Google+
Loading...
BUDAYA
Penulis: Reporter Satuharapan 00:37 WIB | Minggu, 22 Juli 2018

Belajar Menulis Resensi Film di Kelas Kreatif Bentara

Ni Ketut Sudiani berbicara dalam lokakarya Menulis Resensi Film di Bentara Budaya Bali. (Foto: Bentara Budaya Bali)

GIANYAR, SATUHARAPAN.COM - Sedari tahun 2012, Bentara Budaya Bali (BBB) telah menggagas dan secara berkala menyelenggarakan program Kelas Kreatif Bentara. Acara yang dirancang berupa lokakarya ini bertujuan memberikan transfer of knowledge  atau alih pengetahuan bagi generasi muda, serta diniatkan sebagai pembekalan yang bersifat berkelanjutan. 

Setelah pada dua seri sebelumnya mengulas tentang seluk beluk Dunia Digital, Kelas Kreatif Bentara kali ini mengetengahkan lokakarya Menulis Resensi Film. Kelas pertama berlangsung pada Sabtu (21/7) di BBB, Jl. Prof. Ida Bagus Mantra No.88A, bypass Ketewel, Gianyar, Bali. Kelas kreatif ini memadukan antara pembekalan teori serta praktik, dijadwalkan berlangsung sebanyak 4 kali pertemuan sepanjang bulan Juli-Agustus 2018. 

Program ini merupakan kelanjutan dari Kelas Kreatif Bentara: Resensi Seni dan Kritik Film yang telah digelar pada April 2017 bersama sastrawan Oka Rusmini. Pertemuan tersebut merupakan pengantar awal mengenai penulisan resensi seni atau kritik film, di mana bukan semata mengedepankan keterampilan berbahasa, akan tetapi juga bagaimana sudut pandang penulis yang kuasa merangkum kedalaman referensinya sekaligus dapat menguraikan keunggulan ataupun kelemahan dari karya seni yang tengah dikritisinya ini.

Sebagai pemateri pada kelas Menulis Resensi Film ini adalah Ni Ketut Sudiani, penulis yang karya-karyanya telah dimuat di berbagai media lokal dan nasional. Di antaranya Kompas Minggu, Media Indonesia, Suara Merdeka, Jurnal Nasional, Bali Post, Jurnal Sundih, Radar Bali dan lainnya. Ia juga telah menerbitkan novel berbahasa Inggris berjudul The Voices of Butterflies (2014). 

Pada pertemuan pertama ini, Sudiani memberikan dasar-dasar penulisan, struktur dan sistematika penulisan resensi, juga langkah-langkah menulis resensi. Selain itu, dipaparkan pula sejumlah contoh resensi buku dan film sebagai referensi bagi peserta. Pada akhir pertemuan, peserta bersama-sama melakukan praktik menonton film yakni sebuah dokumenter Lukisan Barong Gunarsa yang ditayangkan selaras program Sinema Bentara pada bulan Juli ini. 

“Melalui kelas kreatif ini, para peserta berkesempatan untuk memahami lebih dalam, tidak hanya tentang resensi film, namun juga dasar-dasar penulisan. Menariknya, program ini memberi peluang juga kepada mereka yang sama sekali pemula untuk belajar dari awal tanpa harus merasa minder dengan kawan-kawannya,” ungkap Sudiani yang sempat pula diundang ke Pertukaran Penulis Muda Indonesia – Australia (2014) dan Ubud Writers and Readers Festival (2014).

Adapun pada sesi pendalaman berikutnya peserta akan difokuskan memahami bentuk-bentuk resensi film, baik yang dihadirkan di halaman media koran atau situs online, maupun dalam ragam talkshow di radio dan televisi. 

Selain itu, diulas pula langkah-langkah menganalisis film berdasarkan pembacaan atas tema, latar historis film dimaksud, sejarah perfilman Indonesia dan dunia, serta silang referensi dengan film-film lain bertema serupa, kemudian menuangkannya dalam bentuk tulisan resensi atau ulasan sinema.

“Program ini juga menjadi penting karena peserta tidak berhenti hanya pada satu pertemuan pembelajaran karena sifatnya berkelanjutan yakni empat kali. Harapannya peserta bisa menghasilkan tulisan dengan kualitas yang layak muat,” pungkas Sudiani. (PR)

 
UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home