Google+
Loading...
RELIGI
Penulis: Kris Hidayat 15:42 WIB | Kamis, 30 Mei 2013

Bishop Palestina: Umat Kristen Arab Perlu Bergandeng Tangan dengan Umat Muslim

Bishop Munib A. Younan, President of the Lutheran World Federation. (Foto: ecumenical news)

BEIRUT, SATUHARAPAN.COM - "Umat Kristen Arab perlu bergandeng tangan dan bergaul lebih sungguh-sungguh dengan tetangga mereka, terutama umat Muslim." Demikian disampaikan Bishop Munib A. Younan, Presiden Federasi Dunia Gereja  Lutheran pada Konferensi Dewan gereja-gereja Timur Tengah (Middle East Council of Churches ?MECC), baru-baru ini di Beirut, Libanon.

“Menurut saya, umat Kristen Arab dewasa ini tidak punya pilihan selain saling bercakap-cakap dengan tetangganya,” kata Munib A. Younan, pimpinan dari 70 juta warga Gereja Lutheran Dunia. “Saya menghindari menggunakan kata 'dialog', karena cenderung menyiratkan wacana akademis semata. Berdialog penting dalam beberapa konteks, namun kita memerlukan sebuah hubungan keterlibatan yang lebih erat.”

“Kita harus bergaul dengan semua kepercayaan monoteistik, terutama Muslim," kata Younan yang mengepalai Gereja Evangelis Lutheran di Yordania dan Tanah Suci. Beliau mengepalai salah satu dari gereja terkecil di Dewan Gereja Dunia dan Federasi Gereja Lutheran Dunia. Namun gereja tersebut memiliki keberadaan yang kuat di Tanah Suci dengan peran penting dalam bidang pendidikan.

Younan berbicara dalam rangkaian Konferensi Dewan Gereja-gereja Dunia dan Dewan Gereja-gereja Timur Tengah dalam kehadiran Kristen di Timur Tengah. Pimpinan gereja global dan regional memanggil pimpinan-pimpinan Dewan Gereja-gereja di Timur Tengah untuk menjadi ‘saksi-saksi hidup atas kehidupan gereja’.

Dia menambahkan, “Suara kesaksian tersebut menghilang ketika masa kebangkitan Arab saat ini.  Sikap diam tersebut memberi kesan bahwa kita takut atau sekadar menerima perkembangan zaman. Masa depan kekristenan ada ketika kita menunjukkan cara yang berbeda, yaitu dengan menunjukkan kasih pada masyarakat kita.”

Bagaimanapun juga Younan menegaskan, “Kita hidup dalam masa yang tidak pasti, ketika Timur Tengah sedang memanas.  Penting bagi kita untuk membuat usaha untuk bersatu dalam masa kritis ini.”

Dalam pertemuan pada Mei 22-25, Sekretaris Jendral dari Dewan Gereja-gereja Dunia, Rev. Olav Fykse Tveit berkata, “Solidaritas Kristen berarti kita peduli mengenai kehidupan, hak, dan martabat umat manusia ketika kita bekerja sama membentuk masa depan yang lebih baik.”

Tveit juga menyinggung soal Suriah, sebuah negara yang menjadi perhatian penting bagi gereja-gereja di seluruh dunia.  Dia mengatakan bahwa masyarakat Suriah telah membayar mahal kegagalan pemerintah dalam melindungi masyarakat seperti yang dilaporkan Dewan Gereja-gereja Dunia.

“Hal ini merupakan kegagalan dari komunitas internasional untuk menyediakan solusi politis bagi tragedi di Suriah, yang juga termasuk penculikan dua Pendeta Gereja Ortodoks Suriah dari Aleppo.”  Lebih lanjut, Tveit mengatakan, “Kita di sini untuk mendengarkan perhatian dari Dewan Gereja-gereja di Timur Tengah dan belajar dari pengalaman mereka dalam hidup bersama dalam keberagaman keyakinan.”

Dalam pidatonya, Bishop Younan berkata bahwa proses reformasi terus berlanjut hingga jantung Arab dan Kristen Timur Tengah.  Harapan mereka, katanya, tidak akan berakhir sampai mereka menyaksikan Timur Tengah berubah melalui nilai-nilai yang dianut umat Kristen Arab.

“Sebagai umat Kristen Arab, kita turut serta membangun masyarakat, setia terhadap negara dan kewarganegaraan kita, memberi harapan dalam situasi tanpa harapan dan menjamin perkembangan masyarakat madani yang menghormati HAM, kebebasan beragama, kesetaraan gender, dan kebebasan berekspresi,” kata Younan.

Pada tahun 2010, Younan, yang mengikuti training teologinya di Finlandia dan dipilih sebagai pimpinan Federasi Gereja Lutheran Dunia, dan pemimpin berkebangsaan Palestina yang pertama.

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home