Google+
Loading...
LAYANAN PUBLIK
Penulis: Reporter Satuharapan 16:32 WIB | Kamis, 04 Oktober 2018

BPPT Kirim Teknologi Pengolah Air Minum di Wilayah Bencana

Teknologi pengolah air siap minum atau Arsinum dari BPPT, yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah bencana. (Foto: bppt.go.id)

LOMBOK UTARA, SATUHARAPAN.COM – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pascagempa Lombok, September 2018, mengirimkan teknologi pengolah air siap minum atau Arsinum, yang sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah bencana gempa Lombok.

Deputi Teknologi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT, Hammam Riza, dalam Aksi Sosial dan Bakti Teknologi BPPT untuk Bencana Gempa di Lombok, NTB, mengemukakan bahwa inovasi Arsinum merupakan bukti nyata teknologi mampu berperan untuk antisipasi bencana, pun pascabencana.

Ada dua tipe unit pengolah air siap minum BPPT, ia menjelaskan. Satu unit fix Arsinum dipasang di Kantor Pemkab Lombok, serta unit lain adalah mobile Arsinum. Sejak 7 September 2018, kedua tipe tersebut telah dioptimalkan pengoperasiannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga yang terpapar pascabencana.

“Setiap kali unit Arsinum Mobile beroperasi setidaknya ada sekitar 1.000 hingga 3.000 liter air bersih dan siap minum yang didistribusikan kepada 20 hingga 80 kepala keluarga,” Hammam Riza menjelaskan dalam acara yang diadakan di Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (3/10/2018), seperti dilansir Humas BPPT dalam bppt.go.id.

Ia menambahkan, Arsinum Mobile adalah unit pengolah air siap minum yang dipasang pada kendaraan roda empat. Pengoperasian Arsinum menggunakan tenaga surya, sehingga tidak bergantung pada ada tidaknya sumber listrik di wilayah bencana.

“Arsinum Mobile ini dipasang pada mobil berkabin ganda (double cabin, Red). Dirancang khusus untuk tangguh, sehingga dapat dengan mudah menjangkau lokasi-lokasi daerah terdampak bencana yang kesulitan sumber air bersih. Kemudian Arsinum Mobile ini menggunakan tenaga surya sehingga bisa beroperasi walau tidak ada sumber listrik. Ini sangat andal,” katanya.

Air minum keluaran dari Arsinum ini dijamin kualitasnya, karena telah memenuhi standar air minum berdasarkan Permenkes Nomor 416/Menkes/PER/IX/1990.

“Air dari Arsinum aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” katanya.

Hammam mengharapkan teknologi BPPT dapat dimanfaatkan secara optimal untuk wilayah lain di Indonesia. Tak hanya untuk bencana gempa seperti Lombok, air bersih dan siap minum menurutnya, dibutuhkan untuk bencana di Palu dan Donggala, maupun di wilayah lain yang terdampak bencana kekeringan.

“Kami butuh dukungan dari kementerian dan lembaga lain, utamanya untuk mereplikasi teknologi serupa, agar bisa diterapkan di berbagai wilayah Indonesia,” tuturnya.

Sementara Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar mengharapkan kehadiran BPPT itu juga mendorong realisasi untuk pembangunan Lombok bangkit.

Selain Arsinum, Bupati membutuhkan teknologi pupuk untuk meningkatkan produktivitas petani di Lombok.

“Atas nama pemerintah daerah, semoga kehadiran BPPT dapat mendorong realisasi kerja sama. Teknologi diharap mampu mempercepat pembangunan di Lombok Utara. Kami yakin betul kita butuh internalisasi agar daerah tidak tertinggal. Gempa ini bagi kami juga persoalan teknologi. Teknologi harus menjadi bagian dari kehidupan kita,” katanya.

Editor : Sotyati

Back to Home