Loading...
DUNIA
Penulis: Saut Martua Amperamen 00:37 WIB | Kamis, 05 Oktober 2017

Catalonia Proklamasi Kemerdekaan Hari Senin Mendatang

Demonstran mengibarkan bendera Spanyol untuk mendukung Spanyol bersatu di Madrid satu hari sebelum referendum kemerdekaan yang dilarang berlangsung di Catalonia pada 1 Oktober 2017. (Foto: voaindonesia.com)

BARCELONA, SATUHARAPAN.COM - Pasca referendum yang dianggap ilegal pada 1 Oktober lalu dan dimenangkan oleh kubu pro kemerdekaan, Catalonia bertekad mendeklarasiakan kemerdekaan tersebut pada hari Senin mendatang (8/10).

Mireia Boya, anggota parlemen Catalan dari partai pro kemerdekaan, Popular Unity Candidacy (CUP), mengatakan di akun Twitter-nya, sebagaimana diberitakan oleh Reuters, bahwa sebuah deklarasi kemerdekaan akan mengikuti sebuah sidang parlemen pada hari Senin untuk mengevaluasi hasil pemungutan suara untuk pemisahan diri dari Spanyol.

"Kami tahu bahwa mungkin ada pembalasan, penangkapan ... Tapi kami siap, dan tidak akan dihentikan," kata dia.

Presiden Catalan Carles Puigdemont sebelumnya mengatakan bahwa dia akan meminta parlemen daerah tersebut untuk menyatakan kemerdekaan setelah jajak pendapat tersebut, yang oleh pemerintah Spanyol dan mahkamah konstitusinya dianggap ilegal, di mana hanya sebagian kecil warga Catalan yang memberikan suara.

"Ini mungkin akan selesai begitu kita mendapatkan semua suara dari luar negeri pada akhir minggu dan oleh karena itu kita mungkin akan bertindak akhir pekan atau awal minggu depan," kata Puigdemont kepada BBC dalam sambutan yang dipublikasikan pada hari Rabu.

Dalam sebuah wawancara dengan koran Jerman, Bild, Puigdemont mengatakan bahwa dia sudah merasa seperti "presiden sebuah negara merdeka di mana jutaan orang telah membuat keputusan penting".

Dia mengatakan bahwa penolakan pemerintah Madrid untuk bernegosiasi telah membuat Catalonia "tidak memiliki cara lain" selain menyatakan kemerdekaan dan menuduh langkah Spanyol tersebut sebagai otoritarianisme.

"Pemerintah Spanyol membiarkan lawan politik ditangkap, ini mempengaruhi media dan memblokir situs internet. Kami diawasi siang dan malam," kata Puigdemont.

"Apa itu namanya kalau bukan negara otoriter?" kata dia.

Spanyol baru dipulihkan ke demokrasi setelah kematian diktator Francisco Franco pada 1975. Di bawah kekuasaan Franco bahasa dan tradisi Catalan ditindas.

Editor : Eben E. Siadari


BPK Penabur
Gaia Cosmo Hotel
Kampus Maranatha
Back to Home