Google+
Loading...
FLORA & FAUNA
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:35 WIB | Senin, 13 Agustus 2018

Bayam Merah, Kaya Antioksidan

Bayam merah, yang memiliki nama ilmiah Amaranthus gangeticus. (Foto: seekay.co.uk)

SATUHARAPAN.COM –  Berbeda dengan varietas bayam hijau, bayam merah belum begitu populer. Sebagian besar orang bahkan mungkin belum terbiasa mengonsumsinya. Bayam merah dapat dibuat lalapan, sayuran berkuah, hingga salad.

Sebagian orang berpendapat, bayam mempunyai rasa enak, lunak, dan dapat memberikan rasa dingin di perut dan mengandung zat besi terlalu tinggi. Bayam ini juga memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh.

Sama halnya dengan bayam hijau, bayam merah juga memiliki banyak kandungan zat di dalamnya. Selain mengandung protein, bayam merah juga mengandung lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, betakaroten, vitamin A, C, E, asam folat, dan glutation.

Bayam merah, dikutip dari repository.unimus.ac.id, memiliki pigmen antosianin. Antosianin adalah pigmen merah keunguan yang menandai warna merah pada bayam merah, dan antosianin berperan sebagai antioksidan.

Hal ini juga dibuktikan dalam penelitian tim peneliti dari Departemen Teknik Kimia, FakultasTeknik Universitas Sumatera Utara. Mereka meneliti ekstraksi flavonoid dari bayam merah. Bayam merah mengandung senyawa antioksidan seperti betalain, karatenoid, vitamin C, dan flavonoid. Senyawa antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas di dalam tubuh, sehingga tubuh terlindungi dari penyakit degeneratif. Hasil penelitian menunjukkan flavonoid yang terkandung dalam ekstrak bayam merah memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong sangat kuat.

Ike Rahmania S, dari jurusan Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB), juga berhasil memanfaatkan bayam merah menjadi olahan suplemen makanan dan juga smoothies, seperti dikutip dari okezone.com, pada Minggu 18 Februari 2018. Bayam merah yang kaya antioksidan, emiliki khasiat neuroprotektif dan dinilai mampu menjadi pencegah dan obat penyakit degeneratif, khususnya stroke.

Inovasi Ike itu berhasil mengantarkannya menjadi wakil Indonesia ke konferensi Youth Empowerment Society for Sustainable Development Goals (YES4SDG) di Thailand, Oktober 2017. Setelah lolos dalam beberapa tahap seleksi, ia akhirnya bisa masuk dalam 10 Top Best Paper.

Pemerian Botani Tanaman Bayam Merah

Bayam merah, dikutip dari repository.unimus.ac.id, merupakan tanaman perdu dan tingginya dapat mencapai 1,5 meter. Bayam merah memiliki ciri- ciri berdaun tunggal, ujung runcing, lunak, dan lebar.

Batangnya lunak dan berwarna putih kemerah-merahan. Bunga bayam merah ukurannya kecil mungil dari ketiak daun dan ujung batang pada rangkaian tandan. Buahnya tidak berdaging, tetapi bijinya banyak, sangat kecil, bulat, dan mudah pecah.

Tanaman ini memiliki akar tunggang dan berakar samping.  Akar sampingnya kuat dan agak dalam. Alat reproduksi bayam yaitu secara generatif (biji), dan dari setiap tandan bunga dapat dihasilkan ratusan hingga ribuan biji.

Bayam merah, dipanen pada saat tanaman berumur muda, dengan tinggi sekitar 20 cm. Bayam ini dicabut bersama akarnya yang kemudian dijual dalam bentuk ikatan.

Bayam merah menurut Wikipedia, adalah dari tumbuhan keluarga Amaranthacea. Nama saintifiknya adalah Amaranthus gangeticus. Dalam bahasa Inggris, tanaman ini dikenal dengan nama blood amaranth, red amaranth, purple amaranth, prince's feather, atau Mexican grain amaranth. Ada juga yang menyebutnya Chinese spinach.

