Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Raffel Rohie 18:03 WIB | Sabtu, 09 Maret 2019

Apa Merek Sepatu Anda?

”Kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera” (Ef. 6:15).
Berjalan (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – Mengapa dalam pemberitaan Injil,  kaki dikaitkan dengan kerelaan?  Pertama, karena pelayanan pemberitaan Injil itu adalah sebuah pelayanan yang penuh pengorbanan. Karena itu, yang dituntut di sini adalah kerelaan hati untuk berkorban. Artinya kerelaan dari orang-orang yang mau melangkahkan kakinya keluar dari zona nyamannya untuk melaksanakan perintah Tuhan.   

Kedua, tersirat dari perkataan  Tuhan Yesus dalam amanat agungnya:  ”Karena itu pergilah! Jadikanlah segala bangsa muridKu.…”  Artinya pemberitaan Injil itu harus pergi keluar!  Tidak tinggal diam!  Harus ada  upaya yang sengaja dilakukan untuk pergi, untuk melangkahkan kaki memberitakan Injil.  

Hal ini  dapat kita saksikan di sepanjang Alkitab, bagaimana orang-orang yang rela pergi meninggalkan zona nyamannya, rela bayar harga, melangkahkan kaki untuk taat pada perintah Allah.   

Lihatlah Abraham harus pergi keluar dari zona nyamannya di Ur, pergi ke tanah yang belum jelas arahnya. Musa harus keluar dari zona nyamannya sebagai seorang pangeran di Mesir, tinggal sebagai gembala di padang gurun.  Daud harus keluar dari zona nyamannya dari rumah ayahnya dan dari istana Saul, menjadi buronan, terlunta-lunta di padang gurun Yehuda, menjadi seperti orang gila yang berulang kali nyaris kehilangan nyawanya!  

Tuhan Yesus pun harus pergi meninggalkan zona nyaman-Nya di surga. Dia datang ke dalam dunia berjalan keliling melayani sampai ke Golgota mengalami banyak sekali hinaan, siksa, dan derita sampai mati di atas kayu salib! 

Semua itu dilakukan oleh kaki-kaki yang beralaskan kerelaan untuk taat kepada tugas mulia. Itu sebabnya apa pun merek kasut atau sepatu kita, jadikan itu sebagai alas kaki kerelaan untuk siap melangkah menaati amanat Tuhan.  Atau jangan-jangan sepatu kita terlampau mahal harganya sehingga kita enggan untuk melangkah dalam kehendak-Nya?

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home