Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 08:49 WIB | Rabu, 25 Maret 2020

Asal Nama Virus Corona dan COVID-19

Virus corona (COVID-19). (Foto ilustrasi: Ist)

SATUHARAPAN.COM-Dalam dua bulan lebih belakangan ini, kata yang termasuk paling sering muncul dalam pencarian internet maupun percakapan sehari-hari di dunia adalah coronavirus atau virus corona dan kemudian COVID-19. Ini berkaitan dengan mikroorganisme yang telah menyebabkan penyakit yang menyebar cepat di dunia, bahkan mengguncang ekonomi dunia.

Lantas, dari manakah asal nama yang resmi digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk virus yang diketahui menyebabkan penyakit pernapasan pada manusia itu? Virus corona adalah kelompok virus yang menyebabkan penyakit pernafasan, termasuk MERS dan SARS.

Virus ini terbentuk dari material genetik yang dikelilingi oleh selubung bundar yang memiliki antena protein mirip paku di bagian luar. Para ahli melihat hal itu sebagai menyerupai paku pada ketopong logam yang dikenakan oleh banyak raja di seluruh dunia, menurut WHO. Mahkota dalam bahasa Latin adalah corona, sehingga virus itu dinamai coronavirus atau virus corona.

Para ilmuwan memberi nama virus corona yang baru dengan COVID-19 , dari Coronavirus Desease 2019 (penyakit akibat virus corona 2019). Angka 2019 merujuk pada tahun pertama kali virus muncul dan diketahui.

Virus corona ini yang menyebabkan penyakit parah dengan sindrom pernapasan akut (Severe Acute Respiratory Syndrome / SARS) adalah coronavirus 2. Nama ini mengacu pada gejala penyakit dan virus yang menyebarkannya.

Keluarga virus corona juga mencakup virus sejenis yang menyebabkan penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Dan produk-produk disinfektan biasanya di labelnya juga menyebutkan bekerja untuk melawan virus corona.

WHO menyebutkan gejala paling umum penyakit ini adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Sebagian penderita mungkin mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

COVID-19 berasal dari kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada sekelompok penderita pneumonia, menurut WHO. Kemunculannya dikaitkan dengan pasar makanan laut dan hewan hidup, yang dikenal sebagai "pasar basah" di sana.

Wabah COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 360.000 orang di seluruh dunia dan menewaskan 15.488 orang hingga hari Selasa (24/3/2020). Dari mereka yang terinfeksi, 100.000 telah pulih. WHO menyatakan COVID-19 sebagai pandemi global pada Rabu (11/3/2020).

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home