Google+
Loading...
DUNIA
Penulis: Sabar Subekti 19:15 WIB | Rabu, 13 Mei 2020

China Peringatkan Prancis Tidak Jual Senjata ke Taiwan

Salah satu kapal frigate milik Taiwan buatan Amerika Serikat. (Foto: dok. defensenews.com)

BEIJING, SATUHARAPAN.COM-China memperingatkan Prancis untuk tidak menjual senjata ke negara tetangganya yang memerintah sendiri, Taiwan, yang berencana membeli senjata sebagai bagian dari peningkatan armada kapal perang buatan Prancis yang dibeli 30 tahun lalu.

China mengatakan pada hari Rabu (13/5) bahwa Taiwan adalah bagian dari "satu China", dan bahwa prinsip ini harus diterima oleh negara mana pun yang memiliki hubungan diplomatik. Penjualan senjata ke Taiwan selalu sangat sensitif dan secara teratur memicu reaksi keras dari Beijing.

Taiwan sebagian besar dilengkapi dengan senjata buatan Amerika Serikat, tetapi pada 1991 Prancis menjual ke Taiwan enam kapal frigat, yang memicu kemarahan China. Prancis juga menjual jet tempur 60 Mirage ke Taiwan pada tahun 1992.

Taiwan bulan lalu mengatakan sedang berusaha untuk membeli peralatan militer dari Prancis untuk meningkatkan sistem gangguan rudal pada kapal perang.

Berbicara di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, mengatakan China dengan tegas menentang penjualan senjata ke Taiwan. "Kami telah menyatakan keprihatinan serius kami kepada Prancis," katanya dalam konferensi pers harian.

"Kami kembali mendesak pihak Prancis untuk mematuhi prinsip satu China dan menarik rencana penjualan senjata ke Taiwan untuk mencegah merugikan hubungan China-Prancis."

Untuk Hadapi Ancaman China

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam tanggapannya pada hari Rabu (13/5) bahwa angkatan laut mengatakan mereka mengikuti peraturan pengadaan terkait untuk pembelian senjata untuk memenuhi "kebutuhan tempur." Namun menolak komentar lebih lanjut.

Taiwan mengatakan perlu meningkatkan angkatan bersenjatanya untuk menghadapi ancaman yang tumbuh dari China, yang dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan latihan militernya di dekat negara pulau demokrasi itu.

China menggambarkan Taiwan sebagai masalah teritorial yang paling sensitif dan penting, dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau itu di bawah kendalinya. Taiwan tidak menunjukkan minat untuk diperintah oleh China yang dinilainya otokratis. (Reuters)

Editor : Sabar Subekti

UKRIDA
Gaia Cosmo Hotel
BPK Penabur
Zuri Hotel
Back to Home