Google+
Loading...
INDONESIA
Penulis: Sabar Subekti 10:38 WIB | Jumat, 18 September 2020

Atasi Pandemi COVID-19, Sembilan Provinsi Ditangani Secara Khusus

Peta zonasi risiko COVID-19 di Indonesia. data di-update oleh Tasgas pada 13 September. (Foto: covid19.go.id)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM-Presiden Joko Widodo memerintahkan sejumlah menteri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk terlibat langsung dalam menangani secara khusus pandemi COVID-19 di sembilan provinsi. 

"Sembilan provinsi itu  adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, hari Kamis (17/9).

Provinsi iti ditangani secara khusus karena jumlah kasus aktif masih tinggi, ada kecepatan penambahan kasus, persentase dan laju kematian masih tinggi, dan karakteristik wilayah.

1. Sumatera Utara: di Sumatera Utara, kata Wiku cenderung terjadi peningkatan status risiko pada kabupaten/kota dalam sepekan terakhir, 27 dari 33 kabupaten/kota berstatus zona oranye. "Hanya satu kabupaten/kota tidak terdampak, yaitu Nias. Sedangkan penyumbang 50%  jumlah kasus terpusat pada satu daerah yaitu kota Medan," katanya. Jika jumlah kasus menurut di Kota Medan, maka akan berdampak pada perbaikan situasi. 

2. DKI Jakarta: Jakarta menjadi peringkat kedua nasional kenaikan kasus tertinggi. Merupakan peringkat pertama nasional jumlah kasus tertinggi dan tidak ada kota berzona kuning maupun hijau. Ini menjadi perhatian nasional agar kinerjanya bisa diperbaiki. 

3. Jawa Barat: beberapa daerah di Jawa Barat adalah penyangga ibu kota DKI Jakarta, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok, yang merupakan penyumbang kasus tertinggi, sebesar 70%. Jawa Barat tidak ada kabupaten/kota berzona hijau. Dan kenaikan kasus positif sebesar 9,3% selama sepekan terakhir ini. 

4. Jawa Tengah:  ada penambahan kasus positif selama empat pekan berturut-turut. Per 13 September 2020, mengalami kenaikan kasus mingguan sebesar 52%. Sebesar 53% kasus positif berasal dari Kota Semarang. Persentase kematian 6,45% lebih tinggi dari rata-rata nasional. "Ada 30 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah berada dalam zona oranye.

5. Jawa Timur: dengan persentase kematian di Jatim sebesar 7,25% yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penyumbang kasus terbanyak yakni Kota Surabaya sebesar 35%. Pada 28 dari 38 kabupaten/kota berada di zona oranye dan menduduki peringkat ke-4 laju kematian tertinggi di Indonesia (0,539). "Bila kita memperbaiki kondisi di Kota Surabaya akan berkontribusi besar di dalam kinerja Jawa Timur," lanjutnya. 

6. Bali: provinsi ini mengalami kenaikan kasus positif mingguan yang signifikan selama empat pekan berturut-turut. Menduduki peringkat ke-4 Provinsi dengan insidensi kasus tertinggi (171,39 per 100.000 penduduk). Bali juga termasuk provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi selama satu pekan terakhir yakni 72%. Dari sembilan kabupaten/kota, enam merupakan zona merah dan tiga zona oranye. 

7. Kalimantan Selatan: mengalami kenaikan kasus positif sebesar 10,3%, peningkatan kasus ini tinggi terdapat di Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapin. Proporsi angka kematian sebesar 4,16%. "Ada perbaikan siginifikan pada zona risiko risiko tinggi (zona merah), yang berkurang menjadi tiga kabupaten/kota dan yang risiko sedang menjadi 10 kabupaten/kota. Kondisi ini harus diperbaiki dari waktu ke waktu."

8. Sulawesi Selatan: diprovinsi ini kasusnya meningkat dalam empat pekan sebelumnya, pekan terakhir mengalami penurunan 18,7% dari pekan sebelumnya. Yang mengalami kasus signifikan adalag Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bone, dan Kepulauan Selayar.  Proporsi kematian sebesar 2,85% dan Kota Makassar menyumbangkan 55,55% kematian di Sulawesi Selatan dalam pekan terakhir. 

9. Papua: provinsi ini mengalami kenaikan kasus signifikan dalam lima pekan terakhir, sebesar 43,2% dari pekan sebelumnya. Angka kesembuhan mengalami sedikit penurunan dari pekan sebelumnya (79,70% menjadi 76%). Di Papua, zona hijau terdapat 13 kabupaten/kota (44,83%), zona risiko sedang berkurang menjadi 8 kabupaten/kota (27,59%) dan zona risiko rendah bertambah menjadi 8 kabupaten/kota (27,59%).

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home