Google+
Loading...
FOTO
Penulis: Reporter Satuharapan 00:35 WIB | Selasa, 12 Mei 2020

BNPB Prediksi Penularan Corona Menurun Mulai Juli 2020

BNPB Prediksi Penularan Corona Menurun Mulai Juli 2020
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan (kiri), Kadiv Humas Polri Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono (kedua kiri) dalam forum diskusi grup bertajuk "Virus Corona Berakhir... ?" di Jakarta, Senin (11-5-2020). (Foto: Antara/Anita Permata Dewi)
BNPB Prediksi Penularan Corona Menurun Mulai Juli 2020
Plh Bupati Manokwari, Provinsi Papua Barat Edi Budoyo saat memberikan sambutan pada acara pelepasan dan pemulangan pasien COVID-19 yang berhasil sembuh di daerah tersebut pada Senin (11/5/2020) di Manokwari. Pada kesempatan itu Edi Budoyo minta warga jujur saat memeriksakan kesehatan jika mengalami gejala terjangkit virus corona jenis baru penyebab COVID-19. (Foto: Antara/Toyiban)
BNPB Prediksi Penularan Corona Menurun Mulai Juli 2020
Bupati Mamberamo tengah Ricky Ham Pagawak menyaksikan warga distrik Kobakma melakukan rapid test untuk mengetahui warga yang berpotensi terkena virus corona (COVID-19), Senin (11/5/2020). (Foto: Humas Pemkab Mamteng)
BNPB Prediksi Penularan Corona Menurun Mulai Juli 2020
Menteri Sosial Juliari P Batubara (ketiga kanan) menyerahkan bantuan kepada penerima manfaat di Balai Mulya Jaya Jakarta, Senin (11/5/2020). Juliari P Batubara memastikan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan juga warga terlantar akibat terdampak COVID-19 yang ditampung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) menerima bantuan sosial dan pelayanan sosial yang tepat sesuai kebutuhan. (Foto: Antara/Humas Kemensos)
BNPB Prediksi Penularan Corona Menurun Mulai Juli 2020
Aloysius Lamanepa ayah dari Roland menerima bantuan berupa Handphone dan uang tunai untuk pulsa paket Telkomsel agar bisa kuliah daring. Fortunatus Roland Lamanepa (20) seorang mahasiswa semester III Program Studi Teknologi Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan Kelautan Politeknik Pertanian Negeri Kupang selama masa kuliah daring hanya mampu meminjam gawai tetangganya secara bergantian agar bisa mengikuti mata kuliah yang diberikan para dosennya. (Foto: Antara/Kornelis Kaha)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM - Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan memperkirakan bahwa jumlah kasus positif COVID-19 akan makin menurun mulai Juli 2020.

Prediksi tersebut bisa tercapai jika semua pihak tetap melaksanakan kebijakan PSBB, menjaga jarak, memakai masker, dan menjaga kebersihan secara disiplin.

"Kalau ini bisa kita lakukan bersama-sama, insyaallah, bisa kita lalui dengan baik dan mungkin setelah Mei dan Juni (kurva penularan) sudah mulai landai dan nanti, insyaallah September, sudah mulai menurun dan harapannya nanti di akhir tahun kita sudah baik," kata Lilik dalam FGD bertajuk "Virus Corona Berakhir... ?" di Jakarta, Senin (11/5).

Meskipun demikian, diakuinya kasus COVID-19 belum akan hilang dalam waktu dekat karena vaksinnya belum ditemukan.

"Masalah COVID-19 ini tidak 100 persen akan selesai karena sampai hari ini pun belum ada vaksin untuk COVID-19," katanya.

Hal senada juga dikatakan Kadiv Humas Polri Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono.

Menurut Argo, dibutuhkan sikap disiplin kolektif dalam melaksanakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

"Disiplin perorangan maupun disiplin kolektif. Artinya, ya, sama-sama berdisiplin melakukan protokol kesehatan pencegahan COVID-19," kata Argo.

Terkait dengan pelarangan mudik Lebaran tahun ini, Polri tidak henti-hentinya mengingatkan agar masyarakat menahan diri untuk tidak mudik.

Upaya ini penting untuk memutus rantai penularan COVID-19 di Indonesia.

"Memang polisi dibantu dengan TNI dan instansi terkait, kami tidak bosan-bosannya menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak mudik," kata Argo.

Pihaknya juga sudah mendirikan check point Operasi Ketupat 2020 di berbagai lokasi untuk menghalau masyarakat yang masih nekat mudik sekaligus menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini memastikan bahwa petugas di check point akan bersikap humanis dalam menjalankan tugasnya.

"Tetap kami komunikasikan dan kami juga tetap humanis dalam menyampaikannya. Kalau diberhentikan di check point, petugas akan memberikan hormat kepada pengendara, kemudian pengendara pun juga kita tanya, misalnya mau ke mana, untuk keperluan apa," katanya.

Sanksi yang dikenakan bagi masyarakat yang diduga hendak melakukan perjalanan mudik adalah putar balik kembali ke rumah. (Ant)

 

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home