Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Melki Pangaribuan 18:55 WIB | Kamis, 18 Juni 2020

Balitbangtan Sumbar Kembangkan Varietas Krisan Pot

Foto kolase varietas krisan pot hasil inovasi Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) Badan Litbang Pertanian dikembangkan di Taman Sains Pertanian Sumatera Barat. (Foto: Badan Litbang Pertanian)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat dan Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi) berkolaborasi dalam mengembangkan tanaman hias varietas krisan pot di Sumatera Barat(Sumbar).

Kepala Balithi Rudy Soehendi di Jakarta, Kamis (18/6), mengatakan varietas unggul krisan pot telah banyak dikembangkan di wilayah Sumatera Barat melalui BPTP Sumbar.

Saat ini, tambahnya, budidaya krisan pot dilakukan di Taman Sains Pertanian (TSP) Sukarami yang merupakan bagian dari BPTP Sumatera Barat.

"Banyak pengunjung TSP Sukarami yang tertarik kepada tanaman hias jenis krisan pot ini," ujarnya.

Sebanyak 5.700 benih krisan pot telah didistribusikan Balithi pada Maret lalu untuk pengembangan tersebut yang terdiri dari varietas Armitha Agrihorti, Avanthe Agrihorti, Khanza Agrihorti, Naura Agrihorti, dan Zweena Agrihorti.

Rudy berharap dengan adanya kolaborasi seperti ini, penyebaran teknologi inovasi yang telah dihasilkan Balitbangtan dapat terealisasi dengan cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu Kepala BPTP Sumatera Barat Jekvy Hendra menambahkan banyak hasil inovasi tanaman hias yang sudah diterapkan di lapangan baik di lokasi Taman Sains Pertanian (TSP) Koto Gaek Sukarami dan di kabupaten lain di Sumatera Barat.

"Salah satu kewajiban kami di daerah adalah mendiseminasikan hasil inovasi Balitbangtan kepada masyarakat secara langsung" katanya.

Menurut dia, Balitbangtan telah mengembangkan varietas unggul krisan dan krisan pot di wilayah Sumatera Barat. Bahkan varietas unggul krisan Arosuka Pelangi dan Solinda Pelangi merupakan hasil kerjasama Balitbangtan dengan pemerintah Kabupaten Solok pada 2013.

Beberapa wilayah di Sumbar, telah menjadikan tanaman hias sebagai komoditas utama penggerak roda perekonomian masyarakatnya seperti Kota Padang yang terkenal dengan kampung flori Lubuk Minturun, Kota Padang Panjang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok dan Solok Selatan.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyatakan, potensi tanaman hias di Indonesia sangat melimpah, bahkan banyak diantaranya yang memiliki potensi untuk dikembangkan bagi pasar ekspor.

"Balitbangtan akan lebih mendorong atau mendukung dalam mendiseminasikan tanaman hias mengingat komoditas ini punya nilai yang sangat besar," ujarnya. (Ant)

 

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
7 Dasawarsa BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home