Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Dewasasri M Wardani 11:59 WIB | Jumat, 08 November 2019

Batavia Madrigal Singers Kembali Juara Umum Kompetisi Tingkat Dunia.

Batavia Madrigal Singers Kembali Juara Umum Kompetisi Tingkat Dunia.
Kelompok Batavia Madrigal Singers (BMS) yang dipimpin maestro konduktor Indonesia, Avip Priatna meraih gelar juara umum (Grand Prize) pada ajang 51st Tolosa Choral Contest, yang diselenggarakan di kota Tolosa, Spanyol Kamis (31/10) – Minggu (3/11)2019. (Foto-foto: PR/ dani.dumadi@theresonanz.com)
Batavia Madrigal Singers Kembali Juara Umum Kompetisi Tingkat Dunia.
Koreografi atraktif Paduan Suara Batavia Madrigal Singers.

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kelompok Batavia Madrigal Singers (BMS) yang dipimpin maestro konduktor Indonesia, Avip Priatna, meraih gelar juara umum (Grand Prize) pada ajang 51st Tolosa Choral Contest, yang diselenggarakan di Kota Tolosa, Spanyol Kamis (31/10) – Minggu (3/11) 2019.

Selain menjadi juara umum, BMS juga meraih tiga predikat lain. Yang pertama, juara pertama pada kategori Polyphony, mengalahkan JCA National Youth Choir dari Jepang dan Mannerstimmen Basel dari Swiss. Lalu, juara pertama kategori Basque and Popular Music, mengalahkan JCA National Youth Choir dan Pa Saulei dari Latvia, dan juga mendapatkan penghargaan favorit penonton/Audiens Prize.

Berbalut kostum bernuansa Indonesia, BMS tampil di babak Polyphony membawakan lima buah lagu, yaitu Factum Est Silentium karya Richard Dering, lagu wajib kategori Polyphony berjudul Buscando Mis Amores karya David Azurza, Les Djinns karya Gabriel Faure, Fajar dan Senja II karya composer muda Indonesia, Ken Steven, serta lagu Jubilate Deo karya Pietro Ferrario.

Sementara pada babak Basque and Popular Music, BMS tampil membawakan lagu berbahasa Basque berjudul Ametsetan karya Javier Busto, lagu wajib babak tersebut yang berjudul Neguan Orbela karya Xabier Zarazola, lagu Sixteen Tones karya Merle Travis yang diaransemen oleh Kirby Shaw, lagu Joshua, yang diaransemen oleh Norman Luboff, lagu tradisional Aceh, Bungong Jeumpa yang diaransemen oleh Fero Aldiansya Stefanus, serta lagu lawas berjudul Don’t Stop Me Now, karya Freddie Mercury yang diaransemen oleh Mark Brymer.

Selain berkompetisi, panitia penyelenggara juga mengatur konser-konser para peserta di kota-kota sekitar Tolosa. BMS berkesempatan berkonser di Kota Tafalla, Ordizia, Astillero, dan Pamplona.

Kemenangan BMS pada ajang 2019 Tolosa Choral Contest ini menjadikan BMS berhak untuk maju bertanding pada kompetisi 32nd European Grand Prix for Choral Singing (EGP), yang akan diadakan di Kota Debrecen, Hongaria, pada 8 Juli 2020.

Kelompok paduan suara BMS beranggotakan penyanyi dengan beragam latar belakang usia, suku, agama, dan pekerjaan. Mereka berlatih secara rutin di The Resonanz Music Studio, sekolah musik pimpinan Avip Priatna yang juga menaungi kelompok orkestra simfoni, Jakarta Concert Orchestra dan kelompok paduan suara anak The Resonanz Children’s Choir.

BMS akan menyelenggarakan konser tahunan mereka, Sanguinis Choraliensis, pada 17 November 2019. (PR)

 

Editor : Sotyati

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home