Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Moh. Jauhar al-Hakimi 12:48 WIB | Sabtu, 09 September 2017

Anugerah Budaya bagi Penggiat dan Pelestari Budaya Yogyakarta

Anugerah Budaya bagi Penggiat dan Pelestari Budaya Yogyakarta
Wakil Gubernur DI Yogyakarta KGPAA Paku Alam X menyematkan pin dan menyerahkan plakat anugerah Penggiat dan Pelestari Budaya DIY 2017 kepada perupa Putu Sutawijaya di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Jumat (8/9) malam. (Foto-foto: Moh. Jauhar al-Hakimi)
Anugerah Budaya bagi Penggiat dan Pelestari Budaya Yogyakarta
Pementasan sendratari kreasi baru "Tumuruning Wahyu Mataram" pada malam Anugerah Budaya DI Yogyakarta 2017.

YOGYAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Bertempat di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwana X memberikan penghargaan bagi penggiat dan pelestari budaya di Yogyakarta. Sebanyak empat belas penghargaan diberikan kepada insan serta lembaga atas dedikasi bagi wilayah Yogyakarta.

Mewakili Gubernur Pemda DIY, KGPAA Paku Alam X selaku Wakil Gubernur Pemda DI Yogyakarta yang didampingi Kepala Dinas Kebudayaan DIY Umar Priyono Jumat (8/9) malam menyerahkan penghargaan untuk empat anugerah yakni Anugerah Budaya Adat dan Tradisi, Anugerah Budaya Seniman dan Budayawan, Anugerah Budaya Pelestari Cagar Budaya, serta Anugerah Budaya bagi Anak-Remaja Berprestasi Budaya.

Anugerah Budaya Seniman dan Budayawan diberikan kepada sineas Ifa Ifansyah, seniman seni tradisi KRT. Purwadiningrat, sastrawan Indra Tranggono, serta perupa Putu Sutawijaya. Sebelumnya Putu Sutawijaya telah banyak menerima penghargaan atas karya dan pencapaian dalam dunia seni rupa diantaranya Philip Morris - International Art Award (1999), Lempard prize Sanggar Dewata Indonesia (2000), serta seniman lukis terbaik pada Dies Natalis ISI Yogyakarta (1996).

Anugerah Budaya Adat dan Tradisi diberikan kepada Sri Ratna Saktimulya yang menekuni dunia pernaskahan Jawa sejak tahun 1978, DPD Harpi "Melati" DI Yogyakarta yang hingga saat ini terus melestarikan rias pengantin gagrak Yogyakarta, Upacara Adat Tradisional Sadranan Wonosadi Desa Beji-Kec. Ngawen Gunungkidul, serta Marjo Diyono dengan keahlian dalam petung Jawa (sangatan) untuk mencari hari baik bagi pelaksanaan hajatan sunat, mantu, maupun hajatan lainnya.

Sementara Anugerah Budaya Pelestari Cagar-Warisan Budaya diberikan untuk Rumah Indis "Mr. Djody Gondokusumo" yang berada di Kotabaru-Gondokusuman Yogyakarta, Rumah Indis "Vogel" yang terletak di  Hargobinangun-Pakem, Sleman, Rumah tradisional "Limasan Imam Supardi" di Desa Genjahan-Ponjong Gunungkidul yang hingga saat ini masih terawat dan pernah menjadi persinggahan Jendral Soedirman saat masa perang gerilya, bangunan Indis "Kompleks Kodim 0732/Sleman", serta bangunan Indis "Kompleks Rumah Sakit TK III/dr. R. Soetarto".

Melengkapi penganugerahan budaya, mulai tahun 2017 diberikan Anugerah Budaya bagi Anak-Remaja Berprestasi Budaya kepada Branjang Pamadi, dalang bocah/anak-anak wayang kulit. Berbagai prestasi telah diraih Branjang Pamadi diantaranya Penyaji Lakon terbaik pada Festival Dalang Bocah Nusantara di Jakarta (2016), juara pertama pada Festival Dalang Cilik tingkat Nasional VI yang diselenggarakan di Univ. Negeri Yogyakarta (2016).

Dalam sambutan Gubernur Pemda DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X yang dibacakan oleh wakil Gubernur Pemda DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan pesan untuk terus mengembangkan budaya bagi terwujudnya masa depan masyarakat yang gemilang.

"Kecintaan dan rasa memiliki terhadap hasil karsa dan cipta masyarakat Yogyakarta pada giliranya (bisa) menumbuhkan dan mengembangkan patriotisme, nasionalisme, jati diri bangsa,  dan martabat manusia kiranya harus dipertahankan, dikembangkan, dan ditingkatkan. Manusia pada hakekatnya bukan hanya produk kebudayaan, namun juga pencipta kebudayaan yang dapat merancang suatu strategi kebudayaan bagi masa depannya menuju kehidupan bersama yang berkeadaban." pesan Sri Sultan HB X dalam kata sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur DI Yogyakarta.

 

Back to Home