Loading...
RELIGI
Penulis: Kartika Virgianti 20:13 WIB | Kamis, 24 April 2014

Basuki: Perayaan Keagamaan Pemprov DKI Buang Uang

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama saat memberikan sambutan dalam acara perayaan paskah di kalangan Pemprov DKI Jakarta. (Foto: Kartika Virgianti)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menghadiri acara perayaan paskah di kalangan Pemprov DKI Jakarta. Tetapi saat memberikan sambutan, ia justru mengatakan bahwa acara perayaan keagamaan seperti ini hanya menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) DKI.  

“Tadi sebelum ke sini saya bergumul, perlu tidak sih menghabiskan APBD untuk acara-acara keagamaan seperti ini. Rata-rata pasti bilang masih perlu. Pasti. Kenapa? Karena kita beragama,” kata Basuki saat sambutannya di Gedung UOB, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (24/4).

Dalam acara Aktualisasi Nilai-nilai Paskah Aparatur Sipil Negara Pemprov DKI Jakarta, dengan tema “Kebangkitannya Memulihkan Kehidupan”, dan subtema “Bangkitlah! Wujudkan Jakarta Baru”, Basuki menjelaskan maksud dari disetujuinya APBD dipakai untuk perayaan agama, supaya para jajaran di bawahnya diingatkan untuk melayani masyarakat, karena siapa tahu di gerejanya lupa diingatkan.

“Karena kita sering menyumbang gereja, bisa saja pendetanya jadi takut penghasilan gerejanya turun kalau menegur umat. Kalau di sini pastornya enak mau menegur, orang bukan jemaatnya dia,” ujar Basuki.

Basuki mengaku suka dengan judul acara tersebut, yaitu Jakarta Baru. “Kita ingin tidak ada orang yang terlunta-lunta, sakit tidak bisa berobat, atau yang tidak bisa sekolah. Ini tugas kita untuk bereskan ini semua,” tegas Basuki.

“Saya berharap banyak buat PNS (pegawai negeri sipil) di DKI yang mengakunya kristen, tetapi kelakuannya tidak kristen, copot saja salibnya, bikin malu Pemprov DKI saja, atau KTP-nya dikosongkan saja,” cetusnya.

Selain itu dalam sambutannya, Basuki juga tidak ragu menyindir kinerja kepala dinas yang hadir pada kesempatan tersebut. Seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI, terkait jalan berlubang yang lama ditambalnya, sehingga menyebabkan kecelakaan.

Dia juga menyindir Dinas Sosial DKI yang tidak melaporkan jika ada orang gila terlantar di jalan-jalan Jakarta, tetapi begitu ketahuan dirinya baru ditangani oleh dinas. Dinas Perumahan dan Gedung DKI juga tidak luput dari sindirannya, yaitu terkait adanya laporan orang yang sudah pensiun dan telah berjasa banyak bagi bangsa ini, namun ditemukan terlunta-lunta.

Editor : Bayu Probo


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home