Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sotyati 11:49 WIB | Selasa, 02 Januari 2018

Angka Pernikahan Paling Rendah di Jepang

Ilustrasi. (Sumber: fairyweddingrings.blogspot.com)

TOKYO, SATUHARAPAN.COM – Para pejabat Kementerian Kesehatan memperkirakan bahwa sekitar 600.000 pasangan menikah pada tahun 2017 di Jepang, atau yang paling sedikit sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Para pejabat itu, seperti dilansir nhk.or.jp, mengatakan angka tersebut turun sekitar 13.000 dibanding tahun 2016 dan menandai penurunan selama lima tahun berturut-turut. Para pejabat tersebut meyakini bahwa penurunan populasi anak muda adalah faktor utama.

Para pejabat mengatakan Jepang perlu mencari cara-cara guna menghentikan penurunan populasi dan membantu lebih banyak anak muda untuk menikah.

Situs japantimes.co.jp, mengutip dari Kantor Berita Kyodo, pada edisi pertengahan 2017, menurunkan laporan survei pemerintah yang menyebutkan 1 dari 4 pria dan 1 dari 7 wanita di Jepang belum menikah pada usia 50, pada tahun 2015. Itu merupakan isyarat nyata bahwa ikatan pernikahan jauh dari pilihan warga Jepang.

Laporan baru tersebut, yang diperoleh menjelang rilis oleh National Institute of Population and Social Security Research, menunjukkan proporsi orang yang belum pernah menikah pada usia 50 mencapai rekor 23,37 persen untuk pria, naik 3,23 poin persentase dari survei sebelumnya pada tahun 2010 , dan rekor 14,06 persen untuk wanita, naik 3,45 poin.

Angka tersebut sangat berbeda dengan survei tahun 1970 yang menunjukkan 1,70 persen pria dan 3,33 persen wanita tidak pernah menikah pada usia tersebut.

Para ahli menghubungkan tren yang berkembang itu dengan tekanan sosial yang kurang untuk menikah dan kekhawatiran keuangan di kalangan pekerja karena lebih banyak orang memiliki pekerjaan yang tidak biasa. Kira-kira 40 persen angkatan kerja Jepang terdiri atas pekerja sementara, membuat kondisi pekerjaan yang tidak stabil lebih sering terjadi daripada beberapa dekade lalu.

Hal itu juga terjadi di tengah tingkat angka kelahiran rendah nasional yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda, dan meningkatnya kekhawatiran bahwa lebih banyak orang akan menggunakan layanan perawatan dan perawatan kesehatan saat mereka bertambah tua tanpa adanya pasangan atau anak yang dapat memberikan perawatan semacam itu.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home