Loading...
INDONESIA
Penulis: Francisca Christy Rosana 16:54 WIB | Jumat, 31 Juli 2015

Belanja Pegawai DKI Dialihkan untuk Fasilitas Umum

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat. (Foto: Dok. Satuharapan.com/Dedy Istanto)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat berpandangan, efisiensi belanja pegawai negeri sipil (PNS) dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI akan dialihkan untuk membangun fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Pengalihan anggaran untuk kepentingan pembangunan ini tergantung pada skala prioritas, misalnya untuk pembangunan unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Selain itu, pengalihan juga akan dilakukan untuk pembukaan lahan terbuka hijau, drainase, dan pembangunan infratruktur lainnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI, Saefullah mengatakan akan mengurangi anggaran belanja pegawai dari Rp 19 triliun menjadi Rp 15 triliun.

“Pengurangan belanja pegawai dalam APBDP ini dilakukan dalam rangka untuk efisiensi, terutama belanja tidak langsung. Kita sudah evaluasi penghitungan e-kinerja kita sebagian besar tidak bisa mencapai target di atas 75 dari komponen yang ada, jadi rata-rata hanya 50-75 persen,” kata Djarot di Balai Kota DKI, Jumat (31/7).

Efisiensi juga dihitung dari perampingan struktur birokrasi pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov DKI. Di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, misalnya. Struktur di wilayah tersebut. Bahkan, efisiensi anggaran belanja pegawai khusus untuk wilayah Kepulauan Seribu bisa langsung dieksekusi pada semester dua tahun 2015.

“Untuk Pulau Seribu bisa dilakukan sekarang dan mengurangi belanja tidak langsung. Kita optimalkan struktur dan pegawai yang ada. Kita sudah cukup dengan adanya BPTSP, kemudian ada PHL,” kata Djarot.

Kendati ada efisiensi belanja pegawai, Djarot memastikan nominal tunjangan kinerja daerah (TKD) PNS DKI tidak akan dikurangi.

“TKD tidak dikurangi, tapi capaiannya tidak bisa sampai 100 persen. Otomatis itu bisa mengurangi belanja tidak langsung,” kata mantan politikus Senayan itu.

Sementara untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terdampak perampingan, Djarot memastikan hal tersebut menjadi tugas kepal suku dinasnya untuk menempatkan pegawai UPT ke bagian yang lebih fungsional. 

Editor : Yan Chrisna Dwi Atmaja


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home