Loading...
OLAHRAGA
Penulis: Prasasta Widiadi 07:16 WIB | Rabu, 05 Agustus 2015

Atlet Panahan Difabel Gali Info Peta Kekuatan Peparnas 2016

Atlet Panahan Difabel Gali Info Peta Kekuatan Peparnas 2016
Slamet (kiri), dan Zainuddin (kanan) saat berlatih hari Selasa (4/8) di Lapangan Panahan Pulomas, Jalan Kayu Putih Utara I, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta. (Foto-foto: Dok. satuharapan.com/ Prasasta Widiadi).
Atlet Panahan Difabel Gali Info Peta Kekuatan Peparnas 2016
Dari kiri ke kanan: Baharuddin (kaus oranye putih) Cindy Octarina (kaus abu abu), dan Jujur Saragih (kaus hijau kuning) saat berlatih hari Selasa (4/8) di Lapangan Panahan Pulomas, Jalan Kayu Putih Utara I, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Atlet panahan difabel nomor kursi roda, Zainuddin, mengatakan dia memiliki  sedikit gambaran tentang Peparnas (Pekan Paralimpiade Nasional) yang akan diselenggarakan pada 2016, namun dia tidak menyebutkan provinsi mana yang terkuat atau terlemah dalam cabang olah raga panahan difabel.

“Kalau saya sudah ada gambaran untuk Peparnas, udah kebayang  sih (sudah ada bayangan),” kata Zainuddin kepada satuharapan.com, hari Selasa (4/8) di Lapangan Panahan Pulomas, Jalan Kayu Putih Utara I, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta.

 Zainuddin termasuk dalam anggota tim panahan difabel bersama dengan Cindy Octarina, Slamet, Jujur Saragih, dan Baharuddin yang giat berlatih – di bawah arahan pelatih panahan, Tanu Nugraha – setiap  Selasa dan Sabtu di Lapangan Panahan Pulomas, Jakarta.

“Saya dapat gambaran itu dari teman-teman sebelumnya di komunitas sesama atlet difabel, biasanya sih kita ngumpul tetapi jumlahnya nggak banyak, jadi kita bisa saling kenal,” kata Zainuddin. 

Zainuddin menceritakan bahwa sebelumnya memang ada kejuaraan kecil-kecilan antaratlet difabel di Jakarta, dan Zainuddin juga turut serta di dalam kejuaraan kecil tersebut.

“Waktu itu diadakan di (Kompleks Olah Raga) Ragunan,” dia menambahkan.

Menurut wikipedia.org, Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) adalah suatu ajang kompetisi yang menyerupai Pekan Olahraga Nasional (PON) bagi atlet penyandang difabilitas Indonesia. Perbedaan PON dan Peparnas terletak pada pembagian kelas dan teknis pertandingan, dimana atlit dikelompokkan berdasarkan kondisi fisiknya. Dulunya, Peparnas disebut Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas), namun kemudian kata cacat diganti dengan kata paralimpiade

Sama halnya dengan Zainuddin, Slamet, atlet panahan difabel nomor standing, saat ini juga mempersiapkan diri untuk Peparnas yang akan diselenggarakan 2016. Atlet yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan di sebuah bengkel pembuatan kusen rumah tangga mengatakan sebelumnya cabang panahan difabel tidak terlalu aktif seperti saat ini, tetapi saat ini latihan sungguh-sungguh.

“Kalau bebricara saingan ya banyak yang berat-berat, ada banyak daerah saingan kayak (seperti) Kalimantan Selatan. Kalau atlet (panahan difabel) nasional, ada dari Jawa Tengah,” kata Slamet.

Slamet tidak merinci nama-nama atlet panahan difabel Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah yang dia bicarakan.  

Namun di sisi lain  Baharuddin, Jujur Saragih, dan Cindy mengaku masih harus menggali informasi lagi dari pelatih, Tanu Nugraha tentang Peparnas yang akan diselenggarakan di Jawa Barat tersebut.

 “Kami baru satu tahun ini menjadi atlet panahan, sekarang ini ya kita memang persiapan buat yang di Bandung,” kata Baharuddin kepada satuharapan.com.

“Untuk panahan DKI baru mengadakan seleksi atletnya tahun ini, kita ini belum pernah ikut ke mana-mana ya baru pemula,” kata Jujur kepada satuharapan.com.

Sementara Cindy, yang juga mahasiswi  perguruan tinggi swasta di Jakarta, mengatakan minim informasi tentang ajang multi even yang melibatkan atlet difabel.

“Kalau saya kurang tahu ya, kalau Sabtu saja saya habiskan waktu dengan keluarga. Jadi info untuk paralimpik (Peparmnas 2016) saya masih kurang tahu,” kata Cindy kepada satuharapan.com.

Tanu Nugraha, pelatih panahan difabel Provinsi DKI Jakarta menjelaskan kepada satuharapan.com mengenai cabang panahan difabel yang akan dipertandingkan di Peparnas tahun depan itu.

“Ada beberapa istilah khusus yang akan dipertandingkan di paralimpik nanti, yakni nomor standing (berdiri) terdiri dari amputasi atau polio, kemudian wheelchair (kursi roda) ada yang amputasi dan polio, atau wheelchair 1 dan wheelchair 2,” kata Tanu.

Ikuti berita kami di Facebook

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home