Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 06:58 WIB | Rabu, 28 September 2016

AMAN: Pendidikan Harus Menjaga Anak Adat

Ilustrasi: Anak-anak suku Baduy. (Foto: Dok satuharapan.com/belajar.kemdikbud.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menyatakan pendidikan harus dapat menjaga anak adat menjadi bagian dari masyarakat adatnya sekaligus punya keterampilan hidup berinteraksi dunia luar yang dinamis.

"Sekolah formal yang ada sekarang ini telah membawa anak adat pergi dan memutus keberlanjutan masyarakat adat," kata Sekretaris Jenderal AMAN Abdon Nababan saat diskusi "Pendidikan untuk Anak Adat" di Jakarta, Selasa (27/9).

Dia berpendapat, sistem pendidikan nasional sekarang tidak sesuai dengan konteks lokal  sehingga anak masyarakat adat jauh dari orang tua, budaya, pola pikir, cara hidup dan pengetahuan di wilayah adat.

Hal tersebut menyebabkan generasi muda masyarakat adat kehilangan identitasnya, oleh sebab  itu muncul generasi yang materialistis dan induvidual sehinggga wilayah, sistem pengetahuan, identitas dan hak masyarakat adat terancam hilang.

"Pendidikan untuk masyarakat adat saat ini adalah perubahan pola pikir atas rekonstruksi sosial  yang  berlangsung lama. Ada anggapan bahwa masyarakat adat adalah masyarakat yang tertinggal sehingga harus dimodernkan melalui standar yang menjadi ukuran proyek pembangunan," kata dia.

Pendidikan  berbasis masyarakat adat segara garis besar bertujuan untuk memberikan ruang mempraktikkan dan mewariskan kembali pengetahuan leluhur, memberantas buta huruf di  masyarakat adat dan membuka kesadaran masyarakat dan individu untuk memahami ketertindasan sosial, politik, ekonomi serta bertindak melawan elemen penindasan yang ada di dalam masyarakat adat. (Ant)

Editor : Sotyati


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home