Google+
Loading...
SAINS
Penulis: Dewasasri M Wardani 09:48 WIB | Kamis, 09 Agustus 2018

BNPT: Mahasiswa Baru Harus Dibentengi dari Pengaruh Radikalisme

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius saat memberikan paparan kepada mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) di Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/8). (Foto: Antaranews.com/News/HO)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan mahasiswa baru harus dibentengi dari pengaruh radikalisme.

"Bila tidak dibentengi, para generasi penerus bangsa ini bisa saja terjerumus ke dalam paham-paham yang merusak," kata Kepala BNPT, dikutip dari siaran pers.

Berbicara di depan 5.800 mahasiswa baru di Universitas Andalas (Unand) dan 3.000 lebih mahasiswa baru di Universitas Negeri Padang (UNP), Padang, Sumatera Barat, Rabu (8/8), Suhardi mengatakan, mahasiswa baru merupakan anak-anak muda pada usia yang menjadi sasaran propaganda kelompok radikal.

"Anak-anak muda masih labil, rasa ingin tahunya tinggi sehingga jadi sasaran `brain washing`. Kalian harus hati-hati," kata Suhardi.

Menurut dia, perlu ada program khusus pada masa orientasi mahasiswa baru berupa penguatan jiwa nasionalisme dan pembekalan terhadap paham radikal.

"Radikal yang saya maksud adalah yang anti-NKRI, anti-Pancasila, intoleran, dan penyebar paham takfiri yang suka mengafir-kafirkan orang. Ini yang sangat berbahaya dan harus dilawan," katanya.

Semua perguruan tinggi, harus mengalokasikan pola untuk mengundang narasumber guna memberikan pemahaman dalam pencegahan bahaya radikalisme di lingkungan kampus, kata Suhardi.

Lebih lanjut, mantan Sestama Lemhannas RI mengatakan masalah kebangsaan ini dimulai dari orang-orang berbicara kebangsaan dengan logika tanpa menggunakan perasaan.

“Masalah kebangsaan, saya gak pernah pakai logika, saya pakai hati, kalo kita berbicara kebangsaan dengan logika tidak selesai harus pakai perasaan. Ingat, republik ini bukan punya kalian tetapi punya anak cucu kalian, pertanyaan siapa dan apa yang kita wariskan, yakni kita harus merawat kebinekaannya, ” kata Kepala BNPT.

Setelah memberikan pembekalan wawasan kebangsaan, Kepala BNPT langsung memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme dan terorisme di Indonesia. Komjen Suhardi mengingatkan sasaran terorisme kini merupakan generasi muda dan perempuan untuk itu harus diberi pemahaman sejak dini terkait bahaya radikalisme.

“Anak-anak berpotensi jadi teroris. Beda dengan Alqaeda musuhnya hanya Amerika dan sekutunya, kalau ISIS kepada siapa pun, mau dia anak, perempuan, dan lain-lain, “ kata Kepala BNPT.

Selain itu, Suhardi Alius mengatakan, terkait tahapan dari radikalisasi di antaranya berawal dari praradikalisasi yaitu proses awal radikalisasi individu sebelum menjadi garis keras, Identifikasi diri yaitu individu mulai dimasuki ideologi radikal, Indoktrinasi mulai meyakini bahwa tindakan jihad dibenarkan untuk mewujudkan tujuan kelompok tersebut, terlahir kembali yaitu individu memasuki eksekutor teror. (Antaranews.com/bnpt.goid)

 

Editor : Sotyati

Back to Home