Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 19:05 WIB | Minggu, 28 Agustus 2016

BMKG: Jarak Pandang Mulai Turun di Riau

Petugas satgas kebakaran hutan dan lahan Provinsi Riau berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut yang terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kampar, Riau, Sabtu (27/8). Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terus meluas, sehingga menyebabkan sejumlah daerah di Riau mulai diselimuti kabut asap. (Foto: Antara)

PEKANBARU, SATUHARAPAN.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyampaikan jarak pandang mulai mengalami penurunan dalam dua hari terakhir akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. 

"Dumai dan Pekanbaru mulai terganggu jarak pandangnya terutama di pagi hari karena tertutup kabut asap," ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi, di Pekanbaru, hari Minggu (28/8).

Ia mencontohkan, seperti hari Minggu ini, jarak pandang pukul 07.00 WIB terpantau di Kota Dumai cuma satu kilometer (km), lalu di Kota Pekanbaru 2,1 km, Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu 5 km, dan Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan 6 km. 

Terpantau di Kota Dumai pada sehari sebelumnya atau Sabtu (27/8) jarak pandang hanya 1,5 km, kemudian di Kota Pekanbaru 2,5 km, Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu 5 km, dan Pangkalan Kerinci di Kabupaten Pelalawan 7 km.  

"Bila kondisi cuaca normal, maka jarak pandang pada berbagai wilayah di Riau terutama pukul 07.00 WIB tersebut bisa lebih dari 5 km seperti Jumat (26/8) rata-rata 6 km," katanya pula.

Slamet mengatakan, kondisi jarak pandang sempat turun tersebut lazimnya setelah waktu jelang tengah hari atau menunjukkan pukul 12.00 WIB, sehingga biasanya kabut asap mulai menipis dan hilang. 

"Ini terjadi karena bercampur partikel-partikel air yang sangat kecil terutama terjadi di waktu dini hari atau kita sebut embun, dengan asap diduga dari karhutla pada waktu malam hari," katanya lagi.

Dilaporkan pula satu pesawat Pelita Air Service rute Jakarta-Dumai terpaksa divert atau mengalihkan penerbangan karena kabut asap karhutla akibat terbatas jarak pandang di Bandara Pinang Kampai, Dumai, Minggu ini.

Pesawat jenis ATR 72-500 tersebut akhirnya melakukan pendaratan sementara di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

"Pelita Air divert ke Pekanbaru, karena tidak bisa mendarat di Dumai akibat kabut asap," kata Airport Duty Officer Bandara Internasional SSK II Bambang Setiawan.

Ia mengatakan pesawat Pelita Air Service tersebut mendarat di Bandara Pekanbaru sekitar pukul 09.30 WIB.

Sejauh ini, ujarnya lagi, berbagai frekuensi penerbangan baik rute domestik maupun internasiomal di Bandara Internasional SSK II masih berjalan normal, meskipun udara diselimuti asap tipis. 

"Jarak pandang di pagi hari sempat mencapai 1.800 meter, namun berangsur membaik pada pukul 10.00 WIB mencapai 5.000 meter," katanya pula. (Ant)

 


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home