Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Reporter Satuharapan 09:48 WIB | Jumat, 11 Januari 2019

Anggaran PKH Naik Rp32 Triliun, Presiden: Insyaallah Kemiskinan Turun Cepat

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo bersalaman dengan warga dalam acara penyerahan 3.000 sertifikat hak tanah, di di GOR Tri Sanja, Tegal, Jawa Tengah, 9 November 2018 pagi. (Foto: twitter.com/setkabgoid)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, 10 juta penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) sudah dapat mengambil dana yang sudah diberikan pemerintah kurang lebih Rp12 triliun ke bank-bank penyalur dari total Rp32 triliun yang dianggarkan pada 2019 ini.

“Bedanya sekarang yang di 2019, penerima PKH kalau dulu semuanya sama Rp 1.890.000, sekarang ada yang dapat maksimal Rp9.600.000, karena ibu hamil anaknya ada, lansianya ada, bisa dapat segitu. Tapi ada yang dapat Rp3,7 juta, Rp2,7 juta, Rp2,6 juta, memang beda-beda,” kata Presiden kepada wartawan seusai meluncurkan Penyaluran Bantuan Sosial Program PKH Tahun 2019, di Gelanggang Olah Raga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (10/1) sore, seperti dilansir setkab.go.id.

Tetapi, yang paling penting, Presiden menekankan, penerima manfaat PKH ini betul-betul penggunaannya tepat. Kalau tepat sasaran, karena ada pendampingan, Presiden meyakini Insyaallah kemiskinan akan bisa turun dengan sangat cepat. “Ya, arahnya ke sana,” katanya.

Kepala Negara juga menyampaikan, sudah ada penerima PKH yang lulus. Ia menekankan, pemerintah akan meluluskan sebanyak-banyaknya, bukan membantu sebanyak-banyaknya. Tetapi, ia mengakui, sekarang ini prosesnya baru membantu sebanyak-banyaknya agar yang lulus semakin banyak.

Mengenai jumlah penerima PKH tahun 2018 yang telah lulus, Presiden menyatakan ada 200.000. Sedangkan target untuk tahun 2019, Presiden mengaku menginginkan lulus semua.

“Paling tidak dua kali lipatlah,” kata Presiden.

 

Back to Home