Bayam merah sering juga disebut bayam glatik. Di Jawa, tanaman ini dinamai bayem abrit, bayem lemag, atau bayem sekul. Sedangkan di Maluku, disebut dengan jawa lufife, tona magaahu, atau baya rohiha.

Tanaman bayam berasal dari Amerika tropik dan mudah tumbuh dan tersebar di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Tanaman bayam semula dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembangan selanjutnya, tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuk negara-negara berkembang.

Menurut distan.bulelengkab.go.id, budidaya bayam merah cukup menguntungkan. Sayuran ini tak mengenal musim alias dapat tumbuh sepanjang tahun.

Tanaman ini dapat dibudidayakan di daerah yang beriklim panas maupun dingin. Namun, bayam merah tumbuh subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas. Bayam merah membutuhkan waktu panen 20-25 hari sejak ditanam.

Manfaat Herbal Tanaman Bayam Merah

Bayam merah, dikutip dari upnyk.ac.id, sangat berperan membantu penyerapan kalsium. Hal ini disebabkan karena bayam merah menghasilkan kadar antioksidan yang  tinggi.

Pada bayam merah, terdapat unsur kimia alami yang bisa membantu kesehatan pada tubuh. Kandungan zat kimia yang bisa ditemukan adalah protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin, serta vitamin A, B, dan C.

Secara umum bayam memiliki fungsi sebagai peningkat kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Apalagi dengan bayam merah, akar bayam bisa dimanfaatkan sebagai obat disentri. Dengan kandungan serat yang tinggi, bayam ini juga membantu melancarkan buang air besar

Dibandingkan dengan bayam hijau, bayam merah kurang populer, namun, bayam merah mengandung banyak zat gizi yang bermanfaat untuk kesehatan. Bayam merah dapat menurunkan risiko terserang kanker, mengurangi kolesterol, memperlancar sistem pencernaan, dan antidiabetes. Selain itu, bayam merah dapat mencegah penyakit kuning, osteoporosis, sakit karena sengatan lipan, atau kena gigitan ulat bulu.

Bayam merah memiliki rasa yang hambar ketika dimakan.  Namun, sayur bayam memiliki kandungan gizi yang tinggi. Dengan mengonsumsi sayur bayam maka nutrisi dalam tubuh kita akan memberikan banyak perlindungan.

Namun bayam merah mengandung beberapa senyawa alergenik (memiliki efek alergen), yang jika terlalu banyak dikonsumsi dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Salah satu senyawa alergenik yang dominan adalah asam oksalat yang dapat mengganggu fungsi ginjal. Senyawa goitrogen (zat yang menimbulkan penyakit gondok) dapat mengganggu fungsi kelenjar tiroid untuk menghasilkan hormone tiroksin, sehingga dapat menyebabkan penyakit gondok (goiter), dan dapat menyebabkan asam urat, karena mengandung purin tinggi.

Tim peneliti dari Fakultas Farmasi, Universitas Jenderal Achmad Yani Bandung, meneliti uji efek antitukak lambung  dengan ekstrak air bayam merah terhadap tikus wistar betina. Herba bayam merah, dilaporkan dapat mengatasi gangguan lambung yang disebabkan asam berlebih. Hasil penelitian menunjukkan bayam merah mampu menurunkan keasaman lambung, dan memperkecil diameter tukak lambung.

Tim peneliti Akademi Farmasi Saraswati Denpasar, Bali, meneliti efektivitas ekstrak etanol daun bayam merah sebagai diuretik pada tikus jantan galur wistar. Diuretik adalah zat-zat yang dapat memperbanyak pengeluaran kemih melalui kerja langsung terhadap ginjal.

Bayam merah secara empirik berkhasiat sebagai diuretik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan ekstrak etanol daun bayam merah memiliki efek diuretik pada tikus putih jantan galur wistar.

Editor : Sotyati

Gaia Cosmo Hotel
Zuri Hotel
Back to Home