Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Sabar Subekti 08:48 WIB | Senin, 10 Agustus 2020

Banjir di Yaman: 130 Tewas, 260 Rumah Rusak

Banjir di Sanaa, Yaman. (Foto: dok Reuters)

SANAA, SATUHARAPAN.COM-Pemberontak Houthi Yaman mengatakan bahwa banjir telah melanda bagian negara yang dikuasai pemberontak itu sejak pertengahan Juli di tengah hujan musiman yang lebat, menyebabkan lebih dari 130 orang tewas dan merusak lebih dari 260 rumah.

Kementerian Kesehatan yang dikelola Houthi hari Minggu (9/8) mengatakan setidaknya 124 orang lainnya terluka akibat banjir di beberapa bagian Yaman utara yang dikendalikan oleh pemberontak, termasuk ibu kota Sanaa dan Kota Tua bersejarahnya, yang masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO.

Lebih dari 160.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah banjir besar dan hujan lebat di Provinsi Hajjah dan Hodeida, menurut pejabat keamanan, yang berbicara tanpa menyebut nama, karena mereka tidak berwenang untuk memberi pengarahan kepada media.

Sedikitnya 33.000 orang terlantar yang berlindung di kamp-kamp di Yaman selatan kehilangan tenda dan harta benda mereka akibat banjir, kata Komite Palang Merah Internasional bulan lalu.

Banjir dahsyat di negara termiskin di dunia Arab itu telah memperburuk wabah kolera, dengan 127.900 kasus yang diduga terjadi di delapan provinsi sejak Januari, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada bulan Juli.

Palang Merah juga memperingatkan banjir telah mempercepat penyebaran penyakit demam berdarah dan malaria, karena nyamuk pembawa penyakit berkembang biak di genangan air.

Yaman terbagi antara pemberontak Houthi di utara dan pemerintah yang diakui secara internasional di selatan. Kedua belah pihak telah berperang sejak Houthi yang didukung Iran menguasai sebagian besar wilayah utara dan merebut Sanaa pada akhir 2014, memaksa pemerintah Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi ke pengasingan.

Pada Mach 2015, Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya membentuk koalisi untuk melawan Houthi dalam apa yang mereka katakan sebagai upaya untuk menghentikan pengaruh Iran yang tumbuh di Yaman, yang terletak di sudut selatan Jazirah Arab, menghadap ke Laut Merah dan Laut Arab. (AP)

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home