Loading...
DUNIA
Penulis: Eben Ezer Siadari 20:57 WIB | Senin, 26 Januari 2015

Alexis Tsipras Bentuk Pemerintahan Anti-Penghematan

Alexis Tsipras (Foto: foxnews.com)

ATHENA, SATUHARAPAN.COM – Pemimpin sayap kiri Yunani yang memenangkan pemilu akan membentuk pemerintah yang stabil yang bisa menantang para kreditor internasional dan mengubah kebijakan penghematan besar-besaran yang membuat rakyat negara itu menderita.

Setelah mengalahkan Perdana Menteri Antonis Samaras yang konservatif, Alexis Tsipras akan bertemu dengan ketua- partai-partai independen kecil yang juga menentang kesepakatan penyelamatan ekonomi Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional, IMF.

Partai Syriza memenangkan 149 kursi dari 300 kursi parlemen, kurang dua kursi untuk menjadi pemerintah mayoritas absolut, dalam pemilu Minggu (25/1).

Akan tetapi kemenangan ini merupakan penolakan tegas terhadap tahun-tahun penghematan yang dituntut oleh Uni Eropa dan IMF sebagai imbalan pinjaman penyelamatan sebesar 240 miliar euro.

“Yunani meninggalkan kebijakan penghematan yang menyakitkan, meninggalkan ketakutan dan otoriterisme, meninggalkan lima tahun masa dipermalukan dan penderitaan,” ujar Tsipras di depan ribuan pendukungnya yang berkumpul di Athena.

Slogan kampanye Syriza “Harapan Telah Tiba!” sejalan dengan perasaan para pemilih di Yunani yang kesulitan akibat pemotongan anggaran besar-besaran dan kenaikan pajak luar biasa ketika negara itu dilanda krisis. Akibat kebijakan ini angka pengangguran mencapai 25 persen dan jutaan warga menjadi miskin.

Tsipras bertekad untuk bergerak cepat dalam membentuk pemerintah zona euro pertama yang akan membatalkan kebijakan konservatif yang ortodoks berupa anggaran ketat yang didukung kuat oleh Kanselir Jerman Angela Merkel untuk diberlakukan di negara-negara zona euro yang menghadapi masalah ekonomi.

Dia akan dilantik sebagai perdana menteri pada Senin (26/1) dan membentuk pemerintah pada Rabu.

Untuk pertama kali dalam 40 tahun, partai konservatif Demokrasi Baru pimpinan Antonis Samaras dan partai kiri tengah PASOK yang merupakan dua kekuatan yang mendominasi panggung politik Yunani sejak kejatuhan junta militer pda 1974, tidak berkuasa.

Tsipras dijadwalkan bertemu dengan pemimpin Yunani Panos Kammenos pada Senin pagi dan berunding dengan dua partai lain yaitu To Potami dan KKE.

Ini pertanda bahwa perdana menteri baru tersebut akan meminta dukungan kedua partai kecil tersebut meski pun tidak akan membentuk satu koalisi secara resmi.

Partai Independen Yunani, satu partai sayap kanan yang menentang keras pendatang gelap, bertentangan dengan Syiriza di berbagai masalah sosial yang bisa menjadi sumber ketegangan, tetapi kedua partai ini sama-sama menentang aksi penyelamatan ekonomi internasional.

Tsipras yang berusia 40 tahun, dan sebelumnya berjanji menarik Yunani dari zona euro, melunakkan retorikanya dengan mengatakan akan merundingkan satu kesepakatan dengan “troika” yang terdiri dari Uni Eropa, Bank Sentral Eropa dan IMF.

Akan tetapi, dia berjanji akan merundingkan ulang utang negara yang besar sehingga Berlin merasa kesal dan menegaskan Athena harus mentaati persyaratan yang dibuat dalam kesepakatan penyelamatan 2010.

Bersama dengan keputusan Bank Sentral Eropa untuk mengucurkan dana segar ke perekonomian negara zona euro yang kesulitan meski ditentang Jerman, kemenangan Syriza ini menandai satu titik tolak dalam krisis berkepanjangan di zona euro.

Tetapi setelah perayaan kemenangan pada Minggu malam, Tsipras menghadapi tantangan berat terutama dari Jerman.

Sementara Yunani tidak bisa memanfaatkan pasar karena biaya pinjaman yang tinggi dan menghadapi pembayaran utang 10 miliar euro pertengahan tahun ini, Tsipras harus mendapatkan kesepakatan untuk bisa mencairkan dana bantuan bernilai tujuh miliar euro sebelum kesepakatan penyelematan berakhir pada 28 Februari.


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home