25 juta orang, di ada ada 220.000 orang yang hidup dengan virus itu.

Nigeria adalah negara di Afrika yang menghadapi penyakit ini, dengan 3,5 juta orang hidup dengan HIV. Di negara ini, setiap tahun 250.000 orang baru infeksi, dan 180.000 mati karena sebab terkait AIDS. Hanya 24 persen korban dewasa yang mebrobat dengan ARV, salah satu yang terendah di benua itu.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home