Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 13:36 WIB | Jumat, 09 Agustus 2019

Acara Akhir Pekan 10 – 11 Agustus 2019

Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019 (Foto: bonabit.com)

SATUHARAPAN.COM – Akhir pekan 10 - 11 Agustus ini akan dimeriahkan pertunjukan teater, pameran kerajinan, festival kuliner, dan bazaar buku murah. Tak ketinggalan beberapa festival budaya antara lain Pekan Raya Lampung 2019 di Lampung, Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Papua, Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019 di Sulawesi Utara, Pasa Harau Art & Culture Festival 2019 di Sumatera Barat.

Berikut acara pilihan Redaksi satuharapan.com, yang dapat menemani pencinta hiburan melewatkan akhir pekan bersama keluarga tercinta

Sabtu, 10 Agustus

Galeri Indonesia Kaya, Pukul 15:00 WIB, Pertunjukan Teater Monolog "Amir Nasution" oleh Teuku Rifnu Wikana

Pertunjukan kali ini berbentuk sebuah pertunjukan teater monolog yang menunjukkan bahwa dalam kehidupan ini, pahlawan datang dalam berbagai bentuk. Teater ini mengisahkan tentang perjalanan seorang pahlawan kehidupan bernama Amir Arsyad Nasution yang telah berjuang menghidupi ketujuh adiknya semenjak ditinggal wafat kedua orang tuanya yang ditabrak mobil truk puluhan tahun lalu.

Amir adalah seorang mahasiswa terbaik yang telah dikirim ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Soeharto saat itu, Habibie serta para menteri, namun harus meninggalkan KKN serta meja hijaunya demi nyawa serta masa depan adik-adiknya. Kini semua bahagia, dan Amir, terduduk di kursinya diakibatkan struk serta kebutaan yang dialaminya dikarenakan diabetes yang dideritanya. Tapi bagi Amir, ia telah berjuang dan merdeka, dan sekarang ia tetap Amir yang punya semangat besar dan akan terus berkarya.

Teuku Rifnu Wikana berteater sejak usia 10 tahun di Pematang Siantar, namun aktif 2003 di  beberapa teater di Jakarta. Sudah banyak pertunjukan yang dijalani, dan pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan, di antaranya Aktor Terbaik, Penulis Naskah Drama Terbaik.

Sudah 49 film dibintangi Teuku Rifnu Wikana. Beberapa penghargaan sudah didapat, di antaranya Best Actor Piala Citra 2017 film Night Bus, Best Actor IMA 2018, Best Writer Piala Citra 2017 (Night Bus), Best Supporting Aktor FFB 2016 (FTV), dan beberapa kali nominasi di beberapa festival.

Main Atrium, Emporium Pluit Mall, Jakarta, Gundam Universe Launching Event

Acara berlangsung pada Rabu (7/8) – Senin (11/8).

Dapatkan berbagai koleksi Gundam terbaru.

Info dan kontak: Facebook: Tamashii Nations South Asia

Summarecon Mall Serpong, Jakarta, Festival Kuliner Serpong 2019

Acara berlangsung pada Kamis (8/8) – Minggu (8/9).

Festival Kuliner yang kita tunggu-tunggu telah hadir. Berbagai hidangan terbaik dengan citarasa khas Bumi Andalas dapat dinikmati di Festival Kuliner Serpong 2019, mulai 8 Agustus 2019.

Tak hanya itu, beragam rangkaian acara menarik juga hadir di Festival Kuliner Serpong 2019!

Info dan kontak: Facebook: Summarecon Mall Serpong – SMS, Twitter & Instagram: @sms_serpong

Kota Kasablanka Mall Jakarta, Pukul 10.00 – Selesai, The 5th Congress of Indonesian Diaspora 2019

Acara berlangsung pada Sabtu (10/8) – Selasa (13/8).

Tahun ini, Kongres Diaspora Indonesia ke-5 digelar di Jakarta  2019, dari jam 10:00 pagi sampai sore hari. Tema besar kongres tahun ini adalah “Empowering Indonesia’s Human Capital”, yang merupakan ekspresi dukungan diaspora terhadap program pemerintah Presiden Jokowi di periode kedua yang memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Sesi-sesi Kongres Diaspora Indonesia ke-5 karenanya dirancang untuk menyorot strategi dan tantangan human capital Indonesia.

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Lebih penting lagi, kongres kali ini sebagaimana biasanya menyajikan berbagai sesi yang informatif dan inspiratif, sekaligus menampilkan tokoh-tokoh diaspora dan tokoh-tokoh tanah air yang berprestasi. Kongres kali ini juga merupakan forum networking yang luar biasa dimana tidak ada jarak apa pun antara peserta dan pembicara serta tokoh-tokoh diaspora siapa pun dia.

Yang berbeda dalam kongres tahun ini adalah akan diadakan ekshibisi pendidikan dan beasiswa (Schoolarship & Education Expo). Ditampilkan berbagai presentasi mengenai prosedur untuk belajar di luar negeri beserta informasi peluang beasiswa dari LPDP, dan dari sejumlah kedutaan negara sahabat seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan lain-lain. 

Bagi  yang ingin mendaftar menjadi peserta acara Kongres Diaspora Indonesia ke-5 caranya cukup mudah, cukup klik di cid5.eventbrite.com

Info dan kontak: Whatsapp: 087777944666 (Andhika), Website: diasporaindonesia.org

Main Atrium, Pluit Village, Festival Kuliner Kopiku Kopimu

Acara berlangsung pada Rabu (7/8) – Minggu (11/8).

Festival Kuliner Kopi event yang wajib dikunjungi dari tanggal 7-11 Agustus 2019 di Pluit Village Main Atrium! Di acara ini ada Manual Brew V60 Competition dan Live Music setiap hari.  

Info dan kontak: Facebook: Pluit Village Mall.

Instagram: @pluit_village

Saumata 2nd Floor – Jalan Alam Utama Kav 12-16 Alam Sutera, Tangerang, Bincang Sehat Bersama Dr Tan Shot Yen “Ini Isi Piringku, Apa Isi Piringmu?”

Masuk gratis.

Sadarkah bahwa asupan makanan Anda sangat berpengaruh terhadap kebugaran tubuh? Kita makan bukan hanya untuk merasa kenyang, namun untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dalam tubuh kita.

Apakah makanan yang kita konsumsi sudah cukup sehat dan seimbang? Apakah isi piring Anda sudah tepat? Sekarang waktunya untuk mengenal isi piring kita agar lebih sehat dan tepat.

Info dan kontak:0817 69 100 26 (whatsapp/sms) / @saumataofficial

Trans Studio Mall Bandung, Pameran Kerajinan BCRAFT 2019 – The 4th Bandung Handicraft Exhibition

Acara berlangsung pada Senin (5/8) – Minggu (11/8).

Trans Studio Mall Bandung mempersembahkan Bandung Handicraft Exhibition ke-4. Jangan lewatkan kesempatan menghadiri salah satu event eksklusif kami untuk melihat dan mendapatkan aneka karya seni kerajinan tangan dengan berbagai kreasi menarik dari seluruh penjuru Indonesia.

Info dan kontak: Facebook: Trans Studio Mall Bandung, Instagram: @transstudiomallbandung, Website: bandung.transstudiomall.com

PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Pekan Raya Lampung 2019

Acara berlangsung pada Minggu (3/8) – Minggu (18/8).

Pekan Raya Lampung (PRL) yang sebelumnya bernama Lampung Fair, hadir kembali di bulan Agustus mendatang.

PRL menjadi agenda Provinsi Lampung yang mengusung tema “Pesta Rakyat untuk Lampung Berjaya” dengan euforia peringatan 17 Agustus mendatang menjadi salah satu tujuan acara tersebut.

Hal baru yang dipersembahkan PRL adalah wahana salju yang merupakan permainan langka di Pulau Sumatera. Acara ini menjadi acara nasional karena turut mengundang provinsi lain yang yang saat ini datanya masih belum dipublikasikan Pemerintah Provinsi Lampung.

Info dan kontak: Telp:Telp: 082298389469, Email: ptorizpro.indomedia@gmail.com,Instagram: @pekanrayalampung2019

Warehouse Gramedia, Pukul 09:00-17:00 WIB, Jl Berbek Industri I No 29-31, Waru, Sidoarjo , Bazaar Buku Murah Grebek Pasar Buku Gramedia 2019

Acara berlangsung pada Kamis (8/8) – Sabtu (10/8).

Kabar baik buat pencinta buku, karena Gramedia Pasar Buku 2019, kembali diadakan dengan konsep Harga Coret. Pencinta buku bisa bawa pulang buku bacaan favorit dengan harga promo mulai dari Rp 10.000 dapat 4 buah buku.

Info dan kontak: Telp: 0318483033, Whatsapp: 082140901139, Instagram: @wholesalebukuatk

Bentara Budaya Bali, Pukul 18.00 WITA – Selesai, Peluncuran Buku Luh Ayu Manik Mas Pahlawan Lingkungan

Program Pustaka Bentara kali ini mengetengahkan peluncuran buku bertajuk Luh Ayu Manik Mas-Pahlawan Lingkungan, bekerja sama dengan BASAbali Wiki ((https://basabali.org). Buku yang ditulis oleh Putu Supartika ini merupakan seri ketiga petualangan Ayu Manik Mas yang dibuat oleh BASAbali Wiki. Sebelumnya berturut-turut diluncurkan dua buku lain, yakni seri pertama Tresna Ring Alas (ditulis I Made Sugianto) pada 4 Mei 2019, dan buku kedua berjudul Ngae Perpustakaan Keliling (ditulis Ari Dwijayanthi) pada 20 Juni 2019.

Pada 2019 BASAbali menerima dua grant dari Asia Foundation. Pertama adalah menerjemahkan sejumlah buku cerita dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Bali. Kedua adalah grant untuk membuat karakter superhero perempuan Bali beserta penulisan tiga kisah petualangannya.

Luh Ayu Manik Mas merepresentasikan sosok perempuan Bali yang tangguh dan mencintai budaya Bali. Karakter perempuan pahlawan super (prawireng putri) ini, lahir dari pemikiran bersama para penulis dan ilustrator dan publik umum, di mana masyarakat diajak untuk menentukan karakter yang cocok sebagai sosok perempuan remaja pahlawan super dari Bali dan perjalanan kisahnya, melalui seluruh platform media sosial BASAbali Wiki, seperti polls yang ada di twitter @BASAbali.

Buku ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati setiap 10 Agustus. Sebagaimana semangat HKAN untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam, pada kisah petualangannya kali ini Luh Ayu Manik Mas dihadapkan pada kenyataan betapa keberadaan plastik sangat membahayakan dan merugikan kehidupan.

Melalui kisah ketiga ini, tim BASAbali mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk aktif dan kreatif dalam mengurangi pemakaian plastik dalam keseharian. Keberadaan tokoh superhero remaja Luh Ayu Manik Mas yang berasal dari Bali dan bangga berbahasa Bali ini diharapkan menjadi pemacu generasi muda untuk tetap mencintai budaya lokal sembari melestarikan lingkungan dengan cara-cara dinamis di era milenial ini. 

BASAbali  adalah kolaborasi para seniman, penulis, praktisi bahasa dan pencinta lingkungan, serta pakar bahasa yang berupaya menjaga alam dan budaya Bali tetap kokoh. Melalui situs web BASAbali Wiki (http://dictionary.basabali.org), BASAbali mengajak masyarakat berpartisipasi aktif mengisi kamus daring tiga bahasa (Bali- Indonesia-Inggris) BASAbali Wiki serta bersama-sama mengembangkan situs web ini menjadi sebuah perpustakaan virtual tentang kebudayaan Bali.

Minggu,  11 Agustus

Kota Wamena Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB)

Acara berlangsung Rabu (7/8) - Minggu (10/8).

Usia ajang akbar ini telah mencapai 30 tahun, sejak pertama dihelat pada 1989. Acaranya terbilang mendunia, sebab dihadiri banyak turis asing dari berbagai negara.

FBLB 2019 menampilkan atraksi kolosal perang-perangan, tari-tarian tradisional (ethai), dan seni merias tubuh dengan ragam aksesori hasil kreasi Suku Hubula, suku asli Papua yang mendiami Lembah Baliem.

Akan ada pula pertunjukan alat musik tradisional (pikon dan witawo), atraksi memasak tradisional (bakar batu), permainan anak (puradan dan sikoko), lempar sege dan karapan babi.

Tradisi Suku Hubula juga bakal ditampilkan, seperti atraksi proses kelahiran, inisiasi atau pendewasaan, pernikahan, pekerjaan, kematian, perang-perangan, dan bagaimana cara memasak tradisonal bakar batu.

Tarian kolosal tahun ini bertemakan "Peradaban". Jumlah penari sekitar 500 lebih yang berasal dari siswa-siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Wamena. Tarian kolosal ini diiringi pula dengan beberapa alunan musik tradisional wilayah pegunungan Papua. Sesuai tema, tarian ini akan menceritakan kehidupan masyarakat Suku Hubula, mulai dari kelahiran, sampai tumbuh dewasa dan bisa bercocok tanam, dan tentang regenerasi. Pada FBLB tahun ini, penyelenggara berencana memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori noken terbesar. Noken adalah tas tradisional masyarakat Papua yang terbuat dari serat kulit kayu dan dibawa dengan kepala.

Noken raksasa itu tengah dirajut oleh sepuluh pekerja atau mama-mama di Kampung Wagawaga, Distrik Kurulu. Panjangnya mencapai 30 meter dan biaya pembuatannya Rp90 juta.

Tomohon, Sulawesi Utara, Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019

Acara berlangsung pada Rabu (7/8) – Senin (12/8).

Agustus ini, kota perbukitan yang indah di Tomohon dekat Manado di Provinsi Sulawesi Utara, akan ditutupi dengan serangkaian bunga dalam berbagai warna yang mekar ketika Festival Bunga Internasional Tomohon berlangsung pada tanggal 7-12 Agustus 2019.

Bersama dengan peserta dari seluruh Indonesia, biasanya festival ini juga diikuti oleh peserta dari beberapa negara lain sehingga acaranya lebih meriah.

Sebagai sorotan utama festival, Turnamen Bunga (atau Parade Bunga) dan Karnaval Busana Bunga melewati jalan-jalan utama di jantung Kota Tomohon pada tanggal 7 Agustus 2019. Parade ini menampilkan kendaraan hias dan aromatik yang megah yang disajikan kabupaten-kabupaten di Sulawesi Utara, perusahaan besar dan provinsi peserta dari seluruh Indonesia, serta negara peserta lainnya. Pameran pariwisata, perdagangan, investasi, florikultura, dan pertunjukan seni dan budaya Nusantara juga diadakan di Stadion Babe Palar.

Tomohon adalah kota yang indah dan sejuk yang terletak di kaki dua gunung besar, Gunung Lokon dan Gunung  Mahawe, hanya satu jam perjalanan dari Manado, ibu kota dan gerbang ke Sulawesi Utara. Produk utamanya adalah bunga, dari krisan kuning dan putih cerah hingga dahlia merah dan ungu, bunga lili wistful dan bunga cerah dan berwarna-warni lainnya yang ditanam tidak hanya di petak besar tetapi juga di kebun di sepanjang jalan utama. Ketika mekar penuh bunga-bunga ini menghiasi seluruh kota.

Tomohon juga dikelilingi keajaiban alam yang tak terhitung jumlahnya karena terletak dilindungi oleh banyak gunung hijau seperti Gunung Lokon, Empung, Tatawiran, Mahawu, Tampusu, Masarang, dan Kasuratan. Di sini juga ada danau yang damai dan tenang untuk berjalan-jalan, seperti Danau Tampusu, Danau Linow, Danau Pangolombian, Danau Sineleyan, Danau Panunuzaean, Danau Linow Oki, dan Danau Kasewean. Sementara bagi mereka yang ingin mendengar deras air terjun yang menyegarkan, sebaiknya pergi ke Tapahan Ronokrok, Tumimperas, Regesan, Ranowawa, Tekaan Telu, Kanderawatu, dan Kinapesutan.

Didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata, Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019 atau Festival Bunga Internasional Tomohon 2019 menetapkan target 200.000 orang untuk menghadiri dan menonton parade eksklusif ini, yang terdiri atas 20.000 wisatawan internasional dan 180.000 pengunjung domestik. Festival Bunga Internasional Tomohon telah mencapai tahun ke-9. Jumlah peserta terus bertambah dari tahun ke tahun.

Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Pasa Harau Art & Culture Festival 2019

Acara berlangsung padaJumat (9/8) – Minggu (11/8).

Terkenal dengan hidangan Rendang dan Padang yang terkenal, acara pariwisata mega tahunan tahunan Tour de Singkarak, dan Menara Jam Jam Gadang yang unik di kota kecil Bukittinggi yang mempesona, Provinsi Sumatra Barat diberkati dengan tempat-tempat menarik dari pemandangan yang menakjubkan hingga arsitektur dan budayanya yang menarik. Rumah dari kelompok etnis Minangkabau, ini adalah tanah di mana tradisi sosial dan budaya kuno dijaga dengan baik dan sangat dihargai.

Pada tanggal 9 – 11 Agustus 2019, tradisi Minangkabau disajikan di Pasa Harau Art & Culture Festival 2019 yang dipusatkan di Lembah Harau yang indah di Kabupaten Limapuluh Kota.

Terletak sekitar satu jam perjalanan dari kota Bukittinggi, Lembah Harau, - kadang-kadang dijuluki sebagai Yosemite Indonesia, - memiliki sawah hijau yang dikelilingi oleh batu granit besar, tempat air terjun yang menyegarkan berjatuhan untuk mengairi ladang.

Festival ini, merupakan perpaduan pasar seni dan ekspresi budaya yang menghadirkan pertunjukan seni dan pameran seni tradisional Minangkabau, terutama dari Kabupaten Limapuluh Kota. Festival ini dimeriahkana dengan permainan tradisional, olahraga, pesta kuliner tradisional, pameran seni dan kerajinan tradisional, serta upacara dan ritual tradisional.

Disajikan dalam format paket tur, festival 3 hari diisi dengan berbagai program menarik yang jarang dilakukan, termasuk: Pertunjukan Musik Kroncong & Sijobang, Seni Bela Diri Silek Lanyah, Upacara Tradisional Arak Riang, Tarian Tradisional Pasambahan, Ensemble Musik Talempong Pacik , Pertunjukan Seni Randai, Tari Piring, Pacu Jawi, dan banyak lagi lainnya.

Pada acara Pasa Harau Art & Culture Festival 2019, wisatawan dan masyarakat diundang untuk berpartisipasi aktif dalam pesta tersebut. Mereka tidak hanya terlibat dalam berbagai pertunjukan, tetapi mereka juga diberi kesempatan untuk tinggal bersama penduduk setempat,  dan mendapatkan kesempatan mengalami aktivitas sehari-hari mereka. Turis dapat tinggal di rumah keluarga lokal. Dengan cara ini mereka berinteraksi satu sama lain juga di berbagai lokakarya dan pertunjukan di seluruh festival, tergantung pada paket pilihan mereka.

Mengambil kata "Pasa", yang dalam bahasa Minangkabau berarti "pasar" sebagai konsep dasar festival, diharapkan bahwa acara tersebut memancarkan perayaan yang meriah.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home