Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 13:54 WIB | Jumat, 17 Mei 2019

Acara Akhir Pekan 18 – 19 Mei 2019

Asia Afrika Festival 2019 di Bandung pada Minggu (19/5). (Foto: triptrus.com)

SATUHARAPAN.COM – Pertunjukan teater, festival kuliner Ramadan, pameran properti, juga Festival Budaya Isen Mulang 2019 di Kalimantan serta Asia Afrika Festival 2019 di Bandung, akan memeriahkan akhir pekan Anda di bulan Mei ini.

Berikut acara pilihan Redaksi satuharapan.com, yang dapat menemani pencinta hiburan melewatkan akhir pekan bersama keluarga tercinta

Sabtu, 18 Mei

Galeri Indonesia Kaya, Pukul 15.00 WIB, Pertunjukan Teater KBHGN oleh Teater SIM (Suara Inspirasi Muda) X Yajugaya

Punya karier menjulang, jadi Ibu, dipuji secara tampilan, hingga sesederhana dikejar pemujanya adalah KBHGN bagi perempuan. Kebahagiaan? Atau kebohongan? Dipapar melalui monolog, dialog, dan kepingan sketsa cerita.

Teater SIM adalah teater yang dinobatkan sebagai teater senior oleh Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2002 karena berhasil menjuarai tiga kali berurutan ajang Festival Teater Jakarta (FTJ) 2000, 2001, 2002. Tahun ini bekerja sama dengan Yajugaya mengkolaborasikan keaktoran dan kekuatan makna kata dalam penyampaian pesan.

Yajugaya Divisi Kesenian adalah kelompok yang terjadi ibarat cinta, tanpa peran kesengajaan. Lingkaran berisikan persona berbeda-beda, namun satu angguk dalam penyampaian informasi secara “ya juga ya” kepada audiens.

Sky House Alam Sutera, Tangerang, Pukul 15.00 – 21.00, Bazaar Coolinary Ramadhan

Acara berlangsung pada Sabtu (18/5) – Minggu (26/5).

Ikuti bazaar murah Ramadhan cocok untuk UKM, makanan, minuman, dan barang multiproduk Ramadan.

Bazaar Ramadan ini akan diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 26 Mei 2019 bertempat di Sky House-samping IKEA Alam Sutera, Tangerang. Lokasi strategis di pinggir jalan dan dekat dengan pintu keluar-masuk Tol Alam Sutera.

Info dan Kontak: 087741215906

Avenue of the Stars, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Kemang BBQ Party

Acara berlangsung pada Jumat (17/5) – Minggu (26/5).  

Bagi yang bosan dengan makanan yang itu-itu saja, dan mencari tempat kulineran yang berbeda dengan diringi live music, bisa mampir ke Kemang BBQ Party Chapter 36th yang menyajikan kuliner bercita rasa yang berbeda-beda dan siap menggoda lidah namun tetap murah di kantong.

Kemang BBQ Party menjadi surga kuliner malam di daerah Jakarta. Jadi ketika merasa lapar sepulang kerja atau baru selesai kuliah malam, tak perlu khawatir, yuk merapat ke Kemang BBQ Party.

Konten Event: Live Music Performance, Culinary Talkshow, Bazaar, And many more

Info dan Kontak: Hotline 1 : 0821-1656-8824, Hotline 2 : 0821-2450-5732.

Glamour Level, Paris Van Java, Bandung, Mom & Kids Fair 2019

Acara berlangsung pada Senin (6/5) – Minggu (26/5).

March Organizer dan Paris Van Java mempersembahkan Mom & Kids Fair!

Bertempat di area Glamour dan Concourse Level berlangsung mulai 6 – 19 Mei 2019. Event ini dimeriahkan berbagai tenant fashion untuk si buah hati!

Juga dimeriahkan oleh penampilan sekolah musik, tari ballet, live DJ Kids, dan berbagai perlombaan. Dapatkan lucky dip berhadiah jutaan rupiah!

Info dan kontak: Email: info@marchorganizer.com, Instagram: @marchorganizer

City of Tomorrow (CITO) Waru Surabaya, Ramadan Property Expo 2019

Acara berlangsung pada Sabtu (19/5) – Minggu (26/5).

Pasar properti kembali bangkit pada 2019. CPA kembali ambil bagian menyemarakkan geliat pertumbuhan properti Indonesia di tahun 2019, dengan menggelar pameran properti yang berharap untuk bisa menjadi wadah dalam mempertemukan antara pengembang dan masyarakat, dalam membantu menemukan hunian terbaik yang paling menguntungkan.

Bagi para pengembang yang ingin memasarkan produk propertinya, baik yang berlokasi di Jawa Timur maupun luar Jawa, begitu juga lokasi hunian yang berada di luar negeri, silakan bergabung dengan pameran kami.

Info dan kontak: 031 8417788 , 031 8477788

Whatsapp: 085785707567, 081357311028 , 0818587187

Bentara Budaya Bali, Pukul 17.00 WITA, Pembacaan Puisi Karya, Musikalisasi & Dialog

Penyair Reina Caesilia adalah nama akrab dari Caesilia Nina Yanuariani, yang hingga berpulangnya pada 2 April 2019, belum sempat menerbitkan buku antologi tunggal puisinya. Dilahirkan di Surakarta, 29 Januari 1965, tapi besar di Singaraja hingga tamat di SMAN 1 di kota tersebut, sosok pendiam ini sesungguhnya terbilang produktif menciptakan karya-karya puisi dan esai sedini masa SMA-nya.

Sebagai penyair, Reina terbilang gigih, aktif bergaul dalam berbagai komunitas sastra, serta kerap menghadiri berbagai pertemuan, termasuk di Jatijagat Kampung Puisi (JKP) Bali di bawah arahan Umbu Landu Paranggi. Puisi-puisinya terbit di berbagai media serta terangkum dalam berbagai kumpulan bersama, semisal “Saron“ (2018), “Klungkung: Tanah Tua Tanah Cinta“ (2016), “Dari Negeri Poci 6: Negeri Laut“ (2015), “Dendang Denpasar Nyiur Sanur“ (2013), “Pedas Lada Pasir Kuarsa“ (2009), dan lain-lain.

Bakatnya mulai terasah dengan perhatian yang lebih sungguh setelah terlibat di dalam tahapan pawai, kompetisi dan budaya di Bali Post, di mana Umbu Landu Paranggi sebagai mentor atau redaktur yang tak segan memuat karya-karyanya secara “solo run“ atau sendiri dengan sejumlah karya pilihan yang unggul.

Jauh sebelum mengemuka perdebatan perihal feminisme dalam susastra Indonesia, Reina, melalui karya-karya puisinya yang bersudut pandang perempuan, telah meluapkan gugatan terhadap budaya patriarki yang dirasa tidak adil dan menghalangi kebebasan berekspresinya sebagai kreator.

Karya-karyanya tak hanya bersifat soliloqui, yang soliter, melainkan juga menyuratkan pesan-pesan yang bersifat solider, sebentuk kepedulian pada hal-hal sosial, namun tetap diungkap dengan bahasa yang segar penuh metafor. Dibandingkan angkatan kompetisinya di Bali Post, puisi-puisi Reina Caesilia tak sedikit yang bersifat naratif dengan deskripsinya yang terjaga. Hal ini mengingatkan sisi dirinya yang sempat mendalami secara sungguh bidang jurnalistik sebagai wartawan hingga posisi redaktur dari mulai di Bali Post, Nusa Bali hingga media-media online belakangan.

Sosoknya yang terbilang pendiam dan penyendiri namun juga kukuh dan keras atau tegas, tergambar pada keputusannya untuk meninggalkan posisi-posisi di berbagai media, termasuk keputusannya untuk berpindah jurusan dari Sastra Inggris ke Sastra Indonesia, di Fakultas Sastra Universitas Udayana, bahkan kemudian memilih keluar (tidak tamat). Ia kemudian menyelesaikan sarjana (S1) di FIKOM Universitas Dwijendra, Denpasar.

Karya-karya dan sosok Reina Caesilia akan dibahas oleh sastrawan Wayan Jengki Sunarta, adapun kiprah dan pergaulan kreatifnya akan ditimbang oleh penulis dan pengamat seni budaya Hartanto Yudo Prastyo. Termasuk bahasan pentingnya sebentuk Lembaga Solidaritas bagi peseduluran susastra di Bali.

Minggu, 19  Mei

Bandung, Asia Afrika Festival 2019

Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, membuat sejarah dunia 64 tahun yang lalu ketika para pemimpin dari 29 negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan dari berabad-abad pemerintahan kolonial, berkumpul dan bergandengan tangan di Konferensi Asia Afrika (KAA) Pertama. Mereka bertekad untuk membuat jalan mereka sendiri ke masa depan.

Dalam rangka memperingati momen yang sangat penting ini dalam sejarah internasional, Asia Afrika Festival akan kembali mengumandangkan semangat persatuan di antara negara-negara Asia-Afrika pada tanggal 19 Mei 2019 di Bandung.

Asia Afrika Festival 2019 akan diisi dengan acara yang menarik seperti: Karnaval Afrika Asia, Konferensi Pemuda, Unity Run, Cultural & Tourism Expo, dan Kompetisi Foto & Film Pendek.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Karnaval Asia Afrika adalah sorotan utama peringatan ini. Karnaval akan berlangsung di Jalan Asia Afrika, jalan yang tepat di mana para pemimpin dan delegasi dari dua benua melakukan perjalanan bersejarah ke Gedung Merdeka (Sekarang Museum Konferensi Asia Afrika). Karnaval ini akan menampilkan berbagai atraksi seni dan budaya dari negara anggota konferensi. Menyemarakkan perayaan, juga akan ada perwakilan dari semua kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Palangkaraya, Festival Budaya Isen Mulang 2019

Acara berlangsung pada Sabtu (18/5) – Jumat (24/5).

Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah, akan mengadakan Festival Budaya Isen Mulang 2019 pada tanggal 18 – 24 Mei 2019. Festival tahunan ini akan menampilkan beragam budaya dari berbagai etnis di provinsi ini.

Seperti biasa, Festival Budaya Isen Mulang 2019 akan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya, permainan, dan kompetisi, serta Kontes Kecantikan Wisata Kalimantan Tengah.

Dalam bahasa lokal, "Isen Mulang" berarti "tidak pernah mundur", yang merupakan moto Palangkaraya yang menggambarkan keberanian rakyatnya. Festival itu sendiri diadakan setiap tahun, untuk mempromosikan budaya provinsi yang unik dan beragam dan untuk menginspirasi seniman muda dan lokal untuk terus melestarikan warisan budaya untuk generasi berikutnya.

Pembukaan acara akan berlangsung di Bundaran Besar Palangkaraya, diikuti oleh sorotan utama festival, karnaval budaya. Karnaval ini akan menampilkan ribuan peserta dari semua kota dan kabupaten di provinsi ini. Itu akan mulai dari kantor gubernur, melewati Istana Isen Mulang, bersama dengan jalan-jalan utama kota, sebelum kembali ke Bundaran Besar. Dalam karnaval, jalan-jalan di Palangkaraya akan dipenuhi dengan tarian tradisional etnis Dayak yang mengenakan kostum dan aksesoris tradisional yang penuh warna, serta banyak atraksi lainnya.

Untuk memeriahkan acara, akan diadakan sejumlah kompetisi termasuk kompetisi fotografi, kompetisi perahu tradisional Jukung, festival kuliner tradisional, dan kompetisi tarian dan lagu tradisional. Akan ada juga permainan dan kompetisi tradisional yang unik, seperti Lawang Sakepeng (seni bela diri), Meneweng Manetek dan Manyila Kayu (pemotongan kayu), Karungut (lagu rakyat), Balogo (permainan anak-anak tradisional), Habayang (permainan pemintalan), Mangenta (masakan tradisional), Besei Kambe (tarik tambang di atas kapal), dan banyak lagi.

Salah satu acara yang paling menarik adalah Sepak Sawut yang merupakan pertandingan sepak bola menggunakan bola api.

Kalimantan Tengah, yang didominasi oleh suku Dayak asli, dikenal sebagai paru-paru dunia karena hutan hujan tropisnya yang luas dan subur. Rantai gunung utara, Schwaner Range, adalah rumah bagi beberapa hutan yang paling murni di seluruh pulau Kalimantan

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home