Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 10:00 WIB | Sabtu, 19 Januari 2019

Allahmu akan girang hati atasmu

Marahkah Allah? Jelas. Matikah Daud? Tidak.
Dibebaskan (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Apakah Saudara masih ingat Inspirasi minggu lalu? Ayat apakah yang masih menempel dalam benak? Mungkin masih ada yang mengingat ayat ini: ”Engkaulah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Luk. 3:22).

Pada minggu ini kita menyaksikan bagaimana, Allah, melalui nabi Yesaya, sungguh berkenan atas Israel yang dilepaskan dari Pembuangan Babel. ”Demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu” (Yes. 62:5). Kelihatannya memang ada kaitan antara Allah berkenan dan Allah girang terhadap umat-Nya. Panggilan umat yang diperkenan Allah adalah selalu berupaya menggirangkan hati Allah.

Bayangkan: Allah girang melihat umat-Nya! Allah bahagia menyaksikan keadaan Israel. Umat Israel—yang dikenal tegar tengkuk atau keras kepala itu—mengirangkan hati Allah. Ini perubahan radikal.

Nubuat Yesaya ini berbicara tentang situasi dan kondisi umat Israel pascapembuangan. Pada awalnya nubuat Yesaya selalu berorientasi pada hukuman atas Israel. Hukuman karena Israel telah mendukakan Allah. Israel telah mengkhianati Allah. Israel tak lagi memuliakan Allah, bahkan berpaling dari Allah. Israel menyembah allah lain. Karena itulah, Allah menghukum umat-Nya.

Namun demikian, yang juga menarik untuk disimak, Allah tidak akan selama-lamanya menghukum Israel. Allah berjanji akan menyelamatkan Israel. Allah memang membenci dosa, tetapi Dia mengasihi umat yang berdosa. Inilah kabar baik itu. Inilah Injil itu: Allah membenci dosa, namun mengasihi manusia berdosa.

Itu jugalah yang diakui Daud: ”Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah!” (Mzm. 36:8). Kita semua tahu kisah Daud. Dalam perselingkuhannya, Daud telah melanggar lima hukum dari sepuluh Hukum. Marahkah Allah? Jelas. Matikah Daud? Tidak. Allah menghendaki Daud tetap hidup untuk menjadi teladan hidup kasih setia Allah. Daud sungguh mafhum apa artinya diampuni.

Dan baik Daud maupun Israel dipanggil untuk hidup dalam pengampunan. Caranya? Menggirangkan hati Allah.

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home