Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Reporter Satuharapan 20:00 WIB | Kamis, 20 April 2017

AS Prihatin Situasi di Venezuela

Demonstran melintasi kanal saat mereka melarikan diri setelah bentrok dengan polisi antihuru-hara dalam unjuk rasa menentang Presiden venezuela Nicolas Maduro di Caracas, 19 April 2017. Bentrokan pecah pada Rabu saat polisi menyempotkan gas air mata dan memukul mundur demonstran. Dalam insiden itu satu demonstran muda tewas tertembak. (Foto: AFP)

WASHINGTON, SATUHARAPAN.COM - Amerika Serikat “prihatin” dengan situasi di Venezuela, tempat bentrokan mematikan meletus pada hari Rabu (19/4) dalam demonstrasi besar-besaran menentang Presiden Nicolas Maduro, kata Menteri Luar Negeri Rex Tillerson.

“Kami prihatin bahwa pemerintah Maduro melanggar konstitusinya sendiri dan tidak mengizinkan oposisi menyuarakan pendapat mereka atau membiarkan mereka menyelenggarakannya dengan cara yang mengekspresikan pandangan rakyat Venezuela,” katanya kepada wartawan.

“Ya, kami prihatin dengan situasi itu. Kami memantaunya dengan saksama.”

Tillerson mengatakan Amerika Serikat bekerja sama dengan Organisasi Negara-Negara Amerika untuk menyatakan keprihatinan tersebut kepada Venezuela.

Sedikitnya dua orang tewas tertembak dalam demonstrasi di Venezuela pada Rabu, menurut rumah sakit dan jaksa Caracas.

Kekerasan meletus ketika ribuan demonstran oposisi berusaha berunjuk rasa di pusat Caracas, tempat para pendukung Maduro yang berpakaian merah berkumpul untuk menggelar demonstrasi tandingan. (AFP)

 

 

Editor : Melki Pangaribuan

Back to Home