Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Endang Saputra 06:08 WIB | Rabu, 11 Januari 2017

AHY: Jakarta Harus Dipimpin Oleh Orang yang Manusiawi

Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Endang Saputra)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar kampanye tatap muka dengan warga RT 04/RW 01 Kelurahan Pulo Gadung, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta  Timur hari Selasa (10/1).

Dalam kampanye itu Agus mengatakan kepada warga Pulo Gadung bahwa Jakarta harus dipimpin oleh orang yang menusiawi tidak menyakiti masyarakat.

“Jakarta harus dipimpin oleh orang yang manusiawi dipimpin yang mencintai rakyatnya bukan hanya orang yang bisa menyakiti rakyat oleh karena itu jangan sia-siakan kesepempatan ada di depan mata kita,  tanggal 5 Februari 2017 datang ke TPS untuk mencoblos,” kata Agus saat berkampanye di Kelurahan Pulo Gadung, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, hari Selasa.

Setelah mengatakan itu, Agus mengajak warga untuk memilih dia yang berpasangan dengan Sylviana Murni sebagai calon wakil gubernur.

“Jangan lupa coblos nomor satu, dan saya dan Sylviana akan meningkatkan kesejahteraan rakyat mengurangi kemiskinan dengan program langsung sementara kita ingin mengurangi kemiskinan yang ada di lingkungan keluarga kita, kita ingin mengembangkan usaha pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan modal usaha tanpa bunga 50 juta kita kembangkan UMKM, jangan sampai ke depan ada warga yang digusur, jangan sampai ada lagi PKL yang dikejar-kejar tidak jelas semua harus kita lindungi Jakarta milik kita semua milik rakyat Jakarta bukan dari sebagian orang saja,” kata dia.

Dalam kesempatan itu,  Agus berjanji tidak akan menggusur permukiman warga dalam menata Ibu Kota. Selain itu, Agus kembali menyinggung tentang bantuan dana bergulir Rp 1 miliar per RW setiap tahun yang merupakan salah satu program unggulannya.

“Kita mempunyai program perdayaan komunitas RP 1 miliar per RW setiap tahun, untuk memperdayakan lingkungan menghidupkan PKK, menghidupkan Posyandu, Karang taruna, jumantik, insya allah itu bisa kita wujudkan, jangan sampai salah pilih akan sengsara 5 tahun kedepan, jangan kita sampai sedih menangis 5 tahun kedepan, jaga jangan ada kecurangan harus kita awasi,” kata dia.

“Jangan sampai hanya ada sebagian kelompok saja yang menikmati pembangunan ini, setuju? dan membangun Jakarta tanpa harus menggusur warganya”.