Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Melki Pangaribuan 11:56 WIB | Selasa, 08 Oktober 2019

AS-China Lanjutkan Perundingan Perdagangan

Ilustrasi. Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Presiden Cina Xi Jinping selama pertemuan di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang barat. (Foto: AP / Susan Walsh/VOA)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Gedung Putih mengatakan putaran berikutnya perundingan perdagangan AS-China akan dimulai di Washington pada Kamis (10/10).

“Kepala Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan menyambut delegasi China yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Liu He untuk melanjutkan negosiasi perdagangan antara kedua negara mulai pada 10 Oktober 2019,” kata sebuah pernyataan Gedung Putih.

“Kedua pihak akan berusaha meneruskan diskusi berdasarkan pembicaraan tingkat deputi wakil pekan lalu. Topik diskusi akan mencakup alih teknologi paksa, hak atas kekayaan intelektual, jasa, hambatan-hambatan non-tarif, pertanian, dan penegakan hukum.”

Kedua belah pihak terakhir mengadakan pembicaraan besar pada Juli, tetapi tidak ada terobosan besar dalam perselisihan perdagangan antara dua negara ekonomi utama dunia.

Washington dan Beijing telah terlibat dalam aksi saling menaikkan tarif selama lebih dari satu tahun, yang dipicu oleh permintaan awal Presiden AS Donald Trump agar diadakan perubahan dalam praktik perdagangan, subsidi, dan kekayaan intelektual yanf dilakukan oleh China.

China mengatakan kebijakan perdagangan Amerika bertujuan untuk meredam kemampuannya untuk bersaing.

Situasi ini telah menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan dan membuat perusahaan-perusahaan berjuang untuk mengatasi dampak dari tarif tersebut.

Presiden Trump mengumumkan bulan lalu bahwa ia menunda putaran baru tarif atas barang-barang China senilai $250 miliar dari 1 Oktober menjadi 15 Oktober “sebagai isyarat niat baik.”

China menindaklanjuti dengan menaikkan tarif kedelai, daging babi, dan beberapa barang pertanian lainnya dari Amerika.

Pemerintahan Donald Trump sebelumnya dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk mencoret perusahaan-perusahaan China dari pasar saham AS, sebagai cara untuk membatasi investasi Amerika di negara Tirai Bambu itu.

Langkah ini, yang pertama dilaporkan oleh Bloomberg News, akan semakin meningkatkan perang dagang di antara kedua ekonomi dunia yang terbesar.

Pencoretan perusahaan-perusahaan itu dari bursa saham AS, merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk membatasi investasi Amerika di China. Demikian menurut laporan yang mengutip seorang pejabat pemerintah Amerika.

Pejabat pemerintah juga sedang menelusuri bagaimana Amerika bisa memberlakukan pembatasan terhadap bisnis China yang masuk dalam indeks saham Amerika, demikian kata laporan tadi.

Mekanisme tentang bagaimana melaksanakan pencabutan perusahaan-perusahaan itu masih harus disusun, dan setiap rencana seperti itu harus disetujui oleh Presiden Trump.

Laporan ini muncul sementara perundingan perdagangan antara Amerika dan China akan dimulai kembali di Washington pada 10 Oktober. (VOA)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home