Google+
Loading...
MEDIA
Penulis: Reporter Satuharapan 18:57 WIB | Senin, 08 Oktober 2018

AJI Sarankan Verifikasi Informasi Hoaks Via Tools Internet

Salah satu tools di google dalam pencarian foto. (Foto: Dok. satuharapan.com)

PADANG, SATUHARAPAN.COM - Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Sumatera Barat, Andri El Faruqi mengatakan untuk menghindari penyebaran hoaks maka seorang jurnalis perlu menggunakan beberapa tools di internet guna memverifikasi kebenaran informasi tersebut.

"Di tengah arus informasi yang begitu deras di media sosial hari ini, para jurnalis bisa menggunakan berbagai `tools` di internet," katanya di Padang, Senin (7/10).

Tools atau alat yang telah ada di internet tersebut menurutnya dapat dimanfaatkan sebagai alat verifikasi untuk kepentingan karya jurnalistik dan memastikan kebenaran informasi yang telah beredar.

Ia menyebutkan, hal itu tentu juga harus diiringi dengan kapasitas seorang jurnalis untuk dapat melakukan verifikasi menggunakan `tools` yang ada.

Guna menyikapi hal tersebut, maka pihaknya mengadakan pelatihan yang bekerja sama dengan Google dan Internews kepada sebanyak 25 orang jurnalis di Sumbar.

Pelatihan itu menghadirkan pelatih Ocha Mariadi dan Hendra Makmur yang telah tersertifikasi oleh Google. Dalam kegiatan tersebut para jurnalis dipandu untuk mengenali serta memverifikasi informasi yang beredar luas, terutama di media sosial.

Dalam pelaksanaannya, para jurnalis berdiskusi dan berlatih bersama mengenal misinformasi dan disinformasi, memverifikasi berbagai konten di internet, audit sosial, verifikasi lokasi dan waktu serta bagaimana keselamatan dan keamanan di dunia digital.

Selain memberikan pelatihan kepada jurnalis, beberapa hari sebelumnya juga digelar `Workshop Hoax Busting and Digital Hygiene` yang diperuntukkan bagi mahasiswa, aktivis dan kalangan masyarakat umum yang dilaksanakan di Universitas Negeri Padang (UNP).

Sementara itu Program Officer AJI Indonesia, Geril Dwira mengatakan selain di Sumbar, kegiatan serupa juga digelar di 30 kota se-Indonesia dengan sasaran peserta jurnalis dan masyarakat umum.

Dalam keterangan resminya, Google merilis telah melatih lebih dari 250.000 jurnalis secara online maupun tatap muka di seluruh dunia.

Di Indonesia melalui Program `Google News Lab Training Network` bersama AJI dan Internews ditargetkan melatih 1.000 jurnalis selama 2018.

Di tengah dunia yang dibanjiri informasi, jurnalisme data adalah kunci untuk menyaring kejelasan dari kekacauan. Jurnalisme data adalah tantangan bagi reporter tanpa latar belakang di bidang data, sehingga google memperluas News Lab University Network.

News Lab University Network ialah suatu jaringan sekolah jurnalisme untuk mengembangkan dan berbagi praktik terbaik dan pendekatan-pendekatan baru untuk pendidikan jurnalisme. (Antara)

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home