Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 15:42 WIB | Jumat, 21 April 2017

Acara Akhir Pekan 22- 23 April 2017

Ilustrasi: Lagu Untuk Perempuan oleh Ifa Fachir and His Mini Orchestra. (Foto: indonesiakaya.com)

SATUHARAPAN.COM – Pertunjukan musik dan teater, pameran lukisan, pemutaran film, juga bazaar, hingga pemilihan Abang dan Nona Jakarta akan mewarnai dan memeriahkan akhir pekan ini di Ibukota. 

Beberapa acara yang berlangsung juga memiliki tema dalam rangka memperingati hari Kartini, yakni pertunjukan musik dan tari, pemutaran sejumlah film yang merefleksikan ketangguhan sosok perempuan. Selain itu juga beberapa acara kreativitas anak muda lain, dapat dinikmati pada akhir minggu ini.

Berikut acara pilihan Redaksi satuharapan.com, yang dapat menemani pencinta hiburan melewatkan akhir pekan bersama keluarga tercinta.

 

Sabtu, 22 April 2017

Galeri Indonesia Kaya, pukul 15.00: Pertunjukan Musik Orkestra Lagu untuk Perempuan

Galeri Indonesia Kaya di Grand Indonesia Shopping Town Lantai 8, Jakarta Pusat, menjadi tempat Pertunjukan Musik Orkestra Lagu untuk Perempuan oleh Ifa Fachir and His Mini Orchestra.

Memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, Ifa Fachir menampilkan bintang tamu seperti Rizky Febrian, Mikha Tambayong, Ify Alyssa, Radhini, Kamila, Yeshua Abraham, Rick Karnadi, dan Maudy Koesnaedy.

Pertunjukan ini menampilkan mini orkestra yang berkolaborasi dengan bintang tamu dengan lagu-lagu masa kini dan tempo dulu yang dibuat untuk atau terinspirasi oleh perempuan, dengan harapan pertunjukan ini dapat dinikmati penonton dari berbagai generasi.

Bentara Budaya Jakarta, mulai pukul 10.00: Pameran Lukisan Wasangka

Bentara Budaya Jakarta menghadirkan pameran seni rupa Wasangka, 23 – 30 April 2017, menampilkan karya-karya dengan eksplorasi dari rasa ‘ketakutan’ yang disebabkan dorongan dari dalam dan luar manusia. Pameran ini akan menampilkan karya-karya dari empat seniman muda Jakarta: Gadis Fitriana, Giri Dwinanto, Kusno Drajat, dan Walid Syarthowi. Pameran ini dikuratori Asep Topan.

Bentara Budaya Bali, pukul 17.00: Pertunjukan Film Bukan Perempuan Biasa

Sinema Bentara kali ini menghadirkan film-film seputar sosok perempuan, dalam aneka peran dan perspektifnya, merujuk tajuk “Bukan Perempuan Biasa“, yang dilakoni bintang sohor Christine Hakim. Ia memerankan sosok perempuan ulet dan gigih serta mandiri meski ditinggal suaminya. Bukan Perempuan Biasa (1997) disutradarai oleh Jajang C Noer dan skenarionya digarap oleh Arifin C Noer.

Sinema Bentara April ini memaknai perayaan Hari Kartini. Kita akan menyaksikan penampilan cemerlang Christine Hakim dan Dian Sastrowardoyo lewat film Pasir Berbisik (Indonesia, 2001, Nan Achnas). Film tersebut meraih penghargaan Best Cinematography Award, Best Sound Award, dan Jury's Special Award For Most Promising Director untuk Festival Film Asia Pacific 2001.

Dian Sastrowardoyo sendiri setelah Ada Apa Dengan Cinta 2, bermain sebagai Kartini dalam film besutan sutradara Hanung Bramantyo akan ditayangkan perdana bulan April tahun ini. 

Di samping itu, akan ditayangkan pula sejumlah film lintas bangsa peraih berbagai penghargaan nasional dan internasional yang merefleksikan ketangguhan sosok perempuan di tengah kemelut hidup yang serba tidak mudah. Film-film tersebut di antaranya: Marguerite (Prancis, 2015, Sutradara: Xavier Giannoli); Four Minutes (Jerman, 2006, Sutradara: Chris Kraus); dan La Ciociara (Italia, 1960, Sutradara:  Vittorio De Sica). 

Kopi Endeus, Bandung: Bazaar Branded Fashion Market Boys (BNIB/2nd hand)

Kopi Endeus di Jl Hasanudin No 28, Bandung, menggelar event “Boys Branded Fashion Market”.

Dapat dijadikan area hunting bareng barang-barang branded keren BNIB atau preloved! All item original dengan harga miring pastinya.

Info dan kontak: Facebook: KopiEndeus, Instagram: @kopiendeus

Ciputra Artpreneur Ciputra World Jakarta: Pameran Lukisan Arti & Siobhan: “A Conversation Between a Potter and a Painter”

Pameran Lukisan Arti & Siobhan “A Conversation Between a Potter and a Painter” berlangsung pada  Kamis (20/4) – Sabtu (22/4), dengan kurator Deborah Iskandar.

Hutan Kota Serengseng, Jakarta Barat, pukul 15:00 WIB –selesai: Kegiatan  Camping dan Pertunjukan Seni “Hutan Jakarta” 

Memperingati Hari Bumi, Komunitas Seru Bareng Jakarta berkerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni Dinas Kehutanan, Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, mengadakan kegiatan sosial “Hutan Jakarta”.

Hutan Jakarta adalah singkatan dari “Hari Untuk Anak Jakarta” dengan jargon tagline “Bukan untuk Hura-Hura!”, yang konsep kegiatannya merupakan sebuah jambore sederhana yang diisi dengan Camping, Kolaborasi Alam, dan Seni. Acara ini berlangsung pada Sabtu (22/4) – Minggu (23/4).

Kegiatan ini bertujuan agar generasi muda, terutama yang belum mengetahui di Jakarta terdapat banyak sekali hutan kota yang bisa dijadikan sebagai sarana kegiatan positif, tempat sharing dan belajar, selain sebagai tujuan alternatif liburan keluarga khususnya warga Jakarta.

Hutan Jakarta juga berkolaborasi dan mengundang berbagai komunitas kreatif di Jakarta seperti Komunitas Foto Kelas Pagi, Komunitas Stand Up, Komunitas Film, Komunitas Puisi hingga Komunitas Harmonika yang ada di Jakarta.

Dalam acara ini akan ada program pembersihan hutan, menghias hutan kota agar lebih menarik, dan terutama ada workshop peduli lingkungan dan penanaman bibit pohon. Jadi selain peserta mendapatkan edukasi untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, Hutan Kotanya tersebut juga mendapatkan pohon-pohon baru untuk terus aktif berfungsi sebagai paru-paru kota.

Acara Hutan Jakarta ini diramaikan musisi-musisi indie yang peduli dan ingin terlibat dalam usaha pengaktifan dan pelestarian Hutan Kota seperti Ari Reda, Marco Marche, Sarah N Soul, Rull Darwis, dan salah satu pendiri Mahasiswa Pencinta Alam, Opa Herman Lantang, yang merupakan sahabat dari Soe Hok Gie, ingin terlibat dalam sebuah kegiatan positif yang akan berlanjut ini.

 

Minggu, 23 April 2017

Galeri Indonesia Kaya, pukul 15.00: Pertunjukan Tari Tradisional Pusako Bundo

Krida Loka menggelar Pertunjukan Tari Tradisional “Pusako Bundo” di Galeri Indonesia Kaya.

 “Pusako Bundo” mengisahkan dua perempuan bersaudara yang gemar menari. Sang kakak merantau ke Ibukota, sementara sang adik masih tinggal di kampung halaman bersama kedua orang tuanya. Suatu hari ketika sang kakak pulang ke kampung halaman, terjadi perselisihan antara keduanya, yang diakibatkan oleh perbedaan pendapat mengenai kesenian mana yang lebih bagus, modern ataupun tradisional. Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Amak dan Bapak untuk meleraikan perselisihan antara keduanya?

Krida Loka merupakan komunitas penggiat seni yang anggotanya terdiri atas individu yang memiliki beragam latar belakang, mulai dari yang masih berstatus sebagai mahasiswa hingga yang sudah bekerja. Mereka yang tergabung dalam komunitas ini memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin melestarikan kebudayaan nusantara, khususnya seni tari dan musik tradisional.

Assembly Hall, Jakarta Convention Center: Jakarta International Jewellery Fair 2017

Kesempatan untuk menyaksikan produk perhiasan terbaru 2018. Setiap peserta akan memamerkan produk-produk terbaru dalam Jakarta International Jewellery Fair 2017, yang akan dimeriahkan peragaan produk Trend Perhiasan 2018.

Acara: Lucky Draw, Jewellery Show Goldman, Trend Perhiasan 2018.

Harga Tiket Masuk: Gratis

Informasi: Facebook: Indonesia Jewellery Fair, Twitter: jewelryfair, Web: indonesiajewelleryfair.com, Email: jayaevents@yahoo.com.

Main Atrium, Pluit Village Mall, Jakarta: Infinite Informatics Festival

Konten Event: Sponsor Exhibition, Bazaar, Fun Challenge

Kompetisi : Dota 2, Cosplay (Jeanice Ang), Costreet (Echow), B-boy 1 on 1 (Billy Killbill), Modern Dance (Pram Akso), Total Hadiah: Rp 30.000.000. Informasi: Eldo 0812 9728 5185, Line ID: eldowijaya8.

Bentara Budaya Bali, Pukul 19.00: Pertunjukan Tari Legong Klasik Gaya Bedulu: Upaya Revitalisasi

Legong merupakan tarian klasik yang mula-mula berkembang di lingkungan istana (keraton) di Bali serta diperkirakan telah ada sejak abad ke-19. Sebagaimana diyakini dalam Babad Dalem Sukawati, tari Legong ini bermula dari mimpi Dewa Agung Made Karna, Raja Sukawati yang bertakhta tahun 1775-1825 M. Dalam mimpinya ketika bertapa di Pura Jogan Agung, Ketewel, ia menyaksikan bidadari menari gemulai mengenakan hiasan kepala yang terbuat dari emas. Ketika pertama kali dipentaskan, tarian ini disebut Sang Hyang Legong.

Piazza Mall Gandaria City, pukul 18.30-22.00:  Malam Keakraban Pemilihan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu 2017

Dalam rangka mendukung program wisata Balaikota yang diprakarsai oleh Pemprov DKI Jakarta, Ikatan Abang None Jakarta Kepulauan Seribu turut memeriahkan program ini dengan menampilkan kegiatan Malam Konser Bhinneka Tungal Ika.

Penasaran seperti apa meriahnya acara ini? Yuk BangNon isi libur akhir pekan ini dengan dengan mengenal Budaya Nusantara lebih dalam. #EnjoyJakarta #AbnonSeribu #AbnonJKT17

Editor : Sotyati

Back to Home