Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Reporter Satuharapan 10:30 WIB | Selasa, 05 September 2017

Bali Gelar 68 Festival Unggulan Setiap Tahun

Ilustrasi: Para pemuda memainkan musik tradisional Bleganjur mengiringi Ogoh-ogoh atau boneka raksasa saat festival Ogoh-ogoh 2017 jelang Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 di kawasan Kuta, Badung, Bali, 27 Maret. Festival Ogoh-ogoh menjadi salah satu atraksi menarik wisatawan. (Foto: Antara)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Dinas Pariwisata Bali, AA Gede Yuniartha Putra, mengatakan Bali mengadakan 68 festival unggulan setiap tahun.

“Tidak mengenal libur panjang atau libur pendek, dalam setahun di Bali ada 68 festival. Tiap bulan pasti ada kegiatan-kegiatan,” kata Agung Yuniartha dalam wawancara yang dilansir rri.co.id.

 Penggal akhir Agustus lalu misalnya, festival layang-layang di Gianyar diikuti sekitar 900 peserta yang ikut. Bulan Agustus juga, berlangsung parade budaya yang diadakan di Jembrana Bali Barat.

Festival yang akan datang digelar di Lovina di Buleleng, Lovina Beach Festival, 9 – 13 September 2017.

Informasi terkait hiburan dan festival budaya di Pulau Dewata, menurut Agung Yuniartha dapat diperoleh melalui Bali Events Calendar 2017.

Pada 6 September 2017, diselenggarakan Buda Wage Ukir, upacara persembahan kepada Sang Hyang Sri Nini, Dewa Sadhana, manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pada tempat penyimpanan harta benda. Pada hari itu dipercaya tidak baik untuk membayar sesuatu atau melakukan transaksi jual beli.

Lalu pada tanggal 7 Oktober wisatawan dapat melihat perayaan Hari Tumpek Uduh. Hari ini merupakan pemujaan terhadap Sang Hyang Sangkara sebagai manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa dalam menciptakan kesuburan pada tumbuh-tumbuhan sehingga dapat memberikan hasil kepada manusia.

Pada 1 November, dirayakan Hari Raya Galungan sebagai hari yang diyakini terciptanya alam semesta dan kemenangan Dharma melawan Adharma.

Sehari setelah itu, umat Hindu di Bali akan bersembahyang di masing-masing merajan dan mengunjungi kerabat untuk bersilaturahmi mempererat hubungan.

Pada bulan Desember akan banyak diselenggarakan upacara tradisional seperti Buda Keliwon Pegatuakan pada 6 Desember, Tumpek Krulut pada 16 Desember, Tilem pada 18 Desember, serta Denpasar Festival di akhir bulan Desember, yang merupakan agenda terbesar di kota itu. (rri.co.id)

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home