Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Reporter Satuharapan 17:07 WIB | Jumat, 29 November 2019

Aceh Akan Bangun Konservasi Badak Sumatra

Badak sumatra di TNKW Waykambas, Provinsi Lampung. (Foto: Antara/Muklasin/T.subagyo)

LAMPUNG TIMUR, SATUHARAPAN.CCOM - Pemerintah Provinsi Aceh akan membangun konservasi badak Sumatra atau Suaka Rhino Sumatra (SRS) lokasinya di Kabupaten Aceh Timur.

"Di Aceh akan ada tempat konservasi badak Sumatra," kata Ketua Lembaga Wali Nangroe Aceh Malik Mahmud di Lampung Timur, Jumat (29/11).

Sehubungan itu, Pemerintah Provinsi Aceh dan Aceh Timur belajar konservasi ke Taman Nasional Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur.

"Dalam dua hari ini kami banyak belajar di Way Kambas, kami banyak dapat ilmunya," ujar Malik Mahmud.

Menurut dia, pihak Balai TNWK dan Yayasan Badak Indonesia (YABI) siap membantu mendampingi mengembangkan konservasi badak di Aceh Timur.

Dia menyatakan tahap pembuatan kawasan konservasi badak sumatra di Aceh Timur sudah dimulai.

Rombongan Pemerintah Provinsi Aceh dan Aceh Timur yang dipimpin Lembaga Wali Adat Nangroe Aceh, belajar konservasi ke TNWK sejak Kamis (28/11) kemarin.

Tempat yang pertama dilihat rombongan adalah Suaka Rhino Sumatra yang dihuni tujuh ekor badak Sumatra.

Pada Jumat ini, rombongan mengunjungi Pusat Latihan Gajah Jinak (PLG) Taman Nasional Way Kambas.

Kepala Balai TNWK Subakir mengatakan pihaknya menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi Aceh membuat tempat konservasi badak sumatera.

"Saya mendukung sekali," katanya.

Subakir mengemukakan, Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung adalah penjaga gawang Pulau Sumatra sebelah timur dan Aceh adalah penjaga gawang Pulau Sumatera sebelah barat.

"Kalau dua pintu gerbang ini ada tempat konservasi badak, badak Sumatra in syaAllah bisa diselamatkan," ujarnya.

Subakir meyakini, upaya penyelamatan badak sumatera di Aceh dengan membangun kawasan badak sumatra berhasil.

"Saya yakin Aceh berhasil, karena ada Suaka Rhino Sumatra, apalagi di Aceh hutannya masih bagus dan stok pakannya banyak," jelasnya.

Subakir menyatakan, pihaknya siap membantu Pemerintah Provinsi Aceh.

"Kalau sudah ada surat izin permohonannya secara resmi dari sana, dan pak Dirjen KLHK setuju, kita kirim personelnya," ujarnya.

Mantan Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Lampung ini mengingatkan, badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) saat ini tersisa sekitar 80 ekor. 

"Dari 80 ekor yang tersisa di hutan Sumatera, 40 di antaranya hidup di alam hutan Taman Nasional Way Kambas. Sisanya tersebar di sejumlah taman nasional di Pulau Sumatra," kata Subakir.

Subakir menyebutkan, 7 ekor badak sumatera berada di pusat penangkaran badak sumatera atau Suaka Rhino Sumatera TNWK, sedangkan  33 ekor hidup di alam Hutan Way Kambas.

"Hasil penelitian para peneliti, di Sumatera ini hidup badak sumatera sekitar 80 ekor, Sebanyak 80 itu terbagi di sejumlah taman nasional di sumatera, yang paling banyak badak sumatera hidup di Taman Nasional Way Kambas. Ini 'real' kata para peneliti," katanya.

Menurut Subakir, TNWK paling banyak menyimpan badak sumatra karena habitatnya aman dari perambah hutan.

"Way Kambas aman karena tidak ada perambah hutan. Kalau ada perambah satwanya akan kalah. Dan di Hutan Way Kambas ini Alhamdulillah jauh dari perambah sehingga badak berkembang biak," ujarnya.

Di Negeri Malaysia, Badak setempat sudah punah. Harimau Jawa pun telah dinyatakan punah.

Sehubungan itu, upaya konservasi menyelamatkan satwa Badak Sumatra harus didukung.

"Intinya badak sumatra harus di selamatkan, apapun yang terjadi badak sumatra jangan sampai punah," ujarnya. (Ant)

 

Zuri Hotel
Back to Home