Google+
Loading...
INSPIRASI
Penulis: Yoel M Indrasmoro 02:29 WIB | Sabtu, 18 Mei 2019

Bukti Kemuridan

Saling mengasihi juga merupakan penanda utama setiap Kristen.
Saling Mengasihi (foto: istimewa)

SATUHARAPAN.COM – ”Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yoh. 13:34).

Tuhan Yesus menyebutnya sebagai perintah baru. Apanya yang baru? Bukankah Dia pernah berkata: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”? Sang Guru dari Nazaret pun mengutip Kitab Ulangan. Sekali lagi, apanya yang baru?

Menurut Rama Bernard Raho, SVD, kebaruan itu terletak pada ukuran kasih, yaitu: kita mesti mengasihi orang lain sebagaimana Yesus mengasihi kita. Ukurannya: kasih Kristus yang kita rasakan. Inilah yang baru itu. Artinya: tidak asal mengasihi, tetapi mengasihi sebagaimana Tuhan telah mengasihi kita. Standarnya adalah kasih Tuhan sendiri.

Menarik disimak, perintah baru itu dilanjutkan dengan percakapan perihal penyangkalan Petrus. Perintah baru itu agaknya mengajak kita bersikap sebagaimana Yesus, yang siap disangkal murid kesayangan, sekaligus siap mengampuninya.

Mengasihi berarti pula siap dilukai. Kualitas kasih terlihat sewaktu kita rela menerima luka dan mengampuni yang melukai. Tak beda dengan mawar. Menerima keindahan mawar berarti pula menerima duri-durinya. Mengasihi mawar berarti siap dilukai.

Persoalannya: manusia mungkin siap mengasihi, tetapi nggak siap dilukai. Kita rela mengasihi, namun tak rela dilukai. Lalu, bagaimana kita bisa belajar mengampuni, jika kita tak pernah merasa terluka?

Di via dolorosa ’jalan sengsara’ Yesus sendirian. Tanpa sanak, juga sahabat. Yudas Iskariot menjual-Nya dengan harga pasaran budak, Petrus menyangkal-Nya, yang lainnya lari meninggalkan-Nya. Namun, Yesus mengasihi mereka. Buktinya, Dia memohon: ”Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Luk. 23:34).

Saya memahami perkataan Yesus ini tak hanya ditujukan bagi orang yang menyalibkan-Nya, tetapi juga para murid-Nya. Pengampunan merupakan dasar kasih. Menurut Barclay, ”Tanpa pengampunan, kasih itu niscaya lenyap.”

Mengasihi adalah bukti kemuridan. Yesus menegaskan: ”Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yoh. 13:35).

Saling mengasihi juga merupakan penanda utama setiap Kristen. Ketika mereka saling mengasihi—itu berbeda dengan kecenderungan umum—dunia tahu bahwa mereka murid Yesus.

Editor : Yoel M Indrasmoro

UKRIDA
Zuri Hotel
Back to Home