Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Tjhia Yen Nie 15:00 WIB | Selasa, 18 April 2017

Be a Gentleman

Jika tidak berani menerima kekalahan, jangan menceburkan diri dalam kancah pertarungan yang menghasilkan pilihan menang atau kalah.
Surat suara (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Mau nggak kamu jadi pacar saya?”

Pertanyaan itu bagaikan petir di siang bolong.  Teringat pada hari-hari yang lewat bagaimana perhatian dalam bentuk waktu dan materi yang sudah diberikannya kepada saya.  Akhirnya terucap juga pertanyaan yang tidak tahu harus saya jawab apa.

Setelah jeda beberapa lama, saya memberanikan diri bertanya,”Bagaimana kalau ternyata jawabannya adalah tidak?”

”Tentu saja saya kecewa, tapi itu adalah risiko seorang laki-laki yang berani menyatakan cinta, harus berani juga untuk ditolak,” jawabnya.

Perkataan sekian tahun silam itu saya catat dalam hati. Itu jugalah yang seharusnya dimiliki setiap orang.  Berani menyatakan pendapat, berani pula menerima kenyataan kalau pendapatnya ditolak.

Demikian juga kiranya yang terjadi dalam pertarungan pilkada DKI yang sekarang berlangsung. Berani mencalonkan diri, harus berani menghadapi kenyataan bahwa diri bisa menang, bisa juga kalah.  Walaupun sudah banyak modal yang dihabiskan dalam bentuk waktu, materi, tenaga dan pikiran, untuk meraihnya.

”Bagaimana bila cagub dan cawagub pilihanmu kalah?” tanya seorang kawan 

”Itu artinya Tuhan menghendaki cagub dan cawagub pilihan kamu yang menang,” timpal saya.

Itulah realitas kehidupan—bisa menang atau kalah.  Jika tidak berani menerima kekalahan, jangan menceburkan diri dalam kancah pertarungan yang menghasilkan pilihan menang atau kalah.  Sama seperti seorang pria yang berani menyatakan cintanya kepada seorang wanita, harus berani menerima risiko untuk diterima pun ditolak.

Akhirnya pertanyaan di atas saya jawab dengan kata ”tidak”.  Dia pun menyalami saya, sambil tersenyum berkata, ”Kalau begitu, kamu bukanlah orang yang Tuhan pilihkan untuk saya.”

Dan sekarang, lebih dari 20 tahun lalu percakapan itu terjadi, saya  mengenang dia sebagai seorang gentleman.

 

inspirasi@satuharapan.com

Editor : Yoel M Indrasmoro

Back to Home