Loading...
FOTO
Penulis: Dedy Istanto 04:46 WIB | Jumat, 27 Maret 2015

Aksi Kamisan ke-390 Kali

Aksi Kamisan ke-390 Kali
Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) bersama dengan sejumlah lembaga pegiat hak azasi manusia (HAM) saat menggelar aksi Kamisan ke-390 kalinya di seberang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (26/3). Dalam aksinya para korban dan keluarga korban meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di masa lalu. (Foto-foto: Dedy Istanto).
Aksi Kamisan ke-390 Kali
Maria Catarina Sumarsih saat ikut dalam aksi Kamisan ibu dari Wawan mahasiswa Trisakti yang tewas akibat tertembak dalam tragedi Semanggi I pada tahun 1998 yang hingga kini kasusnya belum juga ada titik terang.
Aksi Kamisan ke-390 Kali
Para korban dan keluarga korban tindak kekerasan HAM di masa lalu bersama dengan para aktivis dari berbagai lembaga pegiat HAM saat menggelar aksi Kamisan ke-390 kalinya di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat.
Aksi Kamisan ke-390 Kali
Para korban dan keluarga korban tindak kekerasan HAM di masa lalu seperti tragedi tahun 1965 dan Talangsari, Lampung saat menggelar aksi Kamisan sebagai aksi diam meminta diselesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia.
Aksi Kamisan ke-390 Kali
Aksi Kamisan ke-390 kalinya yang digelar di seberang Istana Negara, Jakarta Pusat diikuti oleh para korban dan keluarga korban tindak kekerasan HAM di masa lalu yang sampai saat ini belum terselesaikan kasusnya.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Aksi “ Kamisan “ minta Presiden Joko Widodo usut tuntas kasus-kasus pelanggaran hak azasi manusia (HAM) masa lalu di seberang Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (26/3).

Kamisan ke-390 kalinya diikuti oleh para korban serta keluarga korban tindak kekerasan HAM masa lalu yang hingga saat ini belum ada satu kasus yang terungkap terang. Selain para korban dan keluarga korban aksi “ Kamisan “ juga diikuti oleh sejumlah lembaga pegiat HAM yang digelar sejak pukul 16.00 WIB.

Para korban dan keluarga korban tindak kekerasan HAM masa lalu hingga kini masih terus menyuarakan aksi diamnya dengan membawa payung berwarna hitam sebagai simbol untuk meminta kepada Pemerintah menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM hingga tuntas yang terjadi di Indonesia.

 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home