Loading...
BUDAYA
Penulis: Tya Bilanhar 10:50 WIB | Sabtu, 24 Februari 2018

7 Seniman Pro-Israel Melukis di 3 Kota Indonesia

7 Seniman Pro-Israel Melukis di 3 Kota Indonesia
Dua orang anak berdiri di depan mural yang dilukis oleh para seniman pro Israel yang tergabung pada Arts 4 Israel (Foto:Craig Dershowitz)
7 Seniman Pro-Israel Melukis di 3 Kota Indonesia
Sebuah mural bendera Israel di pinggir jalan di Kupang (Foto: arts4israel)

YERUSALEM, SATUHARAPAN.COM -  Israel tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia. Pernyataan bahkan unjuk rasa anti Israel adalah hal biasa di Tanah Air. Menurut survei BBC, 75 persen penduduk RI memandang Israel dengan kesan tidak baik.

Tetapi itu tidak menghalangi -- bahkan menjadi pendorong -- Craig Dershowitz mengunjungi Indonesia untuk menghapus kesan negatif itu. Dershowitz yang merupakan direktur Arts 4 Israel, baru-baru ini bersama tujuh seniman internasional, mengunjungi tiga kota di Indonesia dan bekerjasama dengan 15 seniman setempat.

Mereka menggambar mural di berbagai sudut kota yang bertemakan upaya-upaya memperkenalkan sisi positif Israel dan mendorong pemahaman akan hidup bersama (koeksistensi) di antara orang-orang yang berbeda. A4I sendiri adalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak dalam advokasi melawan kampanye pemboikotan produk-produk Israel.
    
"Seni adalah ciptaan dan penciptaan kembali. Ini adalah tenaga paling kuat di bumi. A4I memanfaatkan kekuatan itu untuk membuat Israel cantik dan baru di mata dunia," kata Dershowitz kepada The Jerusalem Post.

"Kebencian dan intoleransi terhadap Israel itu nyata, tapi begitu juga kekuatan untuk mengakhirinya," tambah dia.
 
Kendati dia begitu yakin bahwa kekuatan seni dapat mengalahkan berbagai hambatan, ia sempat menghadapi masalah tatkala tiba di Indonesia. Salah satu organisasi yang bekerjasama dengan mereka di Yogykarta telah meminta agar siaran pers tentang kegiatan mereka menghapus nama organisasi yang dipimpin Dershowitz, dengan alasan asosiasi apa pun - atau asosiasi yang dirasakan - dengan Israel dapat membahayakan karyawan atau keluarga mereka.

Selama dua minggu perjalanan, Dershowitz dan 7 seniman internasional bepergian ke Bali, Kupang (The Jerusalem Post menyebutnya Timor Timur, tetapi dari foto yang ditampilkan yang terlihat adalah foto di Kupang,Red) dan Yogyakarta. Mereka bekerja dengan 15 seniman Indonesia untuk melukis mural. 

Ini merupakan bagian dari program 'Art Over Hate' dari A4I, yang bertujuan untuk mempertemukan individu-individu dari berbagai agama untuk mempromosikan koeksistensi melalui seni.

Di Kupang mereka melakukan kunjungan ke sebuah sekolah dan membagi-bagi souvenir berupa t-shirt kepada siswa dan juga sharing bersama.

Dalam sebuah foto yang diunggah oleh akun instagram artist4israel, tampak lukisan mural bendera Israel di tembok pagar sebuah bangunan di pinggir jalan di Kupang.

Regina Octovia yang ikut dalam rombongan kelompok ini mengatakan mereka sengaja memilih Kupang untuk memberitahukan kepada khalayak ramai bahwa dengan seni  bisa hidup.

"Art bermanfaat untuk kedamaian. Karena datang dari negara yang berbeda tapi bisa disatukan dengan bahasar art," tuturnya, dikutip dari tribunnews.com.

Regina juga melihat seni grafiti di kota Kupang sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu tidak bertumbuh. Maka dari itu para seniman ingin memperkenalkan street art di Kupang.

"Mereka merasa senang dan mau lihat Kupang, belum ada artis-artis yang mau ke sini untuk membuat art di sini. Semoga setiap tahun bisa datang, bersentuhan dengan anak-anak lokal agar diberi tahu mengenai seni," ujarnya.

Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, juga merasa senang bisa menyambut langsung kedatangan mereka. Dengan pelayanan seperti yang pemerintah kota lakukan, katanya, agar ada cerita yang indah bisa dibawa pulang oleh para seniman.

"Ketika mereka pulang ada kesan bahwa orang kupang orang yang ramah dan akan membawa keluarga, teman lagi ke Kupang, bahwa ternyata Kupang bagus dan budaya baik sekali. Pelayanan yang sepetti ini harus diatur agar tamu merasa nyaman," tuturnya.

Selain itu, di Flores para seniman pro Israel ini bekerjasama dengan universitas setempat. Sementara di Yogyakarta, para seniman bekerjasama dengan sebuah organisasi yang menggunakan seni untuk menjauhkan remaja dari jalanan.

Selanjutnya, A4I akan melakukan perjalanan ke Afrika Selatan, Inggris dan Portugal untuk mempromosikan pesan damai dan koeksistensi yang sama melalui karya-karya seni.

A4I mengoperasikan beberapa program lain, termasuk Healing Arts Kits, yang menggunakan seni untuk membantu anak-anak dengan gangguan stres pasca trauma, dan Healing Ink, di mana  seniman tato akan melukis mereka yang selamat dari serangan teror.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home