Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Reporter Satuharapan 19:38 WIB | Jumat, 03 April 2020

Anting-anting alias Kucing Galak, Perdu Kaya Manfaat

Anting-anting alias kucing galak, atau indian nettle dalam bahasa Inggris, memiliki nama ilmiah Acalypha indica, L. (Foto: Current APK)

SATUHARAPAN.COM – Di beberapa tempat di Jawa Tengah, tumbuhan ini disebut bayam kucing, dan dikonsumsi sebagai makanan. Demikian juga di beberapa wilayah Afrika dan India, tanaman ini dikonsumsi untuk sayuran. Sementara di banyak tempat, keberadaannya lebih dianggap sebagai tumbuhan liar, tak jarang dicabut untuk dimusnahkan sebagaimana tumbuhan gulma lain.

Tumbuhan ini, mengutip dari Wikipedia, disebut kucing galak, akar kucing, tanaman kucing-kucingan, atau anting-anting. Penamaannya terkait dengan kucing, karena tumbuhan ini sangat disukai kucing-kucing, terutama bagian akarnya.

Useful Tropical Plants, seperti dapat dibaca melalui tropical.theferns.info, menyebutkan anting-anting mengandung sejumlah bahan aktif medis termasuk minyak atsiri, resin, tanin, dan alkaloid, yang bahkan sebelumnya sudah terdaftar di British Pharmacopoeia.

Tumbuhan ini memiliki banyak khasiat obat dan terdaftar di Pharmacopoeia of India sebagai ekspektoran untuk mengobati asma dan pneumonia. Tumbuhan ini  juga disebutkan memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang signifikan.

Bagian tumbuhan daun banyak digunakan dalam obat-obatan tradisional karena memiliki khasiat emetic (penyebab muntah), ophthalmic (berkaitan dengan pengobatan mata), purgative (berkhasiat sebagai pencahar), dan vermifuge (berkhasiat membersihkan usus dari cacing dan parasit lain). Infus bersama-sama dengan infus umbi Jumellea fragrans diambil untuk mengobati bronkitis. Dikombinasikan dengan akar Tylophora indica, digunakan dalam kasus keracunan.

Secara eksternal, getah digunakan sebagai obat tetes mata untuk mengobati infeksi mata. Bubuk daun, kadang-kadang dicampur dengan garam, dioleskan secara eksternal pada luka infeksi, parasit kulit, dan masalah kulit lain. Ramuan daun digunakan sebagai krim pijat untuk mengobati rasa sakit pada sendi. Tapal yang dibuat dari seluruh tanaman dioleskan ke luka dan bagian tubuh yang bengkak, dan juga digunakan untuk mengobati sakit kepala.

Akar dikatakan berkhasiat sebagai pencahar. Infus atau rebusan diambil untuk mengobati asma, cacingan, dan sakit perut, dan juga untuk membersihkan hati dan ginjal.

Morfologi

Kucing galak atau anting-anting memiliki nama ilmiah Acalypha indica, L., berasal dari genus Acalypha, dari keluarga Euphorbiaceae.

Dalam bahasa Inggris, mengutip dari tropical.theferns.info, tumbuhan ini disebut indian nettle. Wikipedia menyebutkan nama lain tumbuhan ini dalam bahasa Inggris, yakni indian acalypha, indian mercury, indian copperleaf, three-seeded mercury.

Sementara itu, juga mengutip dari Wikipedia, etnis Tamil menyebut tumbuhan ini poonamayakki, sementara di wilayah Sinhala tumbuhan ini disebut kuppameniya.

Tumbuhan ini memiliki batang tegak, dengan tinggi 30-50 cm, bercabang, berambut halus. Tumbuhan ini berakar tunggang.

Daunnya tunggal, bertangkai panjang, terletak tersebar. Bentuknya bulat telur sampai lanset, tipis, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi, panjang 2,5-8 cm, lebar 1,5-3,5 cm, berwarna hijau.

Bunganya majemuk, berkelamin satu, keluar dari ketiak daun, kecil-kecil, dalam rangkaian berbentuk bulir/malai.

Buahnya kotak, bulat, hitam. Biji berbentuk bulat panjang, berwarna cokelat.

