Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 14:39 WIB | Jumat, 13 September 2019

Acara Akhir Pekan 14 – 15 September 2019

Seorang peseta memamerkan busana dalam Fashion Flower Carnival di Malang, Jawa Timur, Minggu (16/9/2018). Kegiatan tahunan tersebut diadakan untuk memberi wadah kepada para desainer muda untuk berkompetisi dan berkreasi menciptakan busana unik. (Foto: Antaranews.com)

SATUHARAPAN.COM – Acara akhir pekan bulan September 2019 akan dimeriahkan pertunjukan vokal , e-sports tournament 2019, dan Pameran Family Fun Days. Tak ketinggalan dilangsungkan beberapa festival budaya, antara lain Malang Flower Carnival 2019, Festival Pesona Moyo 2019 di Sumbawa NTB, Festival Pinisi 2019 di Sulawesi Selatan, dan Tour de Linggarjati di Kuningan Jawa Barat .

Berikut acara pilihan Redaksi satuharapan.com, yang dapat menemani pencinta hiburan melewatkan akhir pekan bersama keluarga tercinta

Sabtu, 14 September

Galeri Indonesia Kaya, Pukul 15.00 WIB, Pertunjukan Vokal Indonesia Timur Rasa NonaRia oleh NonaRia

Indonesia Timur tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya yang indah luar biasa. Talenta musik serta beragam budaya menjadikan Indonesia bagian timur suatu area yang eksotis dan cantik di mata dunia. Nonaria, tiga perempuan berbakat akan kembali hadir untuk menghibur para penikmat seni dengan membawakan lagu-lagu khas Indonesia Timur, seperti Waktu Hujan Sore-sore, Sipatokaan, dan masih banyak lagu Indonesia Timur lainnya dengan aransemen dan jenaka ala Nonaria.

Nona Ria adalah grup musik jazz asal Indonesia. Grup musik yang beranggotakan Nesia Ardi, Nanin Wardhani dan Yasintha Pattiasina ini dibentuk tahun 2012. Nama NonaRia berasal dari "nona-nona ceria". NonaRia sendiri tumbuh besar di Komunitas Jazz Kebayoran.

Formasi awal grup ini digawangi oleh Nesia Ardi, Nanin Wardhani dan Rieke Astari, sebelum akhirnya Rieke keluar dari grup pada tahun 2014. Setelah Rieke keluar, grup musik ini sempat vakum. Pada tahun 2016, Yasintha bergabung dengan NonaRia. NonaRia merilis album Eponim  pada tahun 2018.

ICE BSD City Tangerang, Festival Game BUBU E-Ssports Tournament 2019 – Grand Final

Acara berlangsung pada Jumat (13/9) – Sabtu (14/9).

Dengan tujuan mengubah permainan dengan memanfaatkan kesetaraan gender melalui turnamen Player Unknown’s Battleground Mobile (PUBGM) pria dan wanita, BEST memiliki total hadiah (untuk pria dan wanita) sebesar Rp 750.000.000. Ini juga akan menjadi hadiah terbesar bagi turnamen E-Sports wanita di Asia Tenggara dengan harga Rp 290 Juta, dan pencarian bakat.

Info dan kontak: Facebook: Bubu E-sports Tournament, Instagram: @best.tournament, Website: best-tournament.com

Graha Manggala Siliwangi Bandung, Pukul 10.00-21.00 WIB, Pameran Family Fun Days

Acara berlangsung pada Rabu (11/9) – Minggu (15/9), masuk gratis.

Pameran Family Fun Days, Pameran multiproduk dengan konsep berfokus untuk keluarga.

Info dan kontak: Rival Dika 081220510647

Minggu 15 September

Jalan Ijen, Kota Malang, Pukul 13.00-17.00 WIB, Malang Flower Carnival 2019

Malang Flower Carnival mengangkat tema Padma Nusa. Tujuannya untuk mengeksplorasi keindahan bunga teratai Indonesia. Event ini juga upaya mem-branding Kota Malang sebagai Kota Bunga. Tahun ini, ada perwakilan dari lima negara yang akan menjadi kontestan MFC 2019. Negara itu adalah Jerman, Belanda, Hungaria, Mesir, dan Mali.

MFC memiliki reputasi besar. Mereka telah 32 kali mewakili Indonesia di event besar internasional. MFC pernah meraih juara Best Perform dan Best Costum di Moskwa, Rusia, Oktober 2014. Status juara untuk Best Tradisional Costume Hilo Green Ambassador 2014 juga diraih MFC. Lalu pada 2016, Best National Costume diraih dari Miss Queen Tourism Ambassador International di Kuala Lumpur, Malaysia.

Peserta MFC 2019 dibagi menjadi kategori anak dan dewasa. Peserta karnaval, akan mengenakan busana berukuran besar dan berlenggang di sepanjang Jalan Ijen dengan panjang 800 meter persegi. Kondisi jalannya lurus dan rindang. Cocok digunakan untuk catwalk.

Kategori lomba karnaval tersebut terdapat dua pilihan. Yaitu, kategori anak-anak dan kategori SMA-Umum. Kategori anak-anak diikuti peserta yang berumur 6-13 tahun. Sedangkan kategori umum berlaku unuk peserta berumur di atas 14 tahun.

Kostum-kostum yang dilombakan, dan ikut parade adalah kreasi baru dari para peserta. Sedangkan peserta yang sudah menang tahun lalu tidak lagi bisa mengikuti lomba yang sama.

Meski memajang karnaval kostum bermotif bunga, MFC tetap ramah kepada semua. Event ini disulap menjadi panggung besar ekonomi kreatif. Ada rangkaian kegiatan lain juga yang bisa dinikmati di karnaval ini, seperti tarian kolosal, musik dan tarian, juga kostum dengan tema Indonesia. Ada 6 sub sektor ekonomi kreatif yang terlibat. Mereka ini adalah kuliner, fashion, seni pertunjukan, fotografi, seni rupa, dan seni kriya.

Ajang MFC ini sendiri juga merupakan sebuah pemanasan sebelum mengikuti event tingkat internasional. Dengan kostum atau busana yang berdimensi besar, mereka melenggang di ruas Jalan Ijen yang pada saat acara berlangsung akan menjadi semacam catwalk.

Pulau Moyo Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Festival Pesona Moyo 2019

Acara berlangsung pada Rabu (11/9) – Minggu (29/9).

Festival PesonaMoyo 2019, akan diisi dengan serangkaian acara yang menarik seperti karnaval, pawai budaya, pergelaran budaya, expo UMKM, temu usaha UMKM, dialog pariwisata, jambore, jelajah alam Pulau Moyo, balap sampan, diskusi budaya, gebyar pesta jagung, rantok 1000 denek, pentas budaya empang, balapan kebo.

Gebyar Pesta Jagung akan digelar pada Rabu (11/9/2019) pagi di Taman Mangga Sumbawa Besar, Cultural Parade pada Kamis (12/9/2019) sore, di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Creative Dialogue pada Jumat (13/9/2019) malam, di Istana Dalam Loka, Fishing Tournament Sabtu (14/9) di Pantai Saliper Ate.

Dilanjutkan dengan Welcoming Ceremony of Wonderful Sail to Indonesia 2019 pada Sabtu (14/9) malam di Desa Lab. Jambu Kecamatan Tarano, Saka Buffalo Race pada Minggu (15/9) di Sirkuit Sumer Payung Desa Karang Dima, dan Pasar Potengan yang merupakan event baru di Festival Pesona Moyo 2019 akan digelar pada Minggu (15/9) siang, di Desa Pernek Kecamatan Moyo Hulu, serta Opening Ceremony Festival Pesona Moyo 2019 digelar pada Minggu malam (15/9) di Halaman Kantor Bupati Sumbawa.

Kemudian agenda Temu Usaha akan digelar pada Senin (16/9) juga pada tanggal yang sama diselenggarakan Festival Samba. di Desa Plampang Kecamatan Plampang, Festival Turen Tawer, dan Selasa (17/9) di Desa Muer Kecamatan Plampang.

Event Buffalo Fest  akan digelar pada Rabu (18/9) pagi di Desa Empang Kecamatan Empang, Festival Teba Murin pada Kamis (19/9), di Desa Lenangguar Kecamatan Lenangguar, malamnya dilanjutkan dengan Pemilihan Puteri Intan Bulaeng 2019 di Lapangan Pahlawan, kemudian Main Jaran yang akan diselenggarakan pada Sabtu (21/9) di Lapangan Kerato Angin Laut, dan dilanjutkan dengan Closing Ceremony Festival Pesona Moyo 2019 di tempat yang sama pada Minggu (29/9).

Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, Festival Pinisi 2019

Acara berlangsung pada Kamis (12/9) – Minggu (15/9).

Festival ini merupakan event tahunan yang dilaksanakan oleh Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Festival ini diselengarakan untuk menghormati ketangguhan perahu pinisi yang sudah berkeliling dunia, serta kemegahan hasil karya masyarakat Bugis dalam membuat sebuah perahu.

Selain untuk menarik wisatawan berkunjung ke Tanjung Bira, festival ini juga membuktikan Indonesia dahulu adalah negara maritim yang besar dengan budaya pelaut dan pembuat kapal yang tangguh. Festival Pinisi secara filosofis mengambarkan bahwa orang Bugis harus tangguh menghadapi segala tantangan kehidupan dan zaman.

Pembukaan Festival Pinisi biasanya dilakukan di Pelabuhan Leppe’e di Kalumeme, Ujung Bulu, Bulukumba. Acara dibuka dengan doa-doa dan seni pertunjukan Suku Kajang. Kemudian kapal-kapal pinisi yang berjajar rapi, dilepas menuju Pantai Bira.

Setelah beberapa jam berlayar, sampailah di Pantai Bira. Di pantai tersebut, dalam beberapa hari nantinya akan dilaksanakan beragam acara seni, budaya, maupun aktivitas olahraga. Adapun rangkaian acara Festival Pinisi ini dimulai dengan Festival Dato Tiro, Senandung Kopi Kahayya, Festival Laongruma dan Festival Samindara.

Selain itu juga akan digelar acara Pinisi Expo di Lapangan Pemuda, Carnaval Budaya menggunakan pakaian adat Kajang, Wisata Rally Pinisi, Ritual Adat Ammatoa Kajang, Opera Rakyat Butta Panrita Lopi dan Peluncuran Perahu Pinisi yang dikenal dengan Annyorong Lopi di Bonto Bahari .

Closing Ceremony di Kawasan Wisata Pantai Bira yang akan dihibur artis Ibukota serta agenda lain yang tak kalah menariknya. Selain itu ada Pinisi Ekspo yaitu, pameran multiproduk UMKM dan kuliner yang bakal membuat wisatawan betah. Selain itu ada konten kegiatan ritual peluncuran perahu Pinisi yang dikenal dengan Annyorong Lopi.

Ada juga Wisata Rally berupa kontes otomotif. Selain itu kontes modifikasi motor dengan mengusung tema budaya dan Pinisi juga siap menyapa. Kegiatan Carnaval Budaya pun tak lupa ditampilkan. Berbagai pertunjukan seni dan budaya Butta Panitia Lopi Bulukumba bakal hadir, memenuhi hasrat wisatawan. Nah yang seru ada kontes foto dan video bagi pencinta fotografi. Tema besarnya Objek Wisata Bulukumba dan Festival Pinisi 2019.

Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Tour de Linggarjati

Acara berlangsung pada Jumat (13/9) – Minggu (15/9).

Tour de Linggarjati (TDL) 2019 merupakan event balap sepeda internasional yang diselenggarakan untuk ke-5 kalinya di Kabupaten Kuningan, dan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata.

Ratusan atlet balap sepeda telah mendaftar partisipasi dalam Tour de Linggarjati (TDL) Kuningan ke-5 tahun 2019. Hingga Selasa, 10 September 2019, sudah ada 451 orang. Calon peserta sebanyak itu berasal dari sejumlah klub dan atlet balap sepeda profesional berbagai kelas di Indonesia serta sejumlah negara lain.

Selain balap sepeda, TDL 2019 juga akan diisi kegiatan fun bike yang akan diikuti 4.000 orang, dan kompetisi BMX Free Style dengan calon peserta terdaftar sudah mencapai 70 orang. Di antara peserta TDL 2019, ada atlet balap sepeda profesional berbagai kelas yang jumlahnya mencapai 59 orang. Ada dari tim Johor, Terengganu, Nasional Team, Team Sapura dari Malaysia, Team Singapore Cycling Team dari Singapura, Go For Gold dari Filipina, serta dari negara Slovenia, Jerman, dan Iran.

 

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home