Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Reporter Satuharapan 17:02 WIB | Selasa, 22 Januari 2019

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Akhir Januari 2019

Ilustrasi. Hujan lebat. (Foto: Antara/Noveradika)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melanjutkan imbauan yang dikeluarkan sebelumnya, tanggal 16 Januari 2019, agar masyarakat tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019.

“Khususnya dampak dari curah hujan tinggi yang akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019,” kata Deputi Bidang Metereologi BMKG, Mulyono R Prabowo, dalam siaran persnya Selasa (22/1) siang, seperti dilansir setkab.go.id.

Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer pada Selasa (22/1), menurut Deputi Bidang Metereologi BMKG itu, terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudera Hindia yang masuk ke wilayah Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, hingga NTT. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya monsun dingin Asia beserta hangatnya suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi.

Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir, memanjang dari wilayah Sumatera bagian selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB, dan NTT.

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) di Jakarta tengah memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. “Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor ( 94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari ke depan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah Indonesia seperti Riau, Kep Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan,” Mulyono menjelaskan.

Deputi Bidang Metereologi BMKG itu menyampaikan secara terperinci wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 23 – 26 Januari 2019, antara lain: 1. Aceh; 2. Lampung; 3. Banten; 4. DKI Jakarta; 5. Jawa Barat; 6. Jawa Tengah; 7. DI Yogyakarta; 8. Jawa Timur; 9. Bali; 10. NTB; 11. NTT; 12. Kalimantan Utara; 13. Sulawesi Selatan; 14. Sulawesi Tenggara; 15. Papua Barat; dan 16, Papua.

Sedangkan wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 27 – 30 Januari  2019, antara lain: 1. Sumatera Selatan; 2. Bangka Belitung; 3. Bengkulu; 4. Lampung; 5. Banten; 6. DKI Jakarta; 7. Jawa Barat; 8. Jawa Tengah; 9. DI Yogyakarta; 10. Jawa Timur; 11. Bali; 12. NTB; 13. NTT; 14. Kalimantan Timur; 15. Kalimantan Utara; 16. Sulawesi Selatan; 17. Sulawesi Tengara; 18. Maluku; 19. Papua Barat; dan 20. Papua.

Gelombang Tinggi

Tidak hanya hujan lebat, Mulyono Prabowo juga mengimbau masyarakat nelayan dan pesisir perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter yang diperkirakan terjadi di Perairan Barat P Simeulue Hingga Kep Mentawai, Perairan P Enggano hingga Barat Lampung, Selat Sunda bagian Selatan, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Tengah, Samudra Hindia Barat Sumatra hingga Jawa Tengah, Perairan Utara Kep Anambas dan Laut Natuna, Laut Jawa bagian Tengah, Laut Bali, Perairan Selatan Baubau – Kep Wakatobi, Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep Sermata – Kep Babar, Laut Arafuru bagian Barat.

Sedangkan potensi gelombang tinggi 4.0 hingga 6.0 meter diperkirakan terjadi di Laut Cina Selatan dan Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep Natuna, Laut Jawa Bagian Timur hingga Laut Sumbawa, Selat Makassar Bagian Selatan, Perairan Selatan Jawa Timur hingga P Rote, Selat Bali – Selat, Lombok – Selat Alas Bagian Selatan, Samudra Hindia Selatan Jawa TimurhHingga NTT, Perairan Utara Flores, Perairan Kep Sabalana – Kep Selayar, Laut Flores, Laut Sawu dan Laut Timor Selatan NTT.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi dan angin kencang yang akan terjadi pada akhir Januari 2019 ini,” kata Mulyono. Dampak dimaksud meliputi potensi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

 

Zuri Hotel
Back to Home