Loading...
RELIGI
Penulis: Prasasta Widiadi 07:48 WIB | Sabtu, 03 Desember 2016

Aksi 2 Desember Bentuk Kepercayaan Masyarakat ke Aparat

Ilustrasï. Ribuan umat Islam melakukan zikir dan doa bersama saat Aksi Bela Islam III di kawasan Bundaran Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (2/12). (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menilai aksi 2 Desember 2016 merupakan wujud kepercayaan masyarakat kepada aparat hukum yang menangani masalah dugaan penistaan agama.

Aksi 2 Desember 2016 berjalan aman, damai, tertib, dan lancar. Ratusan ribu umat Islam memadati Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya untuk membaca zikir, doa, dan shalawat, serta ditutup dengan salat Jumat.

“Saya pikir mereka (aksi massa) percaya pada proses hukum yang berjalan sekarang ini. Kalau tidak percaya dengan proses hukum tersebut, tentu mereka bukan doa bersama, tapi akan melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang mampu menangani proses hukum ini,” kata Menag pada hari Jumat (2/12).

"Proses hukum berproses, dan sedang berlangsung. Bukan berarti aparat hukum berdiam diri, namun terus berjalan secara proses hukum yang berlaku sesuai dengan peraturan undang-undang,” kata Lukman Hakim. 

Menurut Lukman Hakim aksi damai tersebut merupakan bentuk hubungan baik ulama dan jemaat. Aksi yang awalnya akan dilakukan di jalan raya, dialihkan ke Monas setelah diadakan musyawarah antara penggagas aksi dan pemerintah.

Kementerian Agama, menurut Lukman Hakim, terus membangun komunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas, Kapolri, dan Panglima TNI.

Lukman Hakím sering mengikuti rapat bersama untuk membahas banyak hal terkait kerukunan dan kehidupan umat beragama di Indonesia, termasuk dalam konteks aksi damai 2 Desember.

“Penggagas aksi mempunyai tujuan mulia dengan slogan super damai. Untuk itu kita harus mewaspadai pihak yang akan mencederai niat suci aksi massa ini," kata Lukman Hakím. (kemenag.go.id)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home