Acalypha indica sangat umum ditemukan tumbuh liar di pinggir jalan, lapangan berumput, maupun di lereng-lereng gunung. Tumbuhan ini menyukai kondisi udara lembap dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Mengutip Useful Tropical Plants melalui laman tropical.theferns.info, tumbuhan ini dijumpai tersebar di Afrika, mulai dari Senegal, Somalia, hingga ke selatan ke Afrika Selatan; lalu di Asia mulai dari India, China, Myanmar, Thailand, Malaysia, Indonesia, Filipina, dan New Guinea.

Tumbuhan yang dimasukkan dalam gulma atau tumbuhan pengganggu ini, penyebarannya dikategorikan invasif.  

Khasiat dan Manfaat

Kaitan antara anting-anting atau tumbuhan kucing galak ini dengan kucing, dapat dibaca dalam studi Adrian Scaffidi; Dave Algar; Björn Bohman; Emilio L Ghisalberti; Gavin Flematti, “Identification of the Cat Attractants Isodihydronepetalactone and Isoiridomyrmecin from Acalypha indica” (2016), dalam Australian Journal of Chemistry, 69 (2): 169. doi:10.1071/CH15476.

Wikipedia menyebutkan, anting-anting bagi kucing memiliki khasiat membantu melancarkan pencernaan. Kucing termasuk ke dalam hewan karnivora, yang memiliki hanya sedikit serat di tubuhnya, sehingga kucing sering sekali mengalami masalah yang berkenaan dengan pencernaannya, seperti muntah-muntah. Tumbuhan ini adalah sumber serat yang tinggi dan memiliki banyak sekali khasiat bagi pencernaannya.

Di dalam Majalah Farmasetika, seperti dikutip dari jurnal.unpad.ac.id, ditegaskan tumbuhan anting-anting (Acalypha indica, L) ini telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai obat disentri, diare, gangguan pencernaan, muntah darah, berak darah, dan kencing darah. Khusus daunnya, berkhasiat mengobati mimisan.

Tumbuhan anting-anting memiliki rasa pahit. Akar pada tanaman anting-anting dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, meredakan nyeri pada rematik, pengobatan diabetes mellitus, dan meredakan pegal linu.

Selpida Handayani, Abd Kadir, Masdiana, dari Laboratorium Bahan Alam, Fakultas Farmasi Universitas Muslim Indonesia, lewat studi “Profil Fitokimia dan Pemeriksaan Farmakognostik Daun Anting-anting (Acalypha indica. L)” (Jurnal Fitofarmaka Indonesia, Vol 5 No1 261) juga menyebutkan tumbuhan anting-anting biasa digunakan sebagai obat.

Mengutip Setiawan Dalimartha (2000), mereka menyebutkan akar, batang, dan daun anting-anting mengandung saponin dan tanin. Batang juga mengandung flavonoid, dan daunnya mengandung minyak atsiri. Mengutip Ismawan (2008), mereka menyebutkan berdasarkan pengalaman empiris anting-anting bermanfaat untuk antibiotik, antiradang, peluruh seni, astringent, menghentikan pendarahan, dan memberikan rasa sejuk.

Dalam penelitian, mereka menggunakan bagian tumbuhan daun mengingat selama ini daun sudah digunakan oleh masyarakat luas sebagai obat disentri, diare, gangguan pencernaan, muntah darah, berak darah dan kencing darah, khususnya pada daun berkhasiat mengobati mimisan (Hariana,2005).

Selain itu telah dilakukan beberapa penelitian bahwa anting-anting mempunyai efek hipoglikemik terhadap mencit (Mus musculus), serta sifat kimiawi dan efek farmakologis dari tumbuhan anting-anting adalah rasa pahit, antibiotik, antiradang, peluruh seni, astringent, menghentikan pendarahan (hemostatik) (Yuniarti, 2008 : Safriani.R, 2007).

Untuk pemeriksaan morfologi, organoleptik, dan anatomi, para peneliti itu mengambil bagian tumbuhan berupa akar, batang, dan daun dari bagian tumbuhan yang masih segar. Sedangkan pemeriksaan ekstrabilitas, tetapan fisis, identifikasi kandungan kimia, mereka mengambil bagian tumbuhan daun.

Useful Tropical Plants menyebutkan anting-anting memiliki aktivitas antibakteri dan antijamur yang signifikan, baik terhadap patogen manusia dan tanaman. Salah satu rekomendasi yang dikeluarkan, perlu ada penelitian lebih lanjut untuk mengisolasi senyawa aktif.

Editor : Sotyati

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home