Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Sotyati 07:55 WIB | Selasa, 12 Juni 2018

Aida Garifullina, Soprano Rusia di Panggung Piala Dunia 2018

Penyanyi soprano Rusia, Aida Garifullina. (Foto: HighRes Audio)

MOSKWA, SATUHARAPAN.COM – Rusia, tuan rumah laga Piala Dunia FIFA 2018, menampilkan penyanyi sopranonya, Aida Garifullina, memeriahkan acara pembukaan di Stadion Luzhniki, Moskwa 14 Juni nanti. Beda ajang laga, penampilan Garifullina akan mengingatkan pada penampilan penyanyi soprano Spanyol Montserrat Caballe dan Teresa Berganza di acara pembukaan Olimpiade Barcelona 1992.  

Aida Garifullina (31 tahun) dipilih untuk bergabung dengan penyanyi, pencipta lagu, aktor Inggris, Robbie Williams (44 tahun) dan bintang sepak bola Brasil era 1993 – 2011 yang berjuluk “O Fenomeno”, Ronaldo (41 tahun).

“Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi bagian dari perayaan besar ini, Piala Dunia, yang terjadi di negara saya sendiri,” kata Aida Garifullina. “Dan, pada 15 Juli, kami akan mencari tahu mimpi siapa yang akan menjadi kenyataan dalam momen yang sangat berharga ini, kembali di panggung yang sama, setelah pesta  sepak bola selama sebulan di Rusia,” kata solois dari Vienna State Opera ini, seperti dilansir berita resmi Piala Dunia FIFA 2018.

Kerja Keras

Soprano Aida Garifullina (31 tahun) dilahirkan di Kazan, ibu kota Tatarstan, 804,7 km dari ibu kota Rusia, Moskwa. Ibunya, konduktor paduan suara, mengenali bakat menyanyi putrinya sejak dini. Pada usia 5 tahun, Aida kecil bahkan sudah berani tampil di televisi untuk mengikuti suatu kejuaraan menyanyi di Moskwa.

Keseriusan untuk menekuni seni olahvokal ia buktikan dengan mengikuti kursus menyanyi privat sejak kecil. Ia mengorbankan waktu bermain dengan boneka dan bermain bersama teman-teman karena tidak punya waktu cukup. Sepulang sekolah, ia harus mengikuti sekolah vokal, sekolah balet, dan kursus menggambar.    

“Pada akhirnya saya harus memilih. Saya meninggalkan yang lain dan memilih menyanyi,” katanya, dikutip dari laman deccaclassic.com.

Keseriusan itu mengantarkannya meraih beasiswa dari Wali Kota Kazan. Pada usia 17 tahun ia meninggalkan keluarganya untuk hidup mandiri demi memperdalam seni olahvokal di Hochschule für Musik. Ia harus bekerja keras untuk belajar banyak bahasa asing, bukan hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk meresapi isi lagu-lagu klasik.

Bintangnya mulai bersinar ketika ia pindah ke Kota Wina, Austria, untuk belajar di Vienna University of Music and Performing Arts.  Sempat tampil dipentas pada 2009, Aida Garifullina berhasil menamatkan kuliahnya pada 2011, dan mulai naik panggung bersama penyanyi-penyanyi tenor terkenal seperti Juan Diego Flórez, Dmitri Hvorostovsky, Andrea Bocelli, dan bahkan maestro Plácido Domingo.

Kesempatan untuk bertemu maestro Domingo datang ketika ia berhasil memenangkan kompetisi Operalia yang digelar Domingo pada tahun 2013. Ia mendapatkan penghagaan tertinggi melalui penampilannya melantunkan karya Bellini.

Menginjak usianya kini, Aida Garifullina semakin memantapkan langkahnya menjadi penyanyi lagu-lagu opera. “Sangat sedikit orang yang bisa menyanyi opera – karena ttingkat kesulitannya. Anda harus sehat dan tangguh, stamina terjaga, dan siap untuk melakukan banyak pekerjaan - serta memiliki kualitas vokal dan suara yang kuat,” katanya, seperti dikutip deccaclassics.com.

Editor : Sotyati

Back to